Iran: Serangan Israel ke Lebanon bisa buat negosiasi dengan AS sia-sia

Iran: Serangan Israel ke Lebanon Ancam Keberhasilan Negosiasi dengan AS

Istanbul, Kamis — Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengingatkan bahwa terus berlanjutnya agresi Israel terhadap Lebanon berpotensi membuat upaya negosiasi gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat menjadi percuma. Ia menyatakan bahwa jika serangan Zionis Israel tidak dihentikan, maka “jari kami tetap berada di pelatuk” dan Iran tidak akan meninggalkan saudara-saudaranya di Lebanon.

“Berlanjutnya serangan akan membuat negosiasi sia-sia; jari kami tetap berada di pelatuk, dan Iran tidak akan meninggalkan saudaranya di Lebanon,” ujar Pezeshkian melalui media sosial X. Dalam unggahan terpisah, ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa Lebanon dan “Poros Perlawanan” adalah bagian tak terpisahkan dari gencatan senjata, sebagaimana diungkapkan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif.

Ghalibaf menekankan bahwa Lebanon serta seluruh anggota Poros Perlawanan merupakan bagian integral dari gencatan senjata. Ia menambahkan bahwa Shehbaz Sharif, PM Pakistan, secara terbuka dan jelas menggarisbawahi isu Lebanon, dan saat ini “tidak boleh ada ruang untuk menyangkal ataupun mundur”.

Dalam pernyataannya, Ghalibaf juga memperingatkan bahwa pelanggaran gencatan senjata akan direspon dengan tegas. “Pelanggaran gencatan senjata bermakna ada harga yang harus dibayar dan akan ada balasan yang kuat,” kata dia, sambil mengingatkan supaya “apinya segera dipadamkan”.

Serangan udara Israel terhadap Lebanon telah meningkat sejak Rabu (8/4), meski gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran telah tercapai dengan Pakistan sebagai penengah. Kesepakatan ini diharapkan membuka jalan bagi penyelesaian akhir perang yang dimulai oleh Washington dan Tel Aviv sejak 28 Februari lalu.

Menurut otoritas pertahanan sipil Lebanon, serangan udara pada Rabu menyebabkan sekurangnya 254 korban tewas dan 1.165 lainnya terluka. Sementara itu, sumber pemerintah Pakistan mengumumkan bahwa delegasi AS dan Iran akan melakukan perundingan langsung di Islamabad guna mencapai “gencatan senjata permanen”.

Perundingan, yang akan dimulai pada Sabtu (11/4), kemungkinan berlangsung lebih dari satu hari, kata sumber tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *