Latest Program: Dukung Talenta Muda Bidang Maritim, PTK Gelar Goes to Campus di Makassar

Dukung Talenta Muda Bidang Maritim, PTK Gelar Goes to Campus di Makassar

Latest Program – Dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pelayaran, PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) mengadakan serangkaian kegiatan Goes to Campus di Makassar. Acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam kepada para pelajar di bidang maritim, khususnya mengenai aspek-aspek penting dalam operasional kapal dan perkembangan industri pelayaran global. PTK, sebagai salah satu perusahaan pelat merah yang berperan signifikan dalam pengembangan sektor transportasi laut, menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan berkelanjutan untuk memastikan generasi muda mampu bersaing di era digital saat ini.

Aktivitas yang Berdampak Luas

Kegiatan ini bukan sekadar seminar, melainkan bagian dari strategi TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) PTK dalam mendukung keberlanjutan industri maritim. Dalam wawancara eksklusif, Komisaris Utama PTK, Subagjo H Moeljanto, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan di lingkungan akademik bertujuan untuk membangun jembatan antara dunia pendidikan dan praktik industri. “Kami ingin menciptakan kesadaran di kalangan taruna tentang tantangan dan peluang yang ada di sektor maritim,” kata Subagjo dalam keterangan resmi yang diterbitkan Kamis (30/4/2026).

“Kini, industri pelayaran tidak lagi hanya berfokus pada kecepatan atau kekuatan kapal, tetapi juga pada kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan kerja. Taruna yang memahami HSSE akan menjadi aset berharga bagi perusahaan maupun negara,” jelas Subagjo.

Dalam kesempatan tersebut, ia bersama seluruh anggota Dewan Komisaris turut berperan dalam mengawasi pelaksanaan program ini. Upaya ini juga sejalan dengan visi PTK untuk menghadirkan inovasi di bidang pelayaran, termasuk penggunaan teknologi canggih dalam operasional kapal dan manajemen risiko. Dengan mengunjungi kampus-kampus, PTK ingin memberikan wawasan praktis serta memotivasi para pelajar untuk berpikir kritis dan adaptif terhadap perubahan dunia kerja.

Kolaborasi dengan Institusi Pendidikan

Salah satu acara utama PGTC (Program Goes to Campus) dilaksanakan di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar pada Selasa (28/4). Di sana, ratusan mahasiswa dan calon pelaut yang hadir mendapatkan pembelajaran mendalam mengenai berbagai aspek keamanan dan keselamatan kapal, serta gambaran tentang industri maritim di tingkat internasional. Narasumber yang hadir, Capten Costantinus Fatlolon dan Capten Sofyani Faisol, menjelaskan bagaimana pendekatan modern dalam pelayaran bisa meningkatkan efisiensi, mengurangi risiko, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai bagian dari upaya ini, PTK juga mengadakan acara serupa di Politeknik Pelayaran Barombong, Makassar, pada Rabu (29/4). Kedua institusi tersebut dipilih karena memiliki reputasi sebagai pusat pelatihan maritim yang berkualitas. PTK mengharapkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan akademik para taruna, tetapi juga menjadi wadah untuk berdiskusi tentang isu-isu terkini yang menggerakkan transformasi industri pelayaran, seperti digitalisasi, keberlanjutan lingkungan, dan integrasi teknologi.

“Digitalisasi di industri maritim kini sudah mencapai tingkat yang sangat pesat. Pelaut harus terus mengembangkan pengetahuan mereka, tidak hanya memahami standar tetapi juga berpikir lebih luas lagi untuk bisa mengikuti kemajuan jaman dan teknologi digital,” tambah Komisaris PTK, Hartanto.

Hartanto menambahkan bahwa keberhasilan sektor maritim tidak hanya bergantung pada keahlian teknis, tetapi juga pada kemampuan mengelola risiko secara efektif. Ia menyoroti pentingnya pendidikan yang berbasis pada praktik nyata, sehingga lulusan bisa langsung berkontribusi pada industri setelah menyelesaikan studi. “Dengan membangun hubungan yang erat dengan institusi pendidikan, kami yakin akan muncul generasi baru yang lebih siap menghadapi dinamika global,” ujarnya.

Pojok LiteraSea: Sarana Belajar Modern

Selain menyampaikan materi tentang HSSE, PTK juga meresmikan fasilitas ‘Pojok LiteraSea’ di PIP Makassar. Fasilitas ini merupakan ruang belajar digital yang dirancang untuk meningkatkan akses para taruna terhadap sumber belajar berkualitas. Pojok LiteraSea dilengkapi dengan modul pembelajaran interaktif, database industri maritim terkini, dan platform diskusi yang bisa diakses kapan saja. “Ini adalah inisiatif untuk membantu para pelajar mengembangkan keterampilan digital yang menjadi dasar kemajuan karier mereka di masa depan,” jelas Hartanto.

Program Pojok LiteraSea juga berfokus pada pengembangan keahlian berbasis teknologi, seperti manajemen data, penggunaan sistem navigasi modern, dan pemahaman tentang peraturan internasional. Hartanto menekankan bahwa keahlian ini tidak hanya penting untuk operasional kapal, tetapi juga untuk mendorong inovasi di seluruh rantai industri maritim. “Kami ingin Taruna-taruni tidak hanya menjadi operator, tetapi juga pemimpin dalam perubahan-perubahan yang sedang terjadi,” imbuhnya.

Kegiatan Goes to Campus di Makassar menjadi contoh nyata dari komitmen PTK untuk menghadirkan pendidikan berkualitas kepada masyarakat. Dengan menggabungkan pendekatan akademik dan praktis, PTK berharap bisa membantu para pelajar maritim membangun fondasi yang kuat untuk berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dan keberlanjutan lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menjaring talenta-talenta muda yang memiliki semangat untuk berinovasi dan beradaptasi dengan cepat di dunia kerja yang semakin kompetitif.

Menurut Subagjo, pendidikan maritim yang diberikan saat ini harus lebih dari sekadar teori. “Kami ingin para taruna tidak hanya paham tentang teknik kapal, tetapi juga memiliki wawasan menyeluruh mengenai ekosistem industri, mulai dari aspek kesehatan hingga lingkungan. Ini akan memastikan mereka siap menghadapi tantangan di masa depan,” tuturnya. Dalam konteks globalisasi, ia menegaskan bahwa PTK tidak hanya fokus pada pelayaran domestik, tetapi juga mengupayakan kolaborasi dengan institusi internasional untuk memperluas wawasan para pelajar.

Dengan adanya dua acara Goes to Campus di Makassar, PTK menunjukkan bahwa pendekatan edukasi berbasis kegiatan langsung adalah cara yang efektif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program ini juga memperkuat hubungan antara perusahaan dan institusi pendidikan, yang selama ini menjadi kunci dalam pengembangan sektor pelayaran. Dalam era di mana teknologi menjadi penentu utama pertumbuhan industri, PTK berupaya menjadi mitra strategis dalam menghasilkan pelaut yang kompeten, berwawasan global, dan mampu beradaptasi dengan perubahan jaman.

Subagjo menutup wawancaranya dengan mengharapkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *