Diumumkan: Iran Tetapkan Kepemimpinan Sementara Usai Ali Khamenei Gugur dalam Serangan AS-Israel
Iran Tetapkan Kepemimpinan Sementara Usai Ali Khamenei Gugur dalam Serangan AS-Israel
Setelah Ayatullah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, gugur akibat serangan rudal yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel, pemerintah negara itu resmi menetapkan otoritas kepemimpinan sementara. Keputusan ini diumumkan setelah eskalasi konflik pada Jumat (28/2), yang memicu kekacauan di sejumlah wilayah. Wakil Presiden Iran, Mohammad Mokhber, menyatakan bahwa tiga pejabat utama akan menjalankan fungsi Pemimpin Tertinggi selama masa transisi.
“Presiden, ketua pengadilan, dan seorang anggota Dewan Wali akan mengambil alih tugas Pemimpin Tertinggi secara sementara,”
demikian informasi yang dirilis oleh kantor berita IRNA.
Serangan oleh AS dan Israel terjadi pada pagi hari Jumat (28/2), dengan target utama di kota Teheran. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa di antara warga sipil. Dalam respons, Iran segera membalas dengan menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah. Kematian Khamenei memicu keputusan pemerintah untuk mengumumkan masa berkabung selama 40 hari dan cuti kerja selama seminggu.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) serta Angkatan Darat Iran, dalam pernyataan tertulis, berjanji akan membalas tindakan yang mengakibatkan kematian pemimpin tertinggi mereka. Kejadian ini menjadi pemicu ketegangan baru dalam hubungan Iran dengan negara-negara Barat, terutama setelah serangan yang disebut sebagai pembalasan atas kematian Khamenei.
