News

Satu Korban KM Ocean Three Ditemukan Selamat Setelah Bertahan di Laut Gunakan Tutup Fiber

lamat Setelah Bertahan di Laut Gunakan Tutup Fiber Satu Korban KM Ocean Three Ditemukan - Kabar harapan terus mengalir seiring berjalannya operasi penyisiran

Desk News
Published Juni 28, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Satu Korban KM Ocean Three Ditemukan Selamat Setelah Bertahan di Laut Gunakan Tutup Fiber

Satu Korban KM Ocean Three Ditemukan – Kabar harapan terus mengalir seiring berjalannya operasi penyisiran korban tenggelam dari kapal KM Ocean Three. Setelah dua hari berjalan, tim pencari dari Stasiun Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Natuna akhirnya berhasil mengungkap keberadaan satu dari tiga korban yang sempat hilang. Wan Zaidan, seorang awak kapal, ditemukan dalam kondisi baik setelah bertahan hidup di tengah samudra selama beberapa jam. Koordinat penemuan korban adalah 03°40.299′ LU – 108°20.247′ BT, di wilayah laut yang cukup jauh dari tempat kapal tersebut tenggelam. Cerita selamatnya Wan Zaidan menjadi sorotan karena ia memanfaatkan tutup fiber sebagai alat bantu mengapung. Hal ini menunjukkan ketangguhan dan kecerdasan dalam situasi darurat.

Kisah Bertahan Hidup yang Membuktikan Kekuatan Manusia

Wan Zaidan, yang berusia 35 tahun, sempat terlempar ke laut saat KM Ocean Three mengalami kecelakaan. Dalam perjalanan mencari keselamatan, ia mengapung di atas tutup fiber yang berada di sampingnya. Tutup fiber tersebut, sebelumnya menjadi bagian dari peralatan kapal, kini berubah fungsi sebagai pelindung kecil dari ombak dan gelombang. Menurut sumber di lapangan, tutup fiber yang dipakai Wan Zaidan cukup besar dan stabil, sehingga mampu menjaga posisinya di air hingga tim pencari datang. Selama dua hari, ia tidak makan dan minum, tetapi tetap bertahan hidup berkat air yang bisa ia ambil dari sisa-sisa kapal serta gumpalan kecil makanan yang masih terbawa.

“Tim PSDKP Natuna merupakan pihak pertama yang menemukan korban dalam operasi ini. Kita sangat senang karena ada satu orang yang berhasil selamat,” kata Hafid Alfajri, S.ST.Pi., M.H., koordinator Satuan Pengawas PSDKP Natuna.

Menurut Hafid, proses pencarian membutuhkan koordinasi intensif antara tim darat dan laut. Tim darat memantau koordinat, sementara tim penyelam melakukan penyisiran secara detail di area yang berpotensi menjadi titik tenggelam. Meski kondisi cuaca terkadang memburuk, tim tetap tekun mencari korban, termasuk mungkin masih ada yang terapung di laut. “Kita juga mengimbau kepada semua pelaku pelayaran untuk tetap waspada dan meningkatkan kesadaran akan keamanan di laut,” tambah Hafid.

Kapal KM Ocean Three, yang berlayar dari Batam menuju Singkawang, tenggelam di laut pada hari pertama pencarian. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal tersebut membawa sekitar 30 awak kapal, dan kecelakaan terjadi akibat cuaca buruk serta gelombang tinggi. Selain Wan Zaidan, dua korban lainnya masih dalam pencarian, dan kondisi laut yang berubah-ubah membuat proses penyisiran semakin sulit. “Kita masih terus berusaha menemukan dua korban yang lain,” kata Hafid, menambahkan bahwa tim akan melakukan penyisiran hingga hari keempat.

Latar Belakang KM Ocean Three dan Penyebab Kecelakaan

KM Ocean Three adalah kapal penumpang yang sering digunakan untuk kebutuhan logistik di wilayah pesisir Indonesia. Kapal ini memiliki kapasitas muatan sekitar 50 ton dan beroperasi secara rutin sejak beberapa tahun terakhir. Dalam perjalanan terakhirnya, kapal tersebut mengalami kecelakaan akibat cuaca ekstrem yang terjadi di perairan Natuna. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), badai yang melanda daerah tersebut mengakibatkan gelombang mencapai ketinggian 4-5 meter, serta angin kencang yang mengganggu navigasi. “Cuaca yang terus menerus buruk membuat kapal sulit dikendalikan,” jelas salah satu sumber dari PSDKP Natuna.

Kondisi KM Ocean Three setelah tenggelam menjadi sumber informasi penting bagi tim pencari. Dari sisa-sisa kapal, mereka menemukan beberapa barang berharga, termasuk peta perjalanan, dokumen pemeriksaan, dan alat komunikasi yang rusak. Awak kapal yang berhasil selamat, Wan Zaidan, sempat memberi keterangan bahwa ia memperhatikan gelombang sebelum kecelakaan terjadi. “Saya mendengar suara sirene, lalu mengamati kapal mulai miring. Saya mencoba menyelamatkan diri, lalu jatuh ke laut,” ujarnya. Selama di laut, ia berusaha mengapung dengan bantuan tutup fiber yang masih tergantung di sisi kapal.

“Kapal ini memang tidak bisa menanggung gelombang yang cukup besar. Tapi, kita masih berharap dua korban lainnya bisa ditemukan sebelum hari keempat,” kata Hafid, S.ST.Pi., M.H., yang bertugas memimpin operasi pencarian.

Dalam upaya penyelamatan, PSDKP Natuna bekerja sama dengan pihak Basarnas serta nelayan setempat. Tim penyelam menggunakan perahu kecil dan alat bantu seperti perahu karet serta perangkat komunikasi nelayan. Selain itu, tim darat juga terus memantau kondisi awak kapal yang terapung di laut. “Kita juga menerima bantuan dari pesawat taktis yang melintasi wilayah perairan tersebut. Pesawat tersebut membantu memetakan area pencarian,” tambah Hafid.

Kondisi Awak Kapal dan Proses Pencarian yang Berkelanjutan

Wan Zaidan, yang ditemukan dalam kondisi stabil, mengatakan bahwa ia sempat terlempar ke laut sebelum menemukan tutup fiber. Dalam waktu sekitar dua jam, ia mengapung di sana hingga tim pencari menemukannya. “Saya hanya berharap keluarga bisa selamat dan mungkin bisa bertemu kembali,” katanya, sambil mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan penyelamatan. Selain itu, tim juga menemukan beberapa barang berharga yang mungkin bisa menjadi petunjuk mengenai keberadaan korban lain.

Dalam operasi pencarian, PSDKP Natuna mengatakan bahwa mereka memanfaatkan teknologi modern seperti GPS dan radar untuk memetakan area yang rentan. Tapi, tidak semua bagian laut bisa dijangkau dengan alat modern, sehingga tim masih bergantung pada informasi dari nelayan setempat yang mengetahui kondisi perairan secara langsung. “Nelayan menjadi sumber informasi penting karena mereka mengalami kondisi laut sehari-hari,” jelas Hafid, menambahkan bahwa tim akan memprioritaskan area yang sering digunakan oleh nelayan dalam penyisiran.

Menurut laporan terkini, dua korban lainnya masih dalam pencarian, dan tim terus memperluas area penyisiran. Kesulitan utama adalah keberadaan korban yang mungkin terapung di laut dan belum ditemukan. Dengan penemuan Wan Zaidan, harapan untuk korban lain semakin tinggi. “Kita berharap dua korban yang lain juga bisa ditemukan dalam beberapa hari ke depan,” kata Hafid, menutup pernyataannya dengan semangat tinggi.

Peristiwa ini memicu peningkatan kesadaran akan keamanan di laut. PSDKP Natuna mengimbau kepada para pelayaran untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melakukan per

Leave a Comment