Agenda Utama: Hamas Diam-diam Bertemu Board of Peace, Bahas Langkah Ini

Hamas Diam-diam Bertemu Board of Peace, Bahas Langkah Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Kelompok perjuangan Palestina, Hamas, dilaporkan mengadakan pertemuan perdana dengan Dewan Perdamaian (BoP) yang dibentuk Amerika Serikat (AS) di tengah peningkatan ketegangan perang. Pertemuan ini berlangsung akhir pekan lalu di lokasi rahasia di wilayah Timur Tengah, menimbulkan perhatian terhadap upaya memperbaiki situasi di Gaza yang semakin memburuk. Reuters mengungkapkan bahwa fokus diskusi melibatkan penyelamatan inisiatif Trump, seperti gencatan senjata jangka panjang dan program pemulihan kawasan tersebut.

Pertemuan Rahasia Hamas dan Board of Peace

Menurut laporan, Hamas menggunakan kesempatan pertemuan untuk menuntut dibukanya kembali penyeberangan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir. Penyeberangan ini ditutup Israel setelah serangan udara terhadap Iran. Kelompok itu mengancam akan menarik diri dari perjanjian gencatan senjata jika akses kemanusiaan tidak segera dipulihkan. “

Apabila Rafah tetap tertutup dan pasokan bantuan manusia tidak dibuka kembali, kami mungkin mengakhiri kesepakatan gencatan senjata

” tulis sumber Reuters, mengutip pernyataan dari pihak Hamas.

Sejak gencatan senjata resmi diakhiri Israel pada Oktober lalu, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) terus melakukan operasi serangan yang mengakibatkan setidaknya 12 korban, termasuk anak-anak, dalam serangan minggu lalu. Jumlah kematian sejak perang berakhir kini melebihi 600 orang. Sementara data kesehatan menyebutkan total korban jiwa di Gaza telah mencapai lebih dari 72.000.

Dewan Perdamaian: Dana dan Pasukan Stabilisasi

Board of Peace, lembaga internasional yang resmi dibentuk awal Januari lalu, menjadi bagian dari rencana perdamaian Gaza yang dipimpin Donald Trump. Anggota dewan terdiri dari tokoh bisnis dan pejabat internasional, meski banyak kritik terhadap kurangnya representasi politik Palestina. Keterlibatan BoP sempat terhambat karena kecaman negara-negara Muslim atas serangan AS-Israel terhadap Iran.

Dalam pertemuan perdananya, BoP menjanjikan dana lebih dari 7 miliar dolar AS untuk membangun kembali Gaza. Mereka juga berencana mengirim ribuan personel ke wilayah tersebut sebagai pasukan stabilisasi. Sampai saat ini, lebih dari 20 negara telah bergabung, tetapi keanggotaan penuh dari negara-negara Barat masih dipertanyakan. Rusia belum resmi bergabung, tetapi menyatakan sedang mengevaluasi proposal tersebut secara mendalam.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar diatas untuk daftar donor darah

Perang Gaza dimulai pada 7 Oktober 2023, saat militer Hamas menyerang Israel selatan. Serangan itu menewaskan sekitar 1.200 orang dan mengambil lebih dari 250 tawanan. Israel kemudian merespons dengan operasi udara dan darat, serta blokade ekstrem yang membatasi suplai logistik. Tindakan ini memicu tuduhan genosida terhadap pemerintahan Benjamin Netanyahu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *