Agenda Utama: 13 Update Iran: Khamenei Tewas Diserang AS-Minyak Tembus US$ 100/Barel
13 Update Iran: Khamenei Tewas Diserang AS-Minyak Tembus US$ 100/Barel
Jakarta, CNBC Indonesia – Sabtu pagi, AS dan Israel meluncurkan serangan besar-besaran terhadap Iran, yang segera memicu reaksi tegas dari republik Islam. Serangan awal yang dilakukan Israel menciptakan kekacauan di Teheran, sementara operasi gabungan AS memasuki fase pengejaran dan serangan terhadap fasilitas militer Iran.
Kepala Pentagon Pete Hegseth menyatakan bahwa tindakan tersebut bertujuan mengirim pesan kepada pihak-pihak yang ingin membahayakan warga Amerika. Ia mengklaim, “kami akan memburu kalian dan kami akan membunuh kalian,” dalam upaya memperkuat kekuatan militer AS.
“Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” seru Trump beberapa jam sebelumnya di platform Truth Social. “Pemboman berat dan tepat sasaran… akan terus berlanjut, tanpa henti sepanjang minggu atau, selama diperlukan untuk mencapai tujuan kita yaitu PERDAMAIAN DI SELURUH TIMUR TENGAH,” tambahnya.
Media Iran melaporkan kematian Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi negara tersebut, yang terjadi dini hari Minggu. Selain itu, keluarga Khamenei juga dilaporkan tewas, termasuk putrinya, menantunya, dan cucunya. Serangan ini menjadi momen kritis dalam perang regional yang memanas.
1. Kematian Khamenei
Televisi pemerintah Iran mengumumkan berita kematiannya, disertai gambar arsip dengan spanduk hitam. Pemimpin tertinggi yang telah memimpin negara sejak 1989 ini menjadi korban serangan bersama sejumlah anggota keluarga dekatnya.
2. Iran Berkabung
Dalam upaya merayakan kematiannya, Iran memutuskan masa berkabung selama 40 hari serta mengumumkan tujuh hari libur nasional. Presenter berita menyatakan, “Dengan ‘kemartiran’ pemimpin tertinggi, jalan dan misinya tidak akan hilang atau dilupakan, sebaliknya, akan dilanjutkan dengan semangat dan antusiasme yang lebih besar.”
3. Respons Reza Pahlavi
Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran, mengkritik republik Islam setelah kematian Khamenei. Ia menegaskan, “Dengan kematiannya, Republik Islam secara efektif telah berakhir dan akan segera dibuang ke tong sampah sejarah.”
Pahlavi, yang tinggal di Washington, AS, mengatakan bahwa tindakan serangan ini membuka jalan bagi transisi ke sistem politik baru. Ia menyebut dirinya sebagai tokoh transisi, meski tidak mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak oposisi. “Waktu untuk kehadiran besar-besaran dan menentukan di jalanan sudah sangat dekat,” tulisnya.
Dalam sebuah opini di The Washington Post, Pahlavi berterima kasih kepada Trump atas serangan tersebut. Ia menekankan bahwa peran transisinya hanya bersifat sementara, dengan rencana rancangan konstitusi baru dan pemilihan umum bebas di bawah pengawasan internasional.
4. Ledakan di Negeri
Sejumlah lokasi di berbagai wilayah Iran menjadi korban serangan balik, termasuk peluncuran rudal dan fasilitas militer. Respons cepat ini memicu ketegangan antar-negara, dengan Israel dan AS menjadi sasaran utama.

