News

Key Strategy: Harga Pertamax Meroket, Bahlil: Perintah Presiden, LPG dan BBM Subsidi Tak Akan Naik

en, LPG dan BBM Subsidi Tak Akan Naik Key Strategy - PT Pertamina (Persero) telah secara resmi melakukan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi

Desk News
Published Juni 11, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Harga Pertamax Meroket, Bahlil: Perintah Presiden, LPG dan BBM Subsidi Tak Akan Naik

Key Strategy – PT Pertamina (Persero) telah secara resmi melakukan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, mulai Rabu, 10 Juni 2026. Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax mencapai Rp16.250 per liter setelah kenaikan yang terjadi pada hari tersebut, melonjak dari Rp12.300 per liter sebelumnya. Peningkatan ini menjadi yang pertama sejak lonjakan harga minyak dunia yang dipicu oleh konflik antara Israel dan Iran pada 28 Februari 2026. Kebijakan ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, khususnya karena besarnya kenaikan yang mencapai lebih dari 32 persen.

Dasar Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi

Kenaikan harga Pertamax terjadi sebagai respons terhadap fluktuasi harga minyak internasional yang terus meningkat. Sejak perang antara Israel dan Iran memicu ketegangan global, harga minyak mentah di pasar internasional telah mengalami peningkatan signifikan. Pertamina mengatakan keputusan untuk menaikkan harga BBM nonsubsidi diambil setelah mempertimbangkan tekanan ekonomi dan kebutuhan pemerintah untuk menyesuaikan pendapatan perusahaan dengan kenaikan biaya produksi. Namun, meskipun ada penyesuaian harga, pemerintah memastikan bahwa BBM subsidi dan LPG subsidi tetap stabil, tidak mengalami kenaikan.

Pertamina menyatakan bahwa kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini merupakan langkah yang wajib dilakukan untuk menjaga keseimbangan keuangan perusahaan. Dengan demikian, masyarakat yang mengandalkan BBM subsidi tetap dapat menikmati harga yang terjangkau, sementara pengguna BBM nonsubsidi seperti Pertamax harus menghadapi kenaikan biaya. Kenaikan harga Pertamax ini tidak hanya berdampak pada pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga menyebar ke berbagai sektor ekonomi, termasuk transportasi umum dan industri.

Keluhan Masyarakat Terhadap Kenaikan Harga

Kebijakan penyesuaian harga Pertamax memicu keluhan dari berbagai kalangan, terutama masyarakat umum yang mengalami tekanan biaya hidup. Banyak warga mengeluhkan bahwa kenaikan harga mencapai lebih dari 32 persen terlalu besar, terutama bagi keluarga yang memiliki pengeluaran bulanan terbatas. Beberapa keluhan muncul melalui media sosial dan komentar di berbagai forum, dengan banyak orang mengatakan bahwa kenaikan tersebut memberatkan bagi pengguna transportasi umum dan pengendara sehari-hari.

Sejumlah pengusaha transportasi juga menyampaikan kekhawatiran terhadap dampak kenaikan harga BBM nonsubsidi. Mereka menyatakan bahwa biaya operasional kendaraan bermotor meningkat, sehingga berpotensi menimbulkan kenaikan tarif angkutan umum atau penyesuaian harga jual pada layanan logistik. Namun, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini tidak akan berdampak pada harga BBM subsidi, yang terus didukung sebagai komitmen untuk menjaga aksesibilitas energi bagi masyarakat miskin dan menengah.

Pernyataan Bahlil Lahadalia

Pada acara Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) ke-18 di Bandar Lampung, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kenaikan harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya berdasarkan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia. “Hari ini, atas perintah Presiden Republik Indonesia sebagai Menteri ESDM, harga bahan bakar minyak subsidi serta LPG subsidi tidak akan mengalami kenaikan,” kata Bahlil dalam pidatonya.

“Kenaikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi ini dilakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan Pertamina, sementara harga BBM subsidi tetap dijaga agar bisa terjangkau oleh masyarakat luas,” tambah Bahlil dalam sesi tanya jawab yang dilakukan oleh peserta Munas.

Pernyataan Bahlil menegaskan bahwa kebijakan ini tidak terlepas dari peran pemerintah dalam mengelola subsidi energi. Meskipun harga Pertamax dan BBM nonsubsidi lainnya naik, pemerintah berkomitmen untuk memastikan ketersediaan BBM subsidi tetap terjaga. Bahlil juga menyoroti bahwa penyesuaian harga ini merupakan keputusan yang diambil setelah melalui analisis mendalam terhadap kebutuhan ekonomi nasional dan tekanan pasar global.

Dalam konteks ini, pemerintah menyatakan bahwa kenaikan harga Pertamax adalah langkah yang diperlukan untuk mencerminkan kondisi pasar yang dinamis. Namun, mereka juga berusaha meminimalkan dampak sosial dengan menjaga harga BBM subsidi. Hal ini mencerminkan upaya pemerintah untuk menyeimbangkan antara kebutuhan finansial perusahaan dan kesejahteraan rakyat. Bahlil menegaskan bahwa keputusan ini tidak hanya berdampak pada harga bahan bakar minyak, tetapi juga memengaruhi perekonomian nasional secara keseluruhan.

Kenaikan harga Pertamax menjadi sorotan utama karena Pertamax adalah salah satu bahan bakar yang paling diminati oleh masyarakat. Dengan kenaikan ini, perusahaan minyak besar Pertamina berharap dapat meningkatkan pendapatan dan menutupi biaya produksi yang semakin tinggi. Meskipun demikian, kenaikan harga BBM nonsubsidi ini juga menimbulkan perdebatan mengenai keseimbangan antara subsidi dan harga pasar. Sejumlah pihak mengkritik kebijakan ini, menyatakan bahwa pemerintah perlu lebih transparan dalam menyampaikan alasan kenaikan harga.

Di sisi lain, Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pemerintah tidak akan mengabaikan kebutuhan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini akan diiringi dengan kebijakan subsidi lainnya yang tetap dipertahankan. “Kenaikan harga Pertamax tidak berarti masyarakat tidak akan mendapatkan manfaat dari subsidi energi. Kami akan terus menjaga ketersediaan BBM subsidi untuk masyarakat yang kurang mampu,” lanjut Bahlil dalam pidatonya.

Kebijakan ini juga diharapkan dapat memberikan efek domino positif pada sektor lain. Dengan harga Pertamax yang naik, perusahaan transportasi dan logistik bisa mengatur ulang kebijakan tarif mereka. Namun, Bahlil mengingatkan bahwa kenaikan harga ini tidak akan langsung menyebabkan kenaikan signifikan pada biaya hidup masyarakat, karena harga BBM subsidi tetap stabil. Ia menekankan bahwa pemerintah akan terus memantau dampak kebijakan ini dan siap memberikan penyesuaian lebih lanjut jika diperlukan.

Dengan adanya kenaikan harga Pertamax, pemerintah juga memperlihatkan komitmen untuk menghadapi tantangan ekonomi global. Kenaikan ini menjadi salah satu dari beberapa langkah yang

Leave a Comment