Tren

Studi: Ghosting Lebih Menyakitkan dari Penolakan Langsung – Dampaknya Bisa Lebih Lama

Temuan Baru: Ghosting Menyebabkan Dukacita Lebih Mendalam daripada Penolakan Langsung Menurut penelitian terbaru, tindakan ghosting—yaitu mengakhiri hubungan dengan memutus komunikasi secara mendadak tanpa penjelasan—ditemukan lebih menyakitkan dibandingkan penolakan langsung. Studi ini mengungkap bahwa trauma emosional akibat ghosting bertahan…

Desk Tren
Published 30/03/2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Temuan Baru: Ghosting Menyebabkan Dukacita Lebih Mendalam daripada Penolakan Langsung

Menurut penelitian terbaru, tindakan ghosting—yaitu mengakhiri hubungan dengan memutus komunikasi secara mendadak tanpa penjelasan—ditemukan lebih menyakitkan dibandingkan penolakan langsung. Studi ini mengungkap bahwa trauma emosional akibat ghosting bertahan lebih lama, terlepas dari jenis kelamin individu.

Pengaruh Ketidakjelasan dalam Komunikasi

Ketika seseorang menghilang tiba-tiba tanpa memberikan alasan, orang yang ditinggalkan sering merasa bingung dan sulit memahami peristiwa tersebut. Ketidakpastian ini memperlambat proses pemulihan emosional, meski kedua metode penolakan—ghosting dan penolakan langsung—secara umum memicu perasaan negatif yang sama.

Temuan ini didukung oleh penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Computers in Human Behavior pada November 2025. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kejelasan dalam penolakan membantu seseorang mengatasi situasi lebih cepat, sedangkan ghosting meninggalkan rasa tidak tahu arah yang berpotensi memperpanjang kerusakan psikologis.

Metode Penelitian: Eksperimen dengan Catatan Harian

Untuk membandingkan dampak ghosting dan penolakan langsung, para peneliti dari University of Milano-Bicocca melakukan dua eksperimen berbasis catatan harian. Peserta diminta berinteraksi dengan asisten peneliti melalui aplikasi Telegram selama 15 menit sehari, selama enam hari berturut-turut.

Dalam tiga hari pertama, komunikasi berjalan normal dengan topik sehari-hari. Setelah itu, skenario diubah: sebagian peserta tetap berbicara seperti biasa, sebagian menerima penolakan langsung, sementara lainnya mengalami ghosting karena lawan bicara tiba-tiba berhenti merespons. Hasil menunjukkan bahwa penolakan langsung memberikan kejelasan yang mempercepat pemulihan emosional.

Keterbatasan dan Rekomendasi

Studi ini menegaskan pentingnya kejelasan dalam mengakhiri hubungan, tetapi masih memiliki batasan. Eksperimen dilakukan dalam lingkungan terkontrol dengan hubungan singkat, sehingga tidak sepenuhnya merepresentasikan dinamika hubungan jangka panjang yang lebih kompleks. Penelitian lanjutan dibutuhkan untuk memahami efek jangka panjang dari ghosting dalam konteks sosial yang lebih luas.

Meski begitu, hasil penelitian menyoroti bahwa ketidakjelasan dalam komunikasi memperparah rasa ditolak. Fenomena ghosting semakin umum karena kemajuan teknologi media sosial dan platform kencan, yang memungkinkan interaksi cepat namun juga akhir hubungan yang tiba-tiba.

Aisyah Lestari

Aisyah Lestari adalah penulis dan praktisi kegiatan sosial yang telah terlibat dalam berbagai program penggalangan dana dan distribusi bantuan sejak 2016. Ia aktif bekerja sama dengan komunitas lokal dalam penyaluran donasi untuk pendidikan, kesehatan, dan bencana alam. Melalui pengalamannya di lapangan, Aisyah memahami langsung tantangan dalam memastikan donasi tepat sasaran. Tulisan-tulisannya berfokus pada panduan donasi terpercaya, transparansi bantuan, serta cara berdonasi yang aman dan berdampak nyata bagi penerima manfaat.

Leave a Comment