Penampakan Gedung-Gedung Hancur Berantakan-2 Kota di Iran Dibombardir

Penampakan Gedung-Gedung Hancur Berantakan: 2 Kota di Iran Dibombardir

Tim relawan dari Bulan Sabit Merah Iran sedang berusaha keras untuk menemukan para korban yang diduga masih terperangkap di bawah sisa-sisa bangunan setelah serangan udara besar yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel menghantam ibu kota Teheran serta kota Qom, Jumat (27/3/2026). Sementara itu, petugas penyelamat bekerja di tengah puing-puing yang menutupi kota-kota tersebut, fokus pada evakuasi dan penanganan darurat bagi warga yang terkena dampak.

“Jumlah korban yang terluka masih dalam proses penghitungan karena evakuasi terus berlangsung di lokasi yang rusak,” ujar Wakil Gubernur Qom kepada Kantor Berita Fars.

Sejumlah tiga rumah tinggal di Qom menjadi sasaran serangan, mengakibatkan setidaknya enam warga tewas, menurut laporan media lokal. Ledakan besar juga terjadi di Teheran setelah militer Israel menargetkan infrastruktur kepemimpinan Iran di pusat kota. Suara ledakan terus terdengar sepanjang malam, dengan sistem pertahanan udara Iran aktif menghadapi serangan tersebut.

Selain Teheran dan Qom, serangan rudal juga mengenai kompleks perumahan di Urmia. Direktur Jenderal Manajemen Krisis Provinsi Azerbaijan Barat, Hamed Saffari, menyebut empat bangunan hancur total, dengan sejumlah korban tewas dan terluka akibat serangan tersebut.

Korban jiwa terus meningkat dalam waktu singkat. Wakil Menteri Kesehatan Iran, Ali Jafarian, mengungkapkan bahwa total 1.937 orang tewas dan hampir 25.000 orang terluka selama perang berlangsung. Di antaranya, 240 perempuan dan 212 anak-anak menjadi korban.

Adapun rentetan serangan udara juga dilaporkan terjadi di Karaj dan kompleks industri Isfahan. Koresponden Al Jazeera mengatakan situasi di Iran belum menunjukkan tanda-tanda penurunan, sementara jutaan warga terus mengungsi untuk mencari perlindungan.

Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) memperingatkan bahwa rakyat Iran kini mengalami kelelahan dan trauma berat akibat perang yang berlangsung lama. Kepala NRC, Jan Egeland, menjelaskan bahwa tim kemanusiaan bekerja dalam kondisi berbahaya setiap hari untuk membantu keluarga yang kehilangan tempat tinggal.

Ketegangan masih belum menemui titik terang. Iran meminta henti serangan terhadap kepemimpinannya, kompensasi miliaran dolar, serta jaminan keamanan di Selat Hormuz. Dewan Keamanan PBB telah menjadwalkan konsultasi tertutup di New York. Namun, kekhawatiran eskalasi konflik semakin membesar, terutama di wilayah Teluk dan Lebanon, dimana serangan drone serta invasi darat Israel terus memicu ketakutan.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar diatas untuk daftar donor darah

Sumber: Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *