Kebijakan Baru: Pemprov Sumut perkuat pemulihan ekonomi perempuan terdampak bencana

Pemprov Sumut perkuat pemulihan ekonomi perempuan terdampak bencana

Di Medan, Pemprov Sumut terus berupaya meningkatkan pemulihan ekonomi perempuan yang terdampak bencana melalui Program Permata. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Sumut, Dwi Endah Purwanti, menyatakan inisiatif ini menjadi salah satu fokus utama tahun ini.

“Program ini diharapkan mampu menjadikan perempuan yang terdampak bencana sebagai pelopor dalam membangkitkan kembali kehidupan keluarga,” ujarnya pada hari Kamis.

Program Permata, menurut Dwi Endah, difokuskan pada pelatihan budi daya pertanian dengan metode hidroponik dan taman vertikal bagi perempuan yang tinggal di tempat tinggal sementara di Kabupaten Tapanuli Selatan. “Kami mengajak para ibu di area tersebut untuk mengembangkan usaha pertanian agar dapat memenuhi kebutuhan keluarga dan menghasilkan pendapatan,” tambahnya.

Selain pelatihan, Pemprov Sumut juga memberikan bantuan alat usaha serta pelatihan pengolahan makanan beku, seperti frozen food, sebagai bagian dari upaya pemulihan. Sejumlah program lainnya sedang disiapkan, termasuk pemberdayaan perempuan muda melalui berbagai inisiatif.

DP3AKB Sumut juga menyediakan layanan psikososial untuk perempuan dan anak-anak yang terdampak bencana. Layanan ini melibatkan tenaga psikolog, figur literasi, organisasi masyarakat, dan instansi terkait. “Karena banyak perempuan yang kehilangan suami atau orang tua, kami menargetkan layanan ini untuk wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, dan Sibolga,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, Pemprov Sumut akan meluncurkan program pemberdayaan perempuan muda, seperti gelar wicara kepemimpinan perempuan yang melibatkan sekitar 600 peserta dari kalangan akademisi, praktisi, pengusaha rumahan, dan mitra strategis. “Selain itu, kami akan mengadakan Bella Award sebagai bentuk apresiasi bagi perempuan yang aktif dalam pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian,” tambahnya.

Sebagai bagian dari upaya penyaluran bantuan, DP3AKB Sumut juga menyalurkan kebutuhan spesifik untuk perempuan dan anak, serta makanan siap saji kepada 1.000 korban banjir dan longsor di Sumut. Inisiatif ini bertujuan memperkuat kapasitas ekonomi dan kesejahteraan mereka setelah mengalami bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *