Kebijakan Baru: Stella ungkap penyebab energi panas bumi belum efektif di Indonesia

Stella Ungkap Penyebab Energi Panas Bumi Belum Efektif di Indonesia

Dalam wawancara di Jakarta, Senin, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menjelaskan faktor-faktor yang menghambat penggunaan energi geothermal di Indonesia. Ia menyoroti perbedaan harga antara energi fosil dan energi panas bumi sebagai salah satu hambatan utama.

“Pembangunan geothermal hingga saat ini belum optimal karena biaya listriknya lebih tinggi, sekitar 18 cent per kilowatt hours, dibandingkan dengan harga listrik batu bara yang hanya 7-8 cent per kWh,” kata Stella.

Menurut Stella, keadaan ini menyebabkan banyak negara di dunia belum mampu mengimplementasikan energi terbarukan secara luas. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pelopor penggunaan geothermal, mengingat negara ini menyimpan 40 persen potensi geothermal global.

Meski demikian, saat ini hanya 10 persen dari total potensi tersebut yang dimanfaatkan. Untuk meningkatkan penggunaan energi geothermal, Stella menekankan perlunya kolaborasi dengan berbagai lembaga dan ulasan ulang ekosistem energi ini di tingkat nasional.

Strategi Riset Energi di Indonesia

Stella menuturkan bahwa energi geothermal harus menjadi fokus utama riset strategis Indonesia. Selain bersih, energi ini dinilai lebih stabil dibandingkan sumber energi lain seperti matahari atau angin, karena tidak bergantung pada kondisi cuaca.

Dalam Program Riset Strategis Nasional, pemerintah menempatkan penelitian energi sebagai salah satu pilar utama. Langkah ini bertujuan mencapai target bauran energi terbarukan sebesar 23 persen sesuai kebijakan nasional. Integrasi geothermal ke dalam skala nasional juga menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *