Berita

Visit Agenda: Ratusan Rumah di Cijayanti Bogor Terendam Banjir, 456 Jiwa Terdampak

ah di Cijayanti Bogor Terendam Banjir, 456 Jiwa Terdampak Visit Agenda - Banjir yang menghantam wilayah Cijayanti, Kabupaten Bogor, pada hari Minggu

Desk Berita
Published 25/05/2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Ratusan Rumah di Cijayanti Bogor Terendam Banjir, 456 Jiwa Terdampak

Visit Agenda – Banjir yang menghantam wilayah Cijayanti, Kabupaten Bogor, pada hari Minggu (24/5/2026) menyebabkan ratusan rumah tergenang air. Fenomena ini terjadi akibat hujan deras yang berlangsung cukup lama, sehingga mengalirkan air kecil Kali Cijayanti ke pemukiman warga. Tinggi air banjir bervariasi, mulai dari 70 hingga 150 sentimeter, dan terjadi di beberapa titik. Jalaludin, staf kedaruratan dan logistik BPBD Kabupaten Bogor, memberikan keterangan tentang situasi tersebut.

Banjir Terjadi karena Hujan Lama

Menurut Jalaludin, intensitas hujan yang tinggi menjadi penyebab utama banjir di wilayah Cijayanti. Aliran air dari Kali Cijayanti meluap dan menggenangi pemukiman warga, yang terutama terjadi di area yang berdekatan dengan sungai tersebut. Banjir tersebut terjadi pada hari Minggu (24/5/2026) dan berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari masyarakat. Tinggi air yang berbeda-beda membuat beberapa rumah mengalami kerusakan berat, sementara yang lain hanya tergenang sedikit.

“Karena hujan dengan intensitas tinggi yang cukup lama, aliran Kali Cijayanti meluap dan berdampak ke pemukiman warga di wilayah tersebut. Tinggi air banjir bervariasi, mulai dari 70 hingga 150 sentimeter,” kata Jalaludin.

Dampak pada Rumah dan Warga

Jumlah total rumah yang terendam banjir mencapai 138 unit, yang tersebar di 9 RT di Desa Cijayanti. Meski banjir tidak menimbulkan korban jiwa atau luka, satu unit rumah mengalami ambruk dan penghuninya harus diungsikan. Banjir dilaporkan ke BPBD sekitar pukul 18.00 WIB, dan warga sekitar segera berupaya menangani situasi ini.

“Total keseluruhan sementara yang terdampak banjir 138 unit rumah, dihuni 138 KK atau 456 Jiwa,” ujar Jalaludin.

Dalam keterangan tambahan, Jalaludin menjelaskan bahwa satu rumah rusak berat, dengan penghuni bernama Ibu Enjuh. Bangunan yang ambruk tersebut termasuk dalam program rutilahu, yang merupakan rumah sederhana untuk masyarakat kurang mampu. Banjir terjadi di RT 03/01, dan saat ini penghuni yang terdampak telah mengungsi ke kediaman saudara mereka di alamat yang sama.

Respons dari BPBD dan Tim Gabungan

Setelah menerima laporan, tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Bogor serta tim gabungan langsung mendatangi lokasi. Mereka melakukan berbagai upaya untuk menangani situasi, termasuk penyedotan air menggunakan mesin. Selain itu, tim juga melakukan peninjauan ke lokasi dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Banjir yang terjadi kini mulai surut, dan sebagian besar warga sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Langkah yang dilakukan, di antaranya penyedotan air di lokasi terdampak banjir. Saat ini banjir sudah berangsur surut. Material lumpur dan air yang tergenang ke rumah sedang dibersihkan oleh warga dan tim gabungan,” imbuh Jalaludin.

Dalam proses penanganan, BPBD bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti kecamatan dan warga setempat, untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Meski banjir telah berangsur surut, upaya pembersihan dan pembersihan material masih berlangsung. Jalaludin menyebutkan bahwa warga juga aktif dalam membersihkan rumah mereka sendiri, terutama di area yang tidak terlalu tergenang.

Analisis dan Persiapan untuk Pengendalian Banjir

Banjir di Cijayanti menjadi peringatan bagi masyarakat sekitar tentang pentingnya persiapan menghadapi cuaca ekstrem. Wilayah tersebut sering menjadi titik rawan banjir karena letak geografisnya yang dekat dengan sungai. Jalaludin menambahkan bahwa pihak BPBD masih memantau kondisi air dan melakukan evaluasi dampak yang terjadi. Tim juga memberikan rekomendasi untuk peningkatan infrastruktur drainase di area tersebut.

Selain itu, Jalaludin mengungkapkan bahwa pihak BPBD sedang melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan akses bantuan yang memadai. Upaya ini dilakukan agar warga yang terdampak banjir tidak mengalami kesulitan berkehidupan. Banjir di Cijayanti juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dalam memperkuat sistem pengendalian bencana di masa depan.

Pengungsi dan Perbaikan Pasca-Banjir

Sebanyak 456 jiwa yang tinggal di 138 rumah terdampak banjir telah diungsikan ke tempat yang lebih aman. Pengungsi tersebut tinggal di kediaman keluarga saudara mereka, yang berada di alamat yang sama. Jalaludin menjelaskan bahwa kondisi kehidupan pengungsi masih stabil, dan pihak BPBD terus memberikan dukungan logistik. Sejumlah warga juga bersama-sama membersihkan material lumpur dan air yang masih tertinggal di sekitar lingkungan mereka.

Di sisi lain, pemerintah desa dan warga sekitar sedang berupaya mempercepat proses pemulihan. Beberapa titik yang tergenang air masih memerlukan pembersihan manual, sementara yang lain sudah dapat disterilisasi. Jalaludin menegaskan bahwa kesiapan tim pemulihan menjadi prioritas untuk memastikan warga bisa kembali beraktivitas normal secepat mungkin.

Menurut laporan, banjir di Cijayanti terjadi karena aliran air sungai yang meningkat tajam, yang dipicu oleh hujan deras yang terjadi selama beberapa hari. Fenomena ini menyebabkan air menggenangi pemukiman warga, terutama di bagian yang rendah. Jalaludin berharap langkah-langkah yang telah diambil dapat mencegah kejadian serupa di masa depan, dengan memperkuat sistem pengendalian air dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan bencana alam.

Langkah Selanjutnya dan Peringatan

Pihak BPBD terus melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan di Desa Cijayanti untuk mengantisipasi kemungkinan banjir kembali. Selain itu, tim juga berupaya memastikan bahwa semua rumah yang terdampak benar-benar dibersihkan dan siap untuk ditinggali kembali. Jalaludin menambahkan bahwa ada beberapa titik rawan di wilayah tersebut yang perlu diperbaiki, terutama sistem drainase yang tidak memadai.

“Banjir kini sudah mulai surut dan warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Namun, langkah-langkah pencegahan harus terus diambil agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Jalaludin.

Kondisi cuaca saat ini masih cenderung lembap, sehingga warga diimbau untuk tetap berhati-hati. Meski banjir sudah surut, air yang tersisa di tanah dan benda-benda masih berpotensi menyebabkan masalah kesehatan atau kerusakan lanjutan. Jalaludin menyatakan bahwa BPBD akan terus melakukan evaluasi dan memberikan laporan berkala kepada masyarakat serta pihak terkait.

Dalam

Budi Wibowo

Budi Wibowo memiliki pengalaman dalam manajemen organisasi sosial dan pengelolaan program donasi berbasis komunitas. Ia memahami pentingnya transparansi, akuntabilitas, dan kepercayaan dalam kegiatan penggalangan dana. Melalui artikelnya, Budi membantu pembaca menilai kredibilitas platform donasi, memahami alur distribusi bantuan, serta memastikan donasi yang diberikan benar-benar sampai kepada pihak yang membutuhkan.

Leave a Comment