Momen Bersejarah: Essien prediksi tiga pemain jadi tulang punggung Ghana di Piala Dunia
Essien Prediksi Tiga Pemain Jadi Tulang Punggung Ghana di Piala Dunia
Jakarta – Mantan pemain Ghana, Michael Essien, mengungkapkan tiga bintang yang akan menjadi penopang utama timnas negaranya pada Piala Dunia 2026. Dalam wawancara yang diambil dari situs resmi FIFA, Selasa, Essien menyebutkan bahwa pemain-pemain tersebut adalah Mohamed Kudus, Kamaldeen Sulemana, dan Caleb Yirenski.
Peran Mohamed Kudus
Kudus, yang saat ini bermain di Liga Inggris bersama Tottenham Hotspur, telah memperkuat timnas Ghana sejak debut di Piala Dunia 2022. Essien menyoroti bakat pemain berusia 25 tahun itu sebagai salah satu andalan utama. “Dia adalah bakat terbesar kami. Saat membicarakan tentang dia, rasanya tidak ada habisnya. Kami perlu melindungi dan memberinya dukungan serta kepercayaan diri penuh,” kata Essien.
“Dia (Kudus-red) bakat terbesar kami. Kalau membicarakan soal dia, rasanya tidak akan ada habisnya. Kami harus melindunginya dan memberinya semua dukungan serta kepercayaan diri,” ujar Essien.
Dalam Piala Dunia 2022, Kudus mencatatkan dua gol dalam babak fase grup, yang semuanya berhasil masuk ke gawang Korea Selatan. Prestasi ini membuatnya menjadi top skor Ghana dalam kompetisi tersebut, mengikuti jejak Asamoah Gyan yang pernah mencetak dua gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Kemampuan Kamaldeen Sulemana
Sulemana, yang kini bertugas sebagai asisten pelatih FC Nordsjaelland di Liga Denmark, juga dinilai Essien sebagai talenta berpotensi besar. Meski masih bermain di Piala Dunia 2022, pemain sayap ini sudah menunjukkan kualitasnya sebelumnya.
“Dia penggiring bola yang baik, sangat cepat dan kuat. Saya berharap dia dapat memperlihatkan kemampuan maksimalnya di Piala Dunia 2026. Ketika dia merasakan kebebasan dan menjadi diri sendiri di lapangan, yang terbaik dari dia akan muncul,” tutur Essien.
Sulemana kini bermain di Liga Italia bersama Atalanta, setelah sebelumnya membela Rennes dan Southampton setelah meninggalkan Nordsjaelland. Essien berharap pemain ini bisa menunjukkan performa terbaiknya di ajang internasional.
Penampilan Caleb Yirenski
Yirenski, gelandang berusia 20 tahun yang masih berkarya di Nordsjaelland, dinilai Essien sebagai sosok tenang dan fokus. Ia lebih banyak menunjukkan kelasnya melalui permainan, bukan ucapan.
“Dia memiliki gaya bermainnya sendiri, tapi sering kali mengingatkanku pada masa muda saya. Selalu datang ke saya untuk bertanya, dan saya memberikan saran terbaik, yang dia terima dengan baik. Semoga dia berkembang menjadi bintang besar di masa depan,” tambahnya.
Ketiganya berasal dari akademi sepak bola terkenal di Accra, Ghana, bernama Right to Dream. Akademi ini memiliki hubungan erat dengan FC Nordsjaelland, bahkan mengakuisisi klub tersebut pada 2015. Hal ini memungkinkan mereka untuk melanjutkan karier di Nordsjaelland sebelum berkembang ke tim besar Eropa.
Kudus, misalnya, pernah memperkuat Ajax Amsterdam, West Ham United, dan kini Tottenham Hotspur setelah menyelesaikan masa coba di Nordsjaelland. Sementara Sulemana menyelesaikan kiprah di klub Denmark sebelum pindah ke Italia. Yirenski, di sisi lain, masih mengembangkan kemampuan di bawah bimbingan Essien.
Sebagai mantan pemain, Essien memiliki pengalaman internasional yang luar biasa. Ia meraih 59 caps bersama Ghana dan tampil dalam dua edisi Piala Dunia, yaitu 2006 di Jerman dan 2014 di Brasil. Di Piala Dunia 2026, Ghana akan berlaga di Grup L bersama Inggris, Kroasia, dan Panama.

