Kunjungan Penting: Pangdam Udayana berikan rumah bagi keluarga prajurit gugur di Lebanon
Pangdam IX/Udayana Serahkan Rumah untuk Keluarga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Denpasar – Mayjen TNI Piek Budyakto, Pangdam IX/Udayana, menyerahkan bantuan berupa satu unit rumah kepada keluarga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon. Langkah ini sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi almarhum yang mengorbankan nyawanya dalam melayani bangsa dan negara.
Bantuan diberikan kepada keluarga Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, prajurit Kodam IX/Udayana yang tewas saat menjalani tugas di daerah konflik. Penyerahan dilakukan oleh Asisten Personel Kasdam IX/Udayana Kolonel Arh Burhan Fajari Arfian pada Sabtu (4/4). Selain rumah lengkap dengan perabot, keluarga juga menerima sepeda motor serta bantuan tambahan untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.
“Bantuan ini menunjukkan komitmen nyata institusi untuk merawat keluarga prajurit yang telah berkorban,” ujar Pangdam IX/Udayana.
Prosesi penjemputan jenazah prajurit TNI yang gugur berlangsung bersamaan dengan acara penyerahan bantuan. Jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4), lalu diantar ke daerah asal untuk dikebumikan secara militer. Pangdam hadir bukan hanya sebagai perwakilan institusi, tetapi juga untuk memberikan dukungan emosional kepada keluarga yang sedang berduka.
Kolonel Inf Widi Rahman, Kapendam IX/Udayana, menegaskan bahwa tindakan Pangdam IX/Udayana mencerminkan penghormatan terhadap para prajurit yang mengabdikan diri. “Pengorbanan mereka akan selalu diingat dan menjadi inspirasi bagi seluruh anggota TNI,” imbuhnya.
Prosesi penyambutan jenazah tiga prajurit TNI dilakukan dengan upacara militer yang dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo. Tiga nama yang disebutkan adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadon. Setelah diterima, jenazah diangkut ke kampung halaman untuk dimakamkan di taman pahlawan masing-masing.
Mayor Inf Zulmi Aditya Iskandar akan dimakamkan di TMP Cikutra, Bandung. Serka Muhammad Nur Ichwan di TMP Giri Dhamoloyo II, Magelang, sementara Kopda Farizal Rhomadon di TMP Giripen, Kulonprogo, DIY.
