Kunjungan Penting: Terancam degradasi, De Zerbi: Spurs fokus jalani laga demi laga

Terancam Degradasi, De Zerbi: Spurs Fokus Jalani Laga Demi Laga

Jakarta – Kehadiran Roberto De Zerbi sebagai pelatih baru Tottenham Hotspur (Spurs) dianggap sebagai penyelematan untuk klub yang tengah menghadapi ancaman turun kasta di Liga Inggris musim ini. Dalam wawancara terbaru, De Zerbi menegaskan bahwa konsentrasi timnya hanya tertuju pada pertandingan yang akan segera berlangsung. “Kami hanya memperhatikan pertandingan yang sedang menanti, satu demi satu,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Spurs, Sabtu.

Menurut pelatih asal Italia tersebut, Spurs tetap memiliki potensi untuk memenangkan setiap laga. Ia juga memaparkan bahwa tim ini memiliki identitas permainan yang jelas, yang membuatnya yakin untuk menerima tugas baru di klub tersebut. “Saya beruntung, karena mengurusi pemain-pemain berbakat yang mampu menampilkan kemampuan terbaiknya,” katanya.

Berangkat dari Marseille ke Tottenham

De Zerbi ditunjuk sebagai pelatih Spurs setelah mencatatkan hasil positif bersama Olympique Marseille di Liga Prancis 2025/2026. Di klub tersebut, ia membawa timnya menempati peringkat tiga dan mencapai babak perempat final Piala Prancis. Kini, ia datang untuk menggantikan Igor Tudor, yang dipecat setelah hanya meraih satu kemenangan dari tujuh pertandingan di semua kompetisi musim ini.

“Tugas saya adalah membantu mereka menunjukkan kualitas yang sebenarnya,” kata De Zerbi.

Saat ini, Spurs berada di posisi ke-17 klasemen sementara Liga Inggris 2025/2026. Hanya satu angka yang memisahkan mereka dari West Ham United di peringkat 16. Meski situasi sedang sulit, De Zerbi berharap kehadirannya bisa mengangkat performa tim. “Kami berada di bawah tekanan, tapi ini justru memacu kami untuk bekerja lebih keras,” tambahnya.

Klub tersebut belum mampu meraih kemenangan di liga sepanjang tahun 2026. Namun, De Zerbi optimis dengan kemampuan pemain dan peluang yang masih terbuka. Ia menilai bahwa fokus pada setiap pertandingan adalah kunci untuk keluar dari tekanan degradasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *