DonasiKitaBisa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Bakal Bangun Dua Jembatan di Atas Kali dekat Rasuna Said – Pramono: Boleh Pasang Gembok Cinta

Published Juni 30, 2026 · Updated Juni 30, 2026 · By Sari Purnama

Bakal Bangun Dua Jembatan di Atas Kali dekat Rasuna Said, Pramono: Boleh Pasang Gembok Cinta

Bakal Bangun Dua Jembatan di Atas - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan rencana untuk membangun dua jembatan baru di atas Kali Cideng, tepatnya di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Proyek ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki infrastruktur kota dan meningkatkan kenyamanan warga setelah beberapa tahun berjuang menyelesaikan masalah yang berkepanjangan. Sebelumnya, ia telah meresmikan Rasuna Said sebagai simbol baru Jakarta, melalui penataan trotoar dan pembersihan 109 tiang monorel yang terbengkalai selama lebih dari dua dekade.

Penyelesaian Masalah Tiang Monorel yang Mangkrak

Pramono menyebutkan bahwa peran Jaksa Agung RI, Burhanuddin, sangat krusial dalam menyelesaikan konflik terkait tiang monorel tersebut. Tiang-tiang yang sejak lama terpasang di kawasan Rasuna Said ternyata mengganggu estetika dan fungsi area tersebut. Dengan diturunkannya 109 tiang monorel, ruang publik kembali terbuka, dan lingkungan menjadi lebih rapi. "Ini adalah hasil kerja sama yang luar biasa, terutama di Rasuna Said," tutur Pramono saat memberikan pernyataan di Jakarta Utara, Selasa (30/6/2026). Ia mengakui bahwa penghapusan tiang monorel merupakan langkah penting dalam merenovasi kawasan yang selama ini dianggap kurang harmonis.

"Saya sudah memerintahkan kepada jajaran Bina Marga untuk merencanakan konstruksi dua struktur jembatan yang akan dipasang di aliran Kali Cideng," ucap Pramono.

Proyek jembatan ini diharapkan memberikan manfaat ganda, baik secara transportasi maupun ekonomi. Selain mengalihkan arus lalu lintas yang terganggu akibat tiang monorel, dua jembatan tersebut juga bisa menjadi pusat aktivitas baru bagi masyarakat sekitar. Lokasi Rasuna Said yang strategis, dekat dengan pusat kota, menjadikannya sebagai titik pemerintahan dan perekonomian yang potensial. Dengan adanya jembatan, akses ke area ini diharapkan lebih mudah, khususnya untuk warga yang ingin menggunakan jalur alternatif dari sungai.

Harmonisasi Ruang Publik dan Pemenuhan Kebutuhan Warga

Pramono menjelaskan bahwa keputusan untuk membangun dua jembatan merupakan respons terhadap kebutuhan warga setempat. "Jembatan ini akan memfasilitasi pergerakan masyarakat dan memperkuat kawasan sebagai pusat perhatian," katanya. Ia juga menekankan pentingnya perencanaan yang matang agar proyek tidak mengganggu ekosistem sungai maupun kelestarian lingkungan sekitar. Menurutnya, pembangunan ini sejalan dengan visi Jakarta sebagai kota yang modern dan berkelanjutan.

Kali Cideng, yang merupakan bagian dari sistem drainase kota, selama ini menjadi fokus pembangunan infrastruktur. Dengan adanya dua jembatan, penggunaan lahan sekitar bisa dioptimalkan, sekaligus mendorong pengembangan ekonomi lokal. Pemilik lahan yang sebelumnya mengeluhkan kesulitan dalam mengatur akses ke propertinya, kini bisa menikmati manfaat dari pembangunan tersebut. Pramono juga menyebutkan bahwa jembatan akan menjadi tempat pertemuan, wisata, dan potensi pengembangan kawasan.

Sejarah dan Perkembangan Rasuna Said

Kawasan Rasuna Said, yang terletak di Jakarta Selatan, memang sudah lama menjadi pusat kegiatan. Area ini awalnya dikenal sebagai tempat pertemuan para pengusaha dan institusi pemerintahan. Namun, selama beberapa tahun terakhir, kemacetan dan kebisingan membuat sebagian warga merasa tidak nyaman. Penyelesaian masalah tiang monorel dan rencana pembangunan jembatan diharapkan menjadi langkah awal untuk mengembalikan atmosfer yang sehat di kawasan ini.

Pramono menyoroti bahwa kawasan Rasuna Said perlu dikelola dengan lebih terpadu. "Dengan dua jembatan ini, kita bisa menata kembali ruang publik dan menawarkan pilihan transportasi yang lebih nyaman," jelasnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk pengusaha lokal, untuk memastikan proyek ini berjalan lancar dan berdampak positif bagi masyarakat.

"Jembatan bukan hanya untuk memudahkan perjalanan, tapi juga untuk membangun koneksi yang lebih baik antar warga," ujar Pramono.

Pembangunan dua jembatan ini diproyeksikan memakan waktu beberapa bulan setelah izin dikeluarkan. Meski demikian, Pramono yakin bahwa proyek akan selesai tepat waktu. Ia juga berharap penggunaan jembatan bisa memberikan ruang bagi warga untuk menikmati pemandangan aliran sungai, sekaligus meningkatkan kualitas hidup melalui aksesibilitas yang lebih baik.

Harapan dan Kritik Terhadap Proyek

Kebijakan pembangunan dua jembatan ini mendapat respons positif dari sejumlah pihak, termasuk masyarakat sekitar. Banyak warga mengapresiasi upaya pemerintah untuk membersihkan lingkungan dan meningkatkan fasilitas umum. Namun, ada pihak yang mengkritik bahwa proyek ini perlu diperiksa ulang terkait biaya dan dampak lingkungan jangka panjang. "Meski tujuannya baik, kita perlu memastikan bahwa proyek ini tidak merusak ekosistem Kali Cideng," kata seorang aktivis lingkungan.

Dalam konteks pengembangan kota, Pramono menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang. "Ini bukan hanya solusi sementara, tapi langkah strategis untuk menciptakan kota yang lebih rapi dan inklusif," imbuhnya. Dengan menjadikan Rasuna Said sebagai ikon baru, pemerintah DKI Jakarta juga ingin menunjukkan komitmen dalam meningkatkan kualitas hidup warga dan menarik investasi.

Sementara itu, para pekerja di sekitar kawasan tersebut sedang menunggu detail lebih lanjut tentang desain dan konstruksi jembatan. Sejumlah spekulasi muncul tentang kemungkinan jembatan akan dirancang dengan gaya modern yang sejalan dengan identitas kota. "Pemilihan material dan struktur harus mempertimbangkan estetika serta kekuatan," ujar seorang insinyur perencanaan kota.

Dengan proyek ini, pemerintah DKI Jakarta mencoba memperbaiki reputasi kawasan Rasuna Said yang sempat ditinggalkan akibat masalah infrastruktur. Pembangunan dua jembatan di atas Kali Cideng bukan hanya untuk memperkuat aksesibilitas, tapi juga sebagai simbol keberhasilan dalam mengatasi tantangan yang berkepanjangan. Pramono menegaskan bahwa proyek ini akan menjadi bukti bahwa kota Jakarta terus berkembang dengan inovasi dan kerja sama yang baik.