Lagi-Lagi Hoax Pocong Bikin Heboh di Depok
Topics Covered – Sebuah berita tentang pocong yang kembali menyebar secara viral membuat geger di Kota Depok, Jawa Barat. Setelah dilakukan pengecekan, kabar tersebut dinyatakan tidak benar alias hoax oleh pihak berwenang.
Hoax Pocong Berdampak di RT 04/RW 04
Menurut laporan yang dirangkum detikcom, sejumlah warga di wilayah Pasir Putih, Sawangan, Depok, sempat mempercayai kabar mengenai pocong yang diklaim mengelilingi area tersebut. Informasi ini bermula dari unggahan foto dalam grup WhatsApp RT yang menunjukkan penampakan makhluk tak bernyawa berdiri di depan pintu rumah salah satu warga. Foto tersebut segera menyebar ke berbagai kelompok, memicu kepanikan di kalangan masyarakat.
Dalam grup WA tersebut, para warga saling berbagi cerita tentang kemunculan pocong. Beberapa orang bahkan mengklaim bahwa makhluk tersebut pernah mendekati mereka dan meminta dibukakan talinya. Menurut pengakuan seorang warga, pengalaman tak terduga terjadi saat pocong mendekat, menyebabkan mereka mengalami kesurupan. “Saat itu, pocong mendekat dan berbicara kepadaku. Aku merasa kaget hingga bisa kehilangan kesadaran,” ujar salah satu saksi.
Polisi Langsung Tindak Lanjuti Hoax
Dugaan teror pocong di Pasir Putih, Sawangan, Depok, langsung direspons oleh polisi. Kapolsek Bojongsari Kompol Fauzan Thohari mengambil inisiatif untuk mengecek lokasi secara langsung. Setelah melakukan investigasi, petugas menyimpulkan bahwa berita mengenai pocong yang berkeliling adalah hoax.
Dalam wawancara dengan media, Kapolsek Bojongsari menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat untuk mengungkap kebenaran. “Kami sudah cek, bersama ketua RT setempat, dan berita tersebut adalah hoax,” kata Fauzan Thohari. Menurutnya, kejadian yang dianggap mistis tersebut ternyata tidak terbukti secara objektif. “Kami menemukan bahwa foto tersebut bukan gambar asli, melainkan hasil editan,” tambahnya.
Walkot Depok Sampaikan Peringatan
Berita hoaks pocong ini juga menjadi topik pembicaraan dalam pidato Wali Kota Depok Supian Suri saat upacara HUT ke-27 Kota Depok, Senin (27/4/2026). Ia menyampaikan pesan penting untuk masyarakat agar tidak lagi terus-menerus menggandakan rumor mistis.
“Saya minta tolong, jangan Depok terus di-bully dengan hal-hal yang sebenarnya sudah tidak ada,” ujar Supian Suri. Ia mengingatkan bahwa berbagai cerita seperti keranda terbang, babi ngepet, dan pocong keliling adalah hoaks yang tidak memiliki dasar fakta.
Dalam pidatonya, Supian Suri menyebutkan bahwa perubahan fisik Kota Depok, termasuk banyaknya area perumahan, membuat keberadaan pocong semakin langka. “Kemarin muncul hoax baru, bergentayangan pocong di Depok,” ujar mantan camat yang kini menjabat sebagai wali kota. “Tolong bantu kami untuk mengeliminir hoaks yang ada di Kota Depok.”
Supian Suri juga mengakui bahwa sebelumnya telah ada berbagai hoaks serupa yang menyebar di wilayah Depok. Ia menegaskan bahwa kabar-kabar tersebut tidak pernah terbukti dan hanya memperumit kehidupan warga. “Nggak ada keranda terbang di Kota Depok, nggak ada babi ngepet di Kota Depok. Nggak ada juga pocong keliling di Kota Depok,” sambungnya.
Hoax Pocong Kembali Menggema
Baru-baru ini, hoaks pocong kembali muncul, memicu kegairahan di beberapa wilayah Depok. Kali ini, berita mengenai pocong yang duduk di teras rumah warga di Tapos, Depok, menjadi viral. Foto yang beredar menunjukkan sosok putih yang disebut sebagai pocong sedang berada di depan bangunan sebuah rumah.
Menurut laporan, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (23/5/2026) pukul 01.00 WIB di Jalan Al Ikhlas, Jatijajar, Tapos. Warga mengunggah foto tersebut dengan caption yang menyebut bahwa pocong muncul di tengah malam. Pihak RT dan warga sekitar pun segera turun tangan untuk memverifikasi kebenaran informasi tersebut.
Kapolsek Cimanggis Kompol Jupriono mengatakan bahwa hasil pengecekan menunjukkan bahwa foto tersebut adalah editan. “Menurut keterangan dari Bapak Ustaz Agus Salim, bahwa kejadian foto yang beredar di medsos bahwa pocong sudah ketangkep itu tidak benar atau hoax,” ujar Jupriono. Ia menjelaskan bahwa foto aslinya adalah warga yang sedang duduk di teras musala menunggu waktu salat. “Itu adalah editan, menurut keterangan Ustaz Agus Salim, itu foto selesai salat Magrib sembari nunggu salat Isya ngobrol di teras musala. Namun, dengan orang yang tidak bertanggung jawab diedit ada pocongnya,” jelasnya.
Kontroversi Hoax di Media Sosial
Penyebaran hoaks pocong di Depok menunjukkan bagaimana kecepatan informasi dalam media sosial bisa mengubah persepsi masyarakat. Saat ini, berbagai platform seperti WhatsApp, Facebook, dan Instagram menjadi media utama untuk menyebarkan kabar tersebut. Bahkan, beberapa warga mengklaim melihat penampakan pocong sebelum polisi mengungkap kebenaran.
Dalam konteks ini, Kapolsek Bojongsari dan Kapolsek Cimanggis telah melakukan upaya memeriksa sumber-sumber informasi. Kedua petugas tersebut berkesimpulan bahwa semua kejadian yang dianggap ajaib adalah hasil dari manipulasi gambar. “Fakta menunjukkan bahwa pocong dalam berita ini adalah buatan manusia,” tegas Fauzan Thohari. Ia menambahkan bahwa warga yang mengunggah foto tersebut tidak melakukan pengecekan lebih lanjut sebelum menyebarkan berita.
Upaya Masyarakat dan Pemerintah untuk Memperbaiki Citra
Peristiwa ini memicu dialog antara masyarakat dan pemerintah Kota Depok. Setelah hoaks pertama dinyatakan tidak benar, polisi dan RT berupaya memberikan penjelasan yang jelas untuk mencegah penyebaran informasi yang salah. “Kami mau menyampaikan bahwa saat ini berita viral yang ada di medsos tentang pocong bahwa ini tidak benar,” ujar Ketua RT setempat. Ia menekankan pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan berita di ruang publik.
Sementara itu, Wali Kota Depok juga berharap agar masyarakat lebih kritis dalam mengevaluasi informasi. “Kota Depok sudah berubah, jadi tidak mungkin lagi ada pocong keliling,” ujar Supian Suri dalam pidatonya. Ia mengingatkan bahwa perubahan lingkungan fisik dan digital telah menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap cerita mistis. “Kami sudah memeriksa dan mengklarifikasi berbagai hoaks yang muncul,” tambahnya.
Mengapa Hoaks Pocong Terus Muncul?
Sejumlah ahli menyatakan bahwa hoaks pocong sering muncul karena keinginan masyarakat untuk mencari sensasi dan penghiburan dari kisah-kisah mistis. Selain itu, di tengah masa pandemi, banyak orang merasa kehilangan kepastian, sehingga lebih rentan terpengaruh oleh informasi yang menyebar cepat. “Hoaks seperti ini bisa memperkuat ketakutan masyarakat, terutama jika dibumbui dengan cerita yang dramatis,” kata seorang psikolog sosial.
Bahkan, adanya kekacauan di sejumlah daerah, seperti kejadian mistis di Pasir Putih, menjadi alasan bagi warga untuk mengaitkan wilayah Depok dengan berbagai fenomena unik. Dengan demikian, polisi dan pemerintah setempat terus berusaha memberikan klarifikasi agar masyarakat tidak terbuai oleh kebohongan yang berulang.
Kesimpulan dan Harapan
