Hasil Pertemuan: Mentan sebut geliat petani sawit naik seiring CPO untuk program B50
Mentan: Kenaikan Produksi Petani Sawit Dipicu Kebijakan B50
Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa produktivitas para petani sawit di Indonesia mengalami peningkatan signifikan, terutama seiring penerapan program mandatori Biodiesel 50 (B50) yang dimulai pada 1 Juli 2026. Dalam wawancara pasca-rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, ia menjelaskan bahwa kebijakan ini membawa dampak positif pada ketahanan energi nasional dan sektor perkebunan.
Kebijakan B50 Mengurangi Ketergantungan pada Impor Solar
Kebijakan pengalihan sebagian crude palm oil (CPO) untuk kebutuhan energi dalam negeri, sekitar 5,3 juta ton, diharapkan mampu menghentikan impor solar tahun ini. Dengan langkah ini, Indonesia bisa memanfaatkan sumber daya lokal untuk memenuhi kebutuhan energi, sekaligus menurunkan volume ekspor CPO dari 26 juta ton menjadi 21 juta ton, menurut rencana awal.
“Kita menggunakan CPO sendiri untuk solar biofuel B50. Hasilnya, setelah menghentikan impor solar dan mengurangi ekspor CPO, produksi petani kita justru naik 6 juta ton,” ujar Mentan.
Kondisi Geopolitik Memengaruhi Kenaikan Ekspor
Kondisi geopolitik global yang tidak stabil justru memperkuat efek kebijakan ini. Harga komoditas perkebunan naik tinggi, sehingga petani meningkatkan hasil panen dan memanfaatkan peluang pasar secara optimal. Akibatnya, ekspor CPO Indonesia mencapai 32 juta ton, meningkat drastis dibandingkan sebelumnya.
Manfaat Ekonomi dan Kemandirian Energi
Mentan menambahkan, kebijakan B50 memberikan manfaat ekonomi berupa penghematan devisa sektor pertanian sebesar Rp160 triliun, serta pengurangan impor solar sekitar Rp41 triliun. Selain itu, langkah ini mendukung kemandirian energi nasional dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri. “Ini memberi keuntungan berlapis: negara menghemat pengeluaran impor, petani mendapat harga lebih baik, dan energi domestik semakin mandiri,” jelasnya.
Peningkatan Produksi Seiring Kenaikan Harga Global
Dengan kenaikan harga CPO global, petani sawit bergerak lebih aktif meningkatkan produktivitas melalui perawatan yang lebih intensif. Hasilnya, produksi nasional meningkat 6 juta ton dalam periode tersebut, yang berdampak pada peningkatan ekspor. “Kebijakan B50 tidak mengurangi kinerja ekspor, justru memperkuatnya,” tutur Mentan.
Ketahanan Domestik Sebelum Ekspor
Mentan juga menegaskan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan dalam negeri, seperti pasokan energi dan bahan pangan, sebelum menyalurkan kelebihan produksi untuk ekspor. Ia menyatakan bahwa keberhasilan B50 telah terwujud nyata, sehingga kekhawatiran mengenai pasokan dinilai tidak berdasar. “Program ini bukan sekadar rencana, tapi telah terealisasi secara maksimal,” tegasnya.

