News

Angkut 10.000 Ton Batu Bara – Kapal TB Titan 70 Karam di Sukabum

70 Karam di Sukabumi Angkut 10 000 Ton Batu Bara - Kapal pengangkut batu bara TB Titan 70 mengalami kecelakaan di perairan Cibuni, Kecamatan Tegalbuleud

Desk News
Published Juni 18, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Angkut 10.000 Ton Batu Bara, Kapal TB Titan 70 Karam di Sukabumi

Angkut 10 000 Ton Batu Bara – Kapal pengangkut batu bara TB Titan 70 mengalami kecelakaan di perairan Cibuni, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu, 14 Juni 2026. Insiden ini menimpa kapal yang sedang berlayar dari Lampung menuju Cilacap, Jawa Tengah, dan berdampak pada keselamatan para awak kapal. Meski mengalami kecelakaan laut, seluruh 16 orang awak kapal, termasuk nakhoda, berhasil dievakuasi dalam kondisi aman dan selamat.

Proses Evakuasi yang Cepat

Penyelamatan berlangsung efisien dan cepat, dengan bantuan kapal nelayan KM Dede Putra milik warga Ujunggenteng. Setelah kapal karam, kru langsung mengambil langkah darurat untuk meminimalkan risiko. Kapal yang tenggelam di perairan Cibuni diketahui menimbulkan gelombang kejutan bagi warga sekitar, namun reaksi cepat dari para penyelamat menyelamatkan seluruh penumpang. Awak kapal tiba di Pantai Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, sekitar pukul 16.45 WIB setelah proses evakuasi selesai.

“Kapal mengalami gangguan teknis saat berada di perairan Cibuni sehingga berupaya mendekati area yang aman untuk bersandar,” ujar Kasat Polairud Polres Sukabumi, Ajun Komisaris Polisi Dadi, dalam keterangan resminya, Selasa, 16 Juni 2026. Penjelasan ini menambahkan konteks bahwa kecelakaan terjadi secara mendadak, memaksa kapal menyesuaikan jalur perjalanan dan berusaha menghindari bahaya lebih lanjut.

Menurut informasi yang diperoleh, kecelakaan dimulai saat kapal melintas di perairan Cibuni, dengan kondisi cuaca yang relatif tenang. Namun, bagian haluan lambung kanan kapal mengalami kebocoran yang memicu perubahan arah dan kecepatan. Kebocoran tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB, sehingga kru memutuskan melakukan lego jangkar sebagai upaya darurat. “Setelah kejadian, kru langsung menjatuhkan jangkar untuk mencegah kondisi semakin memburuk,” tambah nakhoda kapal dalam wawancara dengan polisi.

Persiapan dan Penanganan oleh Pihak Kepolisian

Peristiwa tersebut pertama kali dilaporkan ke jajaran kepolisian sekitar pukul 14.00 WIB, saat kondisi kapal sudah memburuk. Dari laporan awal, polisi langsung menggerakkan tim penyelamatan untuk berkoordinasi dengan nelayan setempat. Kapal nelayan KM Dede Putra yang turut serta dalam operasi menjadi penentu utama dalam evakuasi seluruh awak kapal.

Setelah berhasil membawa seluruh awak kapal ke daratan, para penumpang langsung menjalani pemeriksaan kesehatan di Puskesmas Ciracap. Kapolsek Ciracap, Ajun Komisaris Polisi Taufick Hadian, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh ABK dan kapten kapal dalam kondisi sehat. Tidak ada laporan cedera serius, meskipun beberapa orang menunjukkan gejala lemas akibat kejadian tiba-tiba.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa semua awak kapal dan nakhoda dalam kondisi stabil, serta tidak mengalami luka berat,” kata Taufick dalam keterangannya. Penyelamatan yang berlangsung cepat dianggap berhasil mengurangi risiko korban jiwa, sekaligus menunjukkan responsibilitas pihak berwenang dalam menghadapi situasi darurat laut.

Analisis Teknis dan Penyebab Karam

Menurut investigasi awal, kebocoran pada bagian haluan lambung kanan kapal menjadi penyebab utama karamnya TB Titan 70. Kebocoran ini terjadi sebelum kapal berlayar, sehingga kru mengetahui adanya masalah sejak awal perjalanan. “Kapal mengalami kebocoran pada bagian haluan lambung kanan, yang kemudian memperparah situasi saat melintas di perairan Cibuni,” jelas Dadi.

Kebocoran pada bagian haluan memicu penurunan keseimbangan kapal, yang akhirnya menyebabkan tenggelamnya. Kapal TB Titan 70 berukuran besar, mengangkut hampir 10.000 ton batu bara, sehingga menghadirkan risiko lebih besar dalam kondisi cuaca atau teknis yang tidak stabil. Dadi menegaskan bahwa insiden tersebut masih dalam proses investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebocoran, termasuk apakah ada faktor manusia atau kesalahan teknis dari mesin kapal.

Selama kejadian, tim polisi dan nelayan bekerja sama untuk menangani situasi darurat. Kapal nelayan KM Dede Putra memainkan peran krusial dalam membawa awak kapal ke lokasi aman. Meski tidak ada korban meninggal, kejadian ini mengingatkan pentingnya pemeriksaan berkala terhadap kapal pengangkut barang berukuran besar. Dadi menekankan bahwa pihak kepolisian terus memantau kejadian dan berupaya memastikan tidak ada dampak lanjutan dari kebocoran tersebut.

Kejadian karam kapal TB Titan 70 tidak hanya memengaruhi para awak kapal, tetapi juga menggugah kesadaran masyarakat pesisir Sukabumi akan risiko transportasi laut. Sejumlah warga menyatakan kaget melihat kapal besar itu tenggelam, sementara lainnya mengapresiasi kecepatan reaksi para penyelamat. Dengan seluruh awak kapal selamat, insiden

Leave a Comment