Hasan Nasbi Jadi Penasihat Presiden Bidang Komunikasi – Karding Jadi Kepala Barantin
Hasan Nasbi Jadi Penasihat Presiden Bidang Komunikasi, Karding Jadi Kepala Barantin
Pelantikan Pemimpin Baru di Lingkungan Pemerintahan
Pelantikan dua posisi strategis di lingkungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (27/4/2026). Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tamu undangan yang turut mengikuti prosesi resmi. Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo Subianto secara langsung melantik Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, sementara Abdul Kadir Karding diangkat sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin). Kedua posisi tersebut dianggap penting dalam mengarahkan kebijakan pemerintahan serta memperkuat komunikasi dengan masyarakat.
Proses pelantikan dimulai dengan pembacaan sumpah jabatan yang menjadi bagian dari upacara resmi. Prabowo Subianto membacakan sumpah tersebut secara langsung, dengan para pejabat yang dilantik mengikuti setiap kalimatnya. Di sela-sela acara, Presiden juga menjelaskan peran penting yang akan diambil oleh kedua individu ini dalam mendukung visi dan misi pemerintahannya. “Peran mereka akan menjadi pilar dalam membangun koordinasi yang lebih efektif antarlembaga serta mendorong transparansi dalam penyampaian informasi ke publik,” ujarnya sebelum memulai pembacaan sumpah.
Hasan Nasbi, yang ditunjuk sebagai Penasihat Khusus Bidang Komunikasi, memiliki pengalaman luas dalam dunia media dan pemerintahan. Sebelumnya, ia tercatat sebagai tokoh yang aktif dalam menyuarakan ide-ide konservatif di Indonesia, khususnya dalam konteks penyampaian pesan kebijakan melalui media massa. Dalam peran barunya, Nasbi diharapkan dapat menjadi jembatan antara pemerintah dengan rakyat, terutama dalam menghadapi tantangan komunikasi yang semakin kompleks di era digital. Sementara itu, Abdul Kadir Karding, yang menjabat sebagai Kepala Barantin, memiliki latar belakang sebagai ahli di bidang kesehatan masyarakat dan pengendalian penyakit. Karding dipercaya untuk mengelola fungsi karantina dalam konteks pembatasan mobilitas dan pengawasan kesehatan yang lebih ketat, sesuai dengan kebutuhan saat ini.
“Demi Allah saya bersumpah. Bahwa saya akan setia kepada UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara. Bahwa saya, dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dengan penuh rasa tanggung jawab,” kata Prabowo Subianto saat membacakan sumpah jabatan yang diikuti oleh kedua pejabat yang baru dilantik.
Proses pelantikan ini juga menjadi momentum untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kapasitas manajemen kebijakan. Kepala Badan Karantina Indonesia, sebelumnya bernama Badan Karantina Pertanian, kini diubah menjadi Barantin yang lebih luas cakupannya, mencakup pengendalian penyakit, keamanan pangan, dan kesehatan lingkungan. Dengan adanya Karding, diharapkan kebijakan karantina dapat lebih terarah dalam menghadapi ancaman global seperti pandemi atau perubahan iklim yang memengaruhi kesehatan masyarakat.
Pada sisi komunikasi, Hasan Nasbi ditugaskan untuk memastikan kebijakan pemerintahan disampaikan secara jelas, akurat, dan sesuai dengan target audiens. Dalam perannya, ia akan bekerja sama dengan tim media dan lembaga penyiaran untuk membangun narasi yang konsisten dan meningkatkan kredibilitas pemerintahan. Prabowo Subianto menekankan bahwa kehadiran Nasbi tidak hanya untuk menjaga hubungan dengan media, tetapi juga untuk memastikan masyarakat lebih paham tentang kebijakan yang diambil. “Komunikasi yang baik adalah kunci untuk membangun kepercayaan publik,” tambahnya dalam pidato singkatnya.
Dalam konteks pemerintahan, keberadaan penasihat khusus seperti Nasbi dan Karding menunjukkan upaya memperkuat struktur manajemen yang lebih spesialisasi. Hasan Nasbi, yang memiliki latar belakang sebagai pengusaha dan tokoh media, akan fokus pada penyampaian pesan kebijakan yang berdampak luas. Sementara Abdul Kadir Karding, dengan pengalaman di bidang kesehatan dan logistik, diharapkan dapat mengelola fungsi Barantin secara profesional. Pelantikan ini juga menggambarkan kebijakan pemerintahan yang berorientasi pada efisiensi dan kejelasan tugas, sesuai dengan pandangan Prabowo Subianto tentang kepemimpinan.
Selama pelantikan, suasana di Istana Negara dipenuhi oleh aura keharmonisan dan keseriusan. Prabowo Subianto memastikan bahwa semua proses berjalan lancar, termasuk dalam pembacaan sumpah jabatan yang diikuti oleh para pejabat. “Sumpah ini bukan hanya bentuk formal, tetapi juga komitmen untuk menjalankan tugas dengan integritas dan keberanian,” ujarnya dalam pidato singkat. Proses ini sekaligus menegaskan bahwa kedua individu ini akan menjadi bagian dari tim kerja yang solid, terutama dalam menghadapi tantangan politik dan ekonomi yang kompleks.
Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, dikenal sebagai tokoh yang berpengalaman dalam manajemen krisis. Sebelumnya, ia pernah menjadi anggota tim penangani wabah penyakit di beberapa wilayah Indonesia, serta memiliki pengalaman dalam pengaturan logistik yang mendukung kebijakan nasional. Dengan jabatan baru ini, Karding diharapkan dapat menjadi pengambil kebijakan yang lebih responsif terhadap isu-isu kesehatan dan keamanan pangan. Sementara Hasan Nasbi, yang tercatat sebagai sosok yang aktif di bidang teknologi informasi, akan membawa perspektif modern dalam membangun komunikasi yang efektif.
Pelantikan ini juga menjadi bagian dari rencana strategis Prabowo Subianto untuk memperkuat sistem pemerintahan yang lebih transparan dan partisipatif. Dengan adanya penasihat khusus, Presiden berharap dapat meningkatkan koordinasi antarlembaga, serta mempercepat implementasi kebijakan. “Penasihat khusus ini adalah elemen yang diperlukan untuk memastikan setiap langkah pemerintahan memiliki basis data yang kuat dan analisis yang mendalam,” jelas Prabowo dalam pidato peresmian jabatan tersebut.
Pada acara pelantikan, Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa keberadaan kedua individu ini akan menjadi aset berharga bagi kebijakan masa depan. Hasan Nasbi akan fokus pada pengelolaan narasi kebijakan, sementara Abdul Kadir Karding menangani tugas administratif dan teknis di Barantin. Dengan kombinasi kedua peran tersebut, pemerintahan diharapkan dapat merespons dinamika sosial dan politik dengan lebih cepat dan terarah. “Dukungan mereka akan membantu menjaga stabilitas dan kesinambungan program-program prioritas,” pungkas Prabowo.
Sebagai tambahan, acara pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi yang turut berperan dalam memperkuat kemitraan pemerintah dengan masyarakat. Upacara berlangsung sekitar dua jam, termasuk sesi tanya jawab antara Presiden dengan para pejabat yang baru dilantik. Dalam sesi tersebut, beberapa pertanyaan terkait visi kebijakan dan tantangan di masa depan dibahas secara terbuka. “Saya yakin dengan keterlibatan mereka, pemerintahan akan lebih terbuka dan mampu merespons kebutuhan rakyat,” kata salah satu peserta acara.
Pelantikan kedua pejabat ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan perubahan struktur dalam kebijakan pemerintahan. Prabowo Subianto menegaskan bahwa keberadaan Penasihat Khusus Bidang Komunikasi akan menjadi pengarah utama dalam menyampaikan pesan kebijakan ke publik, sementara Karding akan memastikan fungsionalitas Barantin dalam mengawasi kesehatan dan keamanan
