Solusi untuk: HPI Kalbar dan GoPay hadirkan QRIS untuk tip Pramuwisata

HPI Kalbar dan GoPay hadirkan QRIS untuk tip Pramuwisata

Dalam upaya mempercepat transformasi digital di bidang pariwisata, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kalimantan Barat bekerja sama dengan GoPay mengenalkan metode pembayaran digital berupa QRIS. Inovasi ini memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam memberikan tip kepada pramuwisata secara non-tunai melalui aplikasi GoPay Merchant.

“Kolaborasi ini memungkinkan wisatawan untuk memberikan tip layanan kepada pramuwisata secara digital. Inovasi ini selaras dengan tren penggunaan transaksi elektronik yang terus meningkat di Kalimantan Barat,” ungkap Haryanto Tanjo, Head of GoPay Merchants, saat diwawancara di Pontianak, Minggu.

Kemitraan ini juga merupakan bagian dari komitmen GoPay dalam meningkatkan akses keuangan bagi pekerja sektor informal, termasuk pramuwisata. “Transaksi keuangan harus mencakup semua lapisan masyarakat, termasuk tenaga kerja harian seperti pramuwisata. QRIS dari GoPay Merchant memudahkan mereka menerima pembayaran, sehingga bisa merasakan manfaat langsung dari ekosistem pembayaran modern,” tambahnya.

Kemudahan untuk Pramuwisata

Ketua DPD HPI Kalimantan Barat, Fahroolyadi, menyampaikan bahwa adopsi QRIS memberikan peningkatan signifikan dalam penerimaan pembayaran bagi para pramuwisata. “Sebelumnya, tip sering kali baru diterima hingga 24 jam dengan proses pencairan yang rumit. Kini, wisatawan cukup memindai kode QRIS untuk langsung menyerahkan pembayaran,” jelasnya.

Dengan QRIS, pramuwisata juga bisa mengelola pendapatan lebih rapi. Proses pendaftaran yang sederhana turut mendorong penggunaan teknologi dalam kalangan pemandu wisata. “Karena tidak lagi bergantung pada uang tunai, saya lebih mudah menerima tip dari wisatawan tanpa hambatan,” kata Budi Hartono, seorang pramuwisata di Pontianak.

Ekosistem Pembayaran yang Inklusif

Penggunaan QRIS di Kalimantan Barat semakin meluas, termasuk di sektor pariwisata. Pertumbuhan ekonomi lokal yang mencapai 5,59 persen per tahun pada triwulan II 2025, serta preferensi wisatawan terhadap transaksi non-tunai, menjadi pendorong utama. “QRIS membantu menciptakan ekosistem yang lebih inklusif dan memberikan pengalaman wisata yang nyaman,” tutur Budi Hartono.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *