Khawatir kembali diserang – Iran tolak gencatan senjata dengan AS
Khawatir kembali diserang, Iran tolak gencatan senjata dengan AS
Konflik kembali memanas di Timur Tengah setelah AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut mengakibatkan kematian minimal 1.340 orang, termasuk Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran pada masa itu.
Dari Istanbul, Iran menolak usulan gencatan senjata dengan Amerika Serikat, lantaran takut jeda perang bisa memungkinkan musuh-musuhnya berkumpul kembali dan melanjutkan serangan. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa Teheran hanya akan mempertimbangkan kesepakatan damai jika ada jaminan untuk mencegah perang kembali terjadi.
‘Gencatan senjata adalah kesempatan untuk memulihkan kekuatan dan melancarkan serangan berikutnya. Tak ada pihak yang rasional akan menerima tawaran ini,’ ujar Baqaei dalam konferensi pers, Senin.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal dan pesawat nirawak yang ditujukan ke Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menyimpan aset militer AS. Tindakan tersebut mengakibatkan korban, kerusakan infrastruktur, dan mengganggu aktivitas penerbangan serta pasar global.
Selain itu, Iran meminta jaminan agar siklus perang dan gencatan senjata tidak berulang, serta keputusan keamanan nasional harus mencegah tindakan agresi lebih lanjut.
