Momen Bersejarah: Khofifah ajak Muslimat NU di NTB ikut cegah pernikahan dini
Khofifah Ajak Muslimat NU di NTB Ikut Cegah Pernikahan Dini
Dalam acara pengukuhan 10 Pengurus Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh Nusa Tenggara Barat (NTB), di Mataram, Minggu, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, meminta peran aktif dari anggota Muslimat NU dalam menangani isu pernikahan dini. Menurut Khofifah, masyarakat luas perlu terlibat aktif untuk mengatasi masalah sosial tersebut.
“Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk mengatasi pernikahan usia dini. Peran perempuan sangat krusial, namun perlu dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Khofifah menekankan bahwa kekuatan keluarga adalah fondasi penting menuju Indonesia yang lebih baik. Ia menyatakan, keluarga yang utuh menjadi penghalang pertama terhadap berbagai masalah sosial. “Jika keluarga lemah, maka perjuangan bangsa juga akan rentan. Muslimat NU harus menjaga tradisi yang luhur sekaligus mendorong kemandirian ekonomi agar keluarga lebih berkembang,” tambahnya.
Di sisi lain, Khofifah mengingatkan kader Muslimat NU untuk selalu memperkuat adaptasi digital tanpa mengabaikan identitas mereka sebagai santri. Ia menjelaskan, kemandirian yang dimaksud mencakup aspek berpikir, perlindungan anak, tindakan, dan ekonomi, sehingga organisasi ini bisa memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan daerah, terutama di NTB.
