Paus Leo pimpin Jalan Salib di Colosseum Roma

Paus Leo pimpin Jalan Salib di Colosseum Roma

Roma, 3 April – Dalam perayaan Jumat Agung Paskah, Paus Leo XIV memimpin ratusan ribu jemaat Katolik melakukan ibadah Jalan Salib di Colosseum, Roma. Kegiatan ini menandai perjalanan spiritual yang berlangsung di tempat bersejarah ini, di mana ribuan umat mengikuti tradisi membawa salib sepanjang Via Crucis. Sebanyak 30 ribu orang turut serta dalam perayaan tahun ini, yang menjadi kesempatan bagi Gereja untuk mengenang penderitaan dan kematian Yesus di Golgota.

Selama 14 Pemberhentian

Setiap tahun, Paus dan umat Katolik berkumpul di lokasi bersejarah ini untuk mengikuti empat belas pemberhentian dalam Jalan Salib. Kegiatan ini berupaya menggambarkan perjalanan sengsara Yesus, sekaligus mengajak jemaat untuk merenungkan makna pengorbanan-Nya. Selain itu, Paus Leo XIV kembali melanjutkan tradisi yang pernah diperkenalkan oleh Paus Yohanes Paulus II, yang sebelumnya menjalankan ritual ini selama 14 tahun.

“Jalan Salib bukan hanya untuk umat yang hidup saleh atau cenderung renungan abstrak. Ini adalah cara agar iman, harapan, dan kasih diwujudkan dalam dunia nyata,” kata Pastor Francesco Patton, penyusun meditasi Jalan Salib.

Meditasi yang ditulis oleh Paus Fransiskus, mantan kepala Gereja, diadopsi tahun lalu. Namun, saat itu perayaan Jumat Agung dipimpin oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Roma, Baldassarre Reina, karena Paus Fransiskus sedang dalam masa pemulihan kesehatan. Kali ini, partisipasi langsung Paus Leo XIV dianggap sebagai bentuk penekanan kuat akan solidaritas Gereja terhadap penderitaan umat manusia.

Pastor Patton juga mengingatkan dalam setiap pemberhentian bahwa manusia sering kali menyombongkan kekuasaan dan rentan tergoda untuk menyalahgunakan. Ia menyoroti bagaimana sistem otoriter, media yang tidak peduli, dan keingintahuan berlebihan bisa merendahkan martabat manusia. Di akhir perjalanan, Paus berdoa agar umat Kristiani dapat menjalani kehidupan sebagai bagian dari persekutuan kasih yang semakin dalam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *