New Policy: Pengumuman! Tidak Ada CFD di Jalan Rasuna Said Minggu Pagi Ini

Pengumuman! Pelaksanaan CFD di Jalan Rasuna Said Ditunda Sementara

New Policy – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengumumkan bahwa pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said akan ditunda sementara pada Minggu pagi ini. Kebijakan ini diambil setelah evaluasi terhadap penyelenggaraan CFD perdana di koridor tersebut pada pekan lalu. Hasil evaluasi tersebut menunjukkan beberapa kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum penyelenggaraan kembali dilakukan.

Evaluasi yang Menjadi Dasar Penundaan

Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, penyelenggaraan CFD di Jalan Rasuna Said pada 10 Mei 2026 menyisakan beberapa catatan penting. Masalah utama yang ditemukan meliputi ketidaktercukupan titik putar di kedua sisi koridor, serta belum adanya pembatasan jalur untuk bus Transjakarta. Selain itu, masih ditemukan aktivitas parkir liar di beberapa titik strategis, yang mengganggu alur lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan.

Keberadaan pedagang kecil dan menengah (UMKM) di area tersebut juga dinilai perlu diperbaiki, karena lokasi dagang terkadang mengisi badan jalan hingga menyulitkan pergerakan pejalan kaki dan pengendara. Proyek pengerjaan jalan di rute alternatif juga dianggap sebagai penyebab utama terjadinya kemacetan, terutama di jam sibuk.

Kondisi Jalan dan Penggunaan Lajur Bus

Syafrin menambahkan bahwa selain itu, ada perbedaan tinggi rendah pada permukaan jalan setelah pembongkaran tiang monorel. Hal ini menimbulkan tantangan bagi para pelari dan sepeda yang melewati kawasan tersebut. Selain itu, daerah Plaza Festival di sekitar koridor tetap menjadi titik penumpukan masyarakat, yang menurutnya perlu dikelola lebih baik.

Menurut Syafrin, semua kendala tersebut akan ditindaklanjuti oleh tim kerja CFD lintas perangkat daerah. Ia juga menyatakan bahwa pihaknya sedang menyiapkan dasar hukum yang lebih kuat untuk menjamin pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan HR Rasuna Said bisa berjalan terstruktur.

Manfaat yang Tetap Terlihat Meski Tunda

Syafrin menegaskan bahwa hasil evaluasi menunjukkan bahwa CFD tetap memberi manfaat signifikan bagi masyarakat. Salah satunya adalah sebagai alternatif ruang olahraga dan ruang publik yang nyaman di tengah kota. Menurutnya, kualitas udara di sekitar koridor juga meningkat selama pelaksanaan HBKB, dibandingkan pada hari kerja.

Lebih lanjut, keberadaan CFD di Jalan Rasuna Said terbukti mampu mengurangi kepadatan pengunjung di kawasan Sudirman-Thamrin. Data dari Dishub DKI menunjukkan bahwa jumlah pengunjung pada 3 Mei 2026 mencapai 29.256 orang, sedangkan pada 10 Mei 2026, angka tersebut turun menjadi 13.759 orang, atau berkurang sekitar 52,97%. “Kondisi ini menunjukkan bahwa HBKB di Rasuna Said bisa memecah penumpukan masyarakat di Sudirman-Thamrin, sehingga aktivitas warga lebih tersebar,” tambahnya.

Persiapan untuk Pelaksanaan Kembali

Menurut Syafrin, keputusan untuk menunda CFD merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan fasilitas pendukung dan mengatur kegiatan masyarakat agar lebih efisien. “Perbaikan fasilitas pendukung dan pengaturan kegiatan masyarakat akan dilakukan agar pelaksanaan HBKB di Rasuna Said berlangsung lebih aman, nyaman, dan tertib,” kata Syafrin dalam keterangan yang diterima, Sabtu (16/5/2026).

Sebagai langkah penguatan, Pemprov DKI juga berencana menggelar HBKB kembali di Jalan HR Rasuna Said mulai bulan Juni 2026. Jadwal pelaksanaan diatur pada hari Minggu pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Syafrin mengatakan bahwa perubahan jadwal ini bertujuan untuk memberikan waktu yang lebih baik bagi pengaturan infrastruktur dan kegiatan yang akan dijalankan.

Dalam penjelasannya, Syafrin juga menyoroti pentingnya perbaikan infrastruktur sebelum penyelenggaraan CFD diulang. Ia menyebut bahwa penataan kawasan sekitar, khususnya di Plaza Festival, masih memerlukan penyesuaian agar tidak menjadi hambatan bagi masyarakat yang ingin menggunakan ruang publik untuk kegiatan sehari-hari.

Respon Masyarakat dan Harapan Ke depan

Penundaan CFD di Jalan HR Rasuna Said mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Beberapa pengguna jalan menyatakan bahwa keberadaan CFD membantu mengurangi polusi udara dan memberikan ruang yang lebih nyaman untuk berjalan kaki dan bersepeda. Namun, ada juga yang merasa kecewa karena aktivitas pasar yang terkadang mengganggu alur lalu lintas.

Syafrin berharap dengan evaluasi dan perbaikan yang dilakukan, CFD dapat menjadi lebih efektif dan memberi manfaat maksimal bagi seluruh lapisan masyarakat. “Kita ingin memastikan bahwa HBKB menjadi bagian dari solusi untuk mengurangi kemacetan dan memperbaiki lingkungan sekitar,” jelasnya.

Analisis Pemprov DKI Jakarta

Pemprov DKI Jakarta menegaskan bahwa kebijakan penundaan CFD di Jalan HR Rasuna Said adalah langkah sementara. Dengan demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus memperbaiki semua aspek yang diperlukan agar kegiatan tersebut bisa dijalankan secara optimal. Evaluasi ini juga menjadi dasar untuk menyiapkan payung hukum yang lebih jelas sebagai dasar pelaksanaan HBKB di wilayah tersebut.

Menurut Syafrin, masalah utama yang ditemukan berkaitan dengan fasilitas pendukung dan pengaturan ruang. Dengan adanya titik putar yang lengkap, pembatasan jalur untuk Transjakarta, serta penataan UMKM yang lebih terarah, diharapkan kegiatan HBKB bisa berjalan tanpa hambatan. Selain itu, penyesuaian tinggi rendah permukaan jalan akan menjadi prioritas utama agar pengguna jalan bisa bergerak dengan lebih nyaman.

Kebijakan penundaan ini tidak berarti mengabaikan manfaat dari CFD. Pemprov DKI Jakarta tetap melihat bahwa kegiatan tersebut memberikan kontribusi positif terhadap kualitas hidup masyarakat, terutama dalam memperbaiki kondisi lingkungan dan memfasilitasi ruang publik. Dengan perbaikan yang terus dilakukan, Syafrin yakin HBKB di Jalan HR Rasuna Said akan menjadi alternatif yang lebih baik dalam jangka waktu tertentu.

“HBKB di Jalan HR Rasuna Said menambah alternatif ruang olahraga dan ruang publik bagi masyarakat. Hasil pengukuran kualitas udara di sekitar lokasi saat pelaks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *