News

Special Plan: Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Baru: Intervensi dari Sosok NSD hingga Proyek Fiktif Rp300 Miliar di Kasus MBG

Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Baru: Intervensi dari Sosok NSD hingga Proyek Fiktif Rp300 Miliar di Kasus MBG Special Plan - Kasus dugaan korupsi terkait

Desk News
Published Juni 20, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Baru: Intervensi dari Sosok NSD hingga Proyek Fiktif Rp300 Miliar di Kasus MBG

Special Plan – Kasus dugaan korupsi terkait pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat setelah mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menyampaikan penjelasan tambahan kepada penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung). Pada pemeriksaan terbaru, Sony yang sebelumnya mendaftarkan diri sebagai Justice Collaborator (JC) atau pelaku yang bekerja sama, dikatakan kembali memperjelas keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam perkara tersebut. Menurut pengacara Sony, Krisna Murti, jumlah nama yang diserahkan klien Sony ke penyidik telah meningkat secara signifikan. Sebelumnya, hanya terdapat 26 nama yang diungkapkan, namun kini daftar tersebut menjadi 41 tokoh. Krisna menjelaskan bahwa perubahan ini terjadi setelah penyidik menemukan bukti mengenai penyebaran permintaan pembagian titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) oleh sejumlah individu yang diduga terkait langsung dengan program MBG.

Pemeriksaan yang berlangsung di Kejaksaan Agung menunjukkan bahwa Sony Sonjaya berperan aktif dalam mengungkap detail baru terkait penyalahgunaan dana program tersebut. Dalam kesempatan ini, ia memaparkan adanya intervensi dari sosok yang dikenal sebagai NSD, yang secara terbuka dianggap sebagai pihak yang memengaruhi alur distribusi bantuan. Selain itu, Sony juga mengungkap proyek fiktif bernilai Rp300 miliar, yang diduga digunakan untuk memperlebar jaringan korupsi dalam MBG. Krisna Murti menambahkan bahwa selama proses pemeriksaan, penyidik menyajikan bukti percakapan yang menunjukkan adanya tabel nama-nama baru yang telah diusulkan. Dari temuan ini, jumlah individu yang disebut terlibat dalam kasus meningkat hingga mencapai 41 orang.

“Jadi satu orang itu mempunyai tabel, ‘Pak (Sony) ini punya ini ya, ini punya ini ya, ini ada punya Bupati ini, begitu,” ujarnya di Kejaksaan Agung.

Krisna menjelaskan bahwa tabel tersebut menyiratkan adanya kerjasama antar pihak dalam membagi titik SPPG. Berdasarkan data yang disajikan, penyidik menemukan bahwa ada usulan nama-nama baru yang belum terungkap sebelumnya. Dengan adanya temuan ini, jumlah total pihak yang disebut terlibat dalam korupsi meningkat dari 26 menjadi 41. “Tadi dibuka (chat) oleh penyidik. Pas dibuka oleh penyidik, ternyata ada tabel terisi usulan orang-orang baru lagi. Jadi bertambah totalnya dari yang 26 ditambah tadi temuan baru, jadi totalnya 41 nama,” tambahnya.

Kasus MBG, yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi secara gratis, kini semakin kompleks setelah adanya nama-nama baru yang diungkap. Program ini sempat menjadi sorotan karena dikhawatirkan terjadi penyalahgunaan dana dalam skala besar. Dengan adanya 41 nama, penyidik mungkin dapat memperluas investigasi ke berbagai lapisan pemerintahan dan lembaga terkait. Krisna Murti menegaskan bahwa nama-nama yang terungkap memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari pejabat daerah hingga anggota lembaga pemerintah pusat. Selain itu, ia menyebutkan bahwa adanya proyek fiktif sebesar Rp300 miliar menjadi bukti kuat bahwa ada upaya untuk menyembunyikan keuntungan pribadi melalui pengalihan dana ke program yang tidak nyata.

Pihak Sony Sonjaya belum bersedia memberikan identitas lengkap dari 41 nama tersebut kepada publik. Krisna Murti menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk melindungi klien dari tindakan penargetan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Meski demikian, ia tidak menyangkal atau membantah adanya nama-nama yang sudah beredar di media sosial sebelumnya. “Ada yang bener ada yang enggak. Pokoknya yang sudah beredar ada yang bener ada yang enggak. Temuan yang baru lagi ini, yang nama-nama baru ini yang belum beredar di mana-mana,” jelasnya.

Kasus korupsi ini terus berkembang seiring penambahan informasi dari sumber-sumber internal. Dengan adanya 41 nama, investigasi dapat melibatkan berbagai lini, termasuk hubungan antara pejabat pemerintah dan pihak eksternal yang diduga menjadi pengatur di balik skandal ini. Proyek fiktif yang diungkap Sony Sonjaya, khususnya proyek bernilai Rp300 miliar, menjadi sorotan karena menunjukkan adanya upaya untuk membangun jaringan korupsi yang terstruktur. Selain itu, intervensi dari NSD, yang mungkin berperan sebagai pihak yang mengarahkan penyimpangan, menjadi indikasi kuat bahwa ada pihak tertentu yang mempercepat atau menghambat proses pemeriksaan.

Para penyidik Kejaksaan Agung terus berupaya mengungkap seluruh detail perkara ini, termasuk alur dana yang dialihkan dan pembagian keuntungan. Krisna Murti menegaskan bahwa berbagai bukti yang ditemukan selama pemeriksaan telah memperkuat kasus. Dengan penambahan 15 nama baru, kemungkinan ada lebih banyak pelaku yang terlibat dalam skema penipuan tersebut. Pihak Sony Sonjaya juga mengungkap bahwa beberapa dari nama-nama tersebut memiliki keterkaitan dengan penyedia makanan atau lembaga pihak ketiga yang mungkin terlibat dalam pengelolaan program MBG.

Adanya 41 nama yang diungkap telah mengubah dinamika kasus ini, memberikan gambaran bahwa korupsi dalam MBG tidak hanya melibatkan tingkat pusat tetapi juga berbagai pihak daerah. Selain itu, proyek fiktif yang diberi nilai Rp300 miliar menunjukkan adanya strategi untuk memperbesar skala kerugian negara. Krisna Murti meminta publik untuk tetap bersabar dan menunggu hasil investigasi lebih lanjut, karena beberapa nama yang disebut masih dalam proses verifikasi. Ia juga menekankan bahwa semua informasi yang diungkap didasarkan pada bukti-bukti yang telah diperiksa dan diverifikasi oleh penyidik.

Kasus MBG ini menunjukkan kompleksitas korupsi di sektor pangan. Dengan adanya Sony Sonjaya sebagai saksi, kejaksaan kini

Leave a Comment