Internasional

Gedung Putih Ditutup Usai Bunyi Tembakan – FBI Merapat ke TKP

Putih Ditutup Usai Bunyi Tembakan, FBI Merapat ke TKP Gedung Putih Ditutup Usai Bunyi Tembakan - Dilaporkan oleh AFP, pada hari Minggu (24/5/2026), akses ke

Desk Internasional
Published 24/05/2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Gedung Putih Ditutup Usai Bunyi Tembakan, FBI Merapat ke TKP

Gedung Putih Ditutup Usai Bunyi Tembakan – Dilaporkan oleh AFP, pada hari Minggu (24/5/2026), akses ke Gedung Putih dibatasi oleh pihak berwenang. Pada saat itu, pasukan Garda Nasional menutup jalur masuk ke area pusat kota Washington, mencegah seorang jurnalis AFP dari media untuk memasuki lokasi tersebut. Suara tembakan yang menggema terdengar sejak hari Sabtu (23/5) malam waktu setempat, menimbulkan kekacauan di sekitar bangunan resmi pemerintah.

Insiden Tembakan di Area Gedung Putih

Menurut pernyataan dari Direktur FBI Kash Patel, yang diunggah di platform X, lembaga intelijen federal tersebut telah berada di lokasi kejadian dan memberikan dukungan kepada Dinas Rahasia dalam menangani situasi penembakan. “FBI berada di TKP dan mendukung lembaga rahasia yang sedang menanggapi insiden tembakan di dekat halaman Gedung Putih,” kata Patel.

“Saya mendengar sekitar 20 hingga 25 suara seperti kembang api, tetapi itu adalah tembakan,” ungkap turis Kanada Reid Adrian kepada AFP.

Dalam peristiwa tersebut, Reid Adrian mengatakan bahwa dia berada di lokasi saat suara tembakan terdengar. Ia memperkirakan jumlah tembakan mencapai dua puluh hingga dua puluh lima, yang kemudian memicu reaksi dari para pengunjung dan warga sekitar. “Semua orang langsung berlari untuk menyelamatkan diri,” tambahnya, menjelaskan bahwa situasi memanas setelah bunyi peluru menggema.

Reaksi Jurnalis di Halaman Gedung Putih

Pada sore hari hari Jumat (23/5), Presiden AS Donald Trump hadir di Gedung Putih untuk menjalani pertemuan negosiasi dengan pihak Iran. Namun, sebelumnya, di area halaman gedung tersebut, sejumlah jurnalis mengalami situasi mendadak. Seorang koresponden dari ABC News, Selina Wang, sedang merekam video untuk media sosial ketika penembakan terjadi. Ia mengunggah rekaman suara tembakan sambil berlindung di tanah.

“Terdengar seperti puluhan tembakan,” kata Selina Wang dalam unggahannya di X.

Jurnalis lain yang ada di halaman Gedung Putih melaporkan bahwa mereka diperintahkan untuk segera berlari dan berlindung di ruang konferensi pers. Perintah tersebut muncul setelah suara peluru terdengar, menunjukkan bahwa situasi dianggap berpotensi berbahaya. “Kami diberitahu untuk menyelamatkan diri dan berkumpul di area konferensi pers,” tulis salah satu reporter di X.

Proses Pemantauan dan Informasi

Menurut juru bicara Secret Service, melalui pesan teks yang dikirim ke AFP, lembaga tersebut masih dalam proses mengumpulkan informasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut. “Tim kami sedang melakukan investigasi untuk memahami penyebab dan korban dari penembakan,” jelas pernyataan resmi yang diterima.

Persoalan keamanan di Gedung Putih menjadi sorotan setelah kejadian tembakan tersebut. Bangunan yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan AS ini biasanya dipertahankan dalam kondisi siaga tinggi, terutama selama pertemuan penting dengan negara-negara lain. Meski demikian, insiden Sabtu malam menambah ketegangan di area tersebut.

Konteks Politik dan Kegiatan Diplomatik

Penembakan terjadi di tengah proses negosiasi antara AS dan Iran, yang sebelumnya dianggap menjadi salah satu isu utama dalam hubungan bilateral. Presiden Trump hadir di Gedung Putih pada hari Jumat (23/5) untuk memulai pertemuan tersebut, yang diharapkan akan menghasilkan kesepakatan mengenai perjanjian nuklir. Namun, kejadian tembakan pada malam hari menimbulkan dugaan bahwa insiden ini mungkin terkait dengan upaya teror atau tindakan kelompok tertentu.

Sejumlah saksi mata mengungkapkan bahwa suara tembakan terdengar beberapa detik sebelum para jurnalis dan pengunjung mulai berlarian. Reid Adrian, turis Kanada yang mengalami kejadian tersebut, menegaskan bahwa suara peluru jelas dan terdengar dari jarak dekat. “Saya melihat beberapa orang berlari ke arah Gedung Putih, sementara yang lain bersembunyi di belakang mobil,” katanya.

Ketegangan dan Penguasaan Media

Kehadiran jurnalis di area Gedung Putih pada hari Jumat (23/5) menunjukkan tingkat keterlibatan media dalam proses diplomatik. Selina Wang, yang sedang merekam video untuk pengunggahan ke media sosial, menjadi saksi mata langsung atas peristiwa ini. Rekaman yang ia buat menunjukkan kepanikan yang meluas di halaman gedung, di mana orang-orang berusaha mempertahankan keselamatan mereka.

Sejumlah warga Washington juga memberikan keterangan tentang situasi tersebut. Mereka menyebutkan bahwa suara tembakan terdengar selama beberapa detik, dengan intensitas yang cukup keras. “Itu terdengar seperti bocah kecil bermain pistol, tapi setelah suara kedua, semua orang tahu ada masalah serius,” ujar salah satu sumber yang diwawancarai AFP.

Dalam konteks keamanan nasional, FBI dan Secret Service secara aktif memantau situasi di Gedung Putih. Lembaga intelijen tersebut berupaya memastikan bahwa semua potensi ancaman terhadap presiden dan delegasi Iran telah diperiksa. “Kami sedang mengumpulkan bukti dan mengevaluasi apakah ada hubungan antara penembakan dengan kegiatan diplomatik,” tambah juru bicara Secret Service.

Analisis dan Dampak Kejadian

Kejadian tembakan di area Gedung Putih berpotensi mengganggu proses negosiasi dengan Iran. Sejumlah analis menilai bahwa insiden ini bisa meningkatkan ketegangan politik di antara pihak-pihak yang terlibat dalam perundingan. Meski demikian, tidak ada indikasi bahwa penembakan tersebut terkait langsung dengan diskusi antara AS dan Iran.

Kebijakan pembatasan akses ke Gedung Putih juga menunjukkan langkah pencegahan oleh pihak berwenang. Pada hari Minggu (24/5), pihak keamanan memastikan bahwa semua area di sekitar bangunan tersebut dijaga secara ketat. “Kami melakukan pengecekan dan pengamanan tambahan setelah insiden terjadi,” jelas juru bicara polisi federal.

Secara keseluruhan, kejadian penembakan di Gedung Putih menjadi momen yang memicu reaksi cepat dari lembaga keamanan dan media. Meski suara tembakan menggema sejenak, situasi kini kembali tenang setelah para petugas mencari sumber dan memastikan tidak ada korban berat. “Kami telah mengendalikan situasi dan menemukan sumber tembakan,” pungkas juru bicara FBI.

Dengan penutupan akses ke Gedung Putih dan peningkatan keamanan, masyarakat Washington memantau secara ketat perkembangan insiden tersebut. Sementara itu, para jurnalis tetap berusaha merilis informasi terkini, meski terbatas oleh keadaan darurat. “Kami berusaha mengunggah berita secepat mungkin, meski perlu mengambil langkah-langkah pencegahan,” tulis salah satu reporter di X.

Rizki Wijaya

Rizki Wijaya adalah content writer yang berpengalaman dalam riset keyword dan tren pencarian terkait donasi online di Indonesia. Ia menggabungkan data SEO dengan kebutuhan informasi pengguna dalam setiap tulisannya. Kontennya berfokus pada panduan donasi, perbandingan platform, serta jawaban atas pertanyaan yang sering dicari masyarakat di mesin pencari.

Leave a Comment