Berita

Special Plan: Lansia di Jombang Bakar Toko Grosir karena Sakit Hati Diusir Pemilik

rena Sakit Hati Diusir Pemilik Special Plan - Kebakaran yang terjadi di sebuah toko grosir jajan di Dusun Gebangmalang, Desa Bandung, Kecamatan Diwek

Desk Berita
Published 24/05/2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Lansia di Jombang Bakar Toko Grosir karena Sakit Hati Diusir Pemilik

Special Plan – Kebakaran yang terjadi di sebuah toko grosir jajan di Dusun Gebangmalang, Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, memicu perhatian warga sekitar. Insiden ini terjadi pada Rabu (13/5/2026) dini hari, dengan api pertama kali terlihat sekitar pukul 02.28 WIB. Pemilik toko, Shofiyullah (52), tinggal di Dusun Tanggungan, Desa Bandung, yang berada di area yang sama. Kebakaran ini menimbulkan asap pekat yang mengganggu lingkungan sekitar, membuat warga langsung bergerak untuk mengambil tindakan.

Kasus kebakaran tersebut bermula dari peristiwa terjadi dua hari sebelumnya, Selasa (12/5/2026), saat NS, seorang lansia, pergi ke toko milik Shofiyullah untuk membeli bahan belanja. Menurut saksi, NS duduk di atas rak dagangan toko tersebut, yang terkesan menunjukkan kebiasaannya sering menghuni ruangan belanja. Karena duduk di tempat yang dianggap mengganggu, NS ditegur oleh pemilik toko hingga akhirnya diusir. Kebiasaan tersebut, dikatakan Dimas Robin Alexander, Kasat Reskrim Polres Jombang, memicu rasa sakit hati pada NS.

“Sehingga ditegur pemilik toko, lalu diusir. Dari situ tersangka merasa sakit hati,” kata AKP Dimas Robin Alexander dilansir detikJatim, Minggu (24/5/2026).

Berdasarkan pengakuan NS, peristiwa diusir itu menjadi awal dari keinginan untuk membalas dendam. Ia merencanakan pembakaran yang dilakukan pada Rabu (13/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, toko sudah tutup, dan NS membawa kain yang telah dilaburi solar sebagai alat untuk memulai api. Menurut Dimas, persiapan ini dilakukan secara diam-diam, dengan rasa marah yang terus membara.

Saat kebakaran terjadi, warga sekitar baru menyadari kejadian itu setelah melihat kepulan asap yang semakin besar. Api cepat merambat karena bahan-bahan yang disimpan di toko bersifat mudah terbakar. Meski toko berada di lokasi terpencil, tindakan NS menimbulkan dampak signifikan, dengan asap yang menyebabkan kepanikan di sejumlah area dekat. Pemilik toko, Shofiyullah, yang tinggal di Dusun Tanggungan, Desa Bandung, sempat terkejut saat melihat toko miliknya terbakar tanpa tahu penyebabnya.

Pasca kebakaran, polisi memeriksa rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa kebakaran tidak terjadi secara kebetulan. NS, yang juga tinggal di Desa Bandung, ditemukan sebagai pelaku utama. Menurut Dimas, bukti dari kamera pengawas membuktikan bahwa NS sengaja merencanakan aksinya untuk melampiaskan rasa tidak puas terhadap Shofiyullah.

“Lalu dini harinya tersangka melakukan pembakaran,” jelas Dimas.

Kasus ini menunjukkan bagaimana emosi yang terluka dapat memicu tindakan ekstrem. NS, seorang lansia, memilih cara membakar toko grosir sebagai bentuk protes atas perlakuan pemilik toko. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material mencapai ratusan juta rupiah, dengan barang dagangan dan peralatan toko hancur dalam api. Selain itu, kejadian ini juga mengganggu aktivitas warga sekitar, yang terpaksa bergerak cepat untuk mengendalikan situasi.

Kapolres Jombang menekankan bahwa investigasi terus berjalan untuk mengetahui apakah ada faktor lain yang memicu tindakan NS. Meski sebelumnya sudah terjadi peristiwa diusir di hari Selasa, kemungkinan adanya konflik sebelumnya di lokasi toko menambah intensitas kemarahan NS. Pemilik toko, Shofiyullah, dikenal sebagai warga yang ramah, sehingga tindakan membakar toko terasa tidak biasa.

Proses penyelidikan juga melibatkan warga sekitar yang menjadi saksi mata. Beberapa di antaranya menyatakan bahwa NS sering berinteraksi dengan pemilik toko, bahkan sering membantu mengatur barang dagangan. Tindakan diusir di hari Selasa menjadi titik awal dari perasaan tidak adil yang terus menyusup pikirannya. Selama dua hari, NS mempersiapkan perencanaan yang akhirnya berujung pada kebakaran.

Kasus ini menjadi contoh bagaimana perasaan sakit hati bisa mengarah pada keputusan yang berdampak besar. Meski NS adalah lansia yang umumnya dianggap tenang, kejadian ini menunjukkan bahwa emosi dan rasa dendam dapat memicu tindakan keras. Dalam wawancara dengan detikJatim, Dimas menekankan bahwa kebakaran terjadi secara sengaja, dengan alat yang sudah dipersiapkan rapi oleh pelaku.

Setelah proses investigasi selesai, NS kini dikenai tindakan hukum. Kasusnya sedang dalam penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan motif dan kemungkinan adanya pelaku lain. Namun, dari hasil rekaman CCTV, kebakaran dianggap sepenuhnya menjadi tanggung jawab NS. Kepolisian juga berharap kasus ini bisa menjadi pembelajaran bagi warga sekitar tentang pentingnya mengelola emosi secara bijak.

Dengan adanya kebakaran ini, masyarakat Desa Bandung mulai menyadari betapa rentannya bangunan di area pedesaan terhadap tindakan anarkis. Selain itu, kasus NS juga memicu perdebatan tentang perlakuan terhadap lansia yang bisa memicu konflik. Polres Jombang terus berupaya memastikan bahwa semua bukti yang ada diungkap secara jelas, agar keadilan bisa terwujud dalam kasus ini.

Aisyah Setiawan

Aisyah Setiawan memiliki latar belakang di bidang komunikasi digital dan telah menulis ratusan artikel terkait donasi online dan keamanan internet. Ia sering melakukan riset terhadap platform donasi digital serta tren perilaku donatur di Indonesia. Fokus utamanya adalah membantu masyarakat memahami cara memilih platform donasi terpercaya, menghindari penipuan, serta memanfaatkan teknologi untuk kegiatan berbagi secara aman dan efisien.

Leave a Comment