Diumumkan: Israel Serang Lebanon, RI Pantau Keselamatan Kontingen Garuda di UNIFIL

Israel Serang Lebanon, RI Pantau Keselamatan Kontingen Garuda di UNIFIL

Kontingen Garuda Dapat Apresiasi

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan bahwa keselamatan pasukan pemelihara perdamaian menjadi hal yang penting saat ini, terlepas dari serangan yang dilakukan Israel terhadap wilayah selatan Lebanon. Pemerintah memberikan apresiasi atas kinerja Kontingen Garuda yang bertugas di UNIFIL, meski kondisi saat ini tergolong sulit.

Dalam pernyataan yang dilaporkan Kompas.com, Kemlu RI berharap keselamatan personel Garuda terjaga dalam menjalankan tugas di zona perang. “Keselamatan dan keamanan tentara perdamaian menjadi prioritas utama dalam situasi saat ini,” tulis pihak Kementerian Luar Negeri.

Penyerangan Israel Dikecam

Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat bahwa serangan terbaru yang dilakukan Israel telah menimbulkan korban yang cukup signifikan. Dari laporan yang dihimpun, sedikitnya 826 orang tewas, termasuk 65 perempuan dan 106 anak-anak. Sementara itu, 2.009 orang lainnya mengalami cedera.

“Tindakan Israel dalam menyerang Lebanon melanggar prinsip hukum humaniter internasional serta Resolusi PBB 1701 tahun 2006,” kata Kemlu RI. Pemerintah Indonesia menyerukan agar semua pihak menjaga keselamatan dan integritas wilayah Lebanon, serta menghentikan serangan yang merugikan masyarakat sipil.

Konflik Berdampak pada Daerah Perbatasan

Diplomasi Lapangan: Penyerangan Israel di Koridor Gaza memicu perluasan konflik Timur Tengah sejak pekan lalu. Kebutuhan perdamaian di wilayah perbatasan Israel-Lebanon kembali terancam setelah Hizbullah menyerang Israel sebagai tanggapan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Situasi konflik memanas setelah serangan gabungan AS dan Israel di Teheran, yang berujung pada kematian tokoh penting tersebut. Hizbullah menyatakan bahwa perang kali ini kemungkinan besar menjadi pertempuran terakhir melawan Israel, sambil menyiapkan strategi untuk menghadapi serangan berkepanjangan.

“Hizbullah siap melawan Israel hingga akhir, dan hasil perang ini akan menentukan apakah mereka berhenti atau menciptakan situasi baru yang bisa mengakibatkan penarikan Israel dari Lebanon,” kata sumber dari Hizbullah kepada AFP.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *