Bandara Husein Sastranegara Siap Layani 8 Rute Kota Besar – ke Denpasar hingga Pekanbaru
Bandara Husein Sastranegara Siap Layani 8 Rute Kota Besar, ke Denpasar hingga Pekanbaru
Bandara Husein Sastranegara Siap Layani 8 Rute - Kota Bandung, Jawa Barat, kembali menjadi pusat pergerakan udara setelah Bandara Husein Sastranegara memperoleh persetujuan untuk mengoperasikan kembali delapan rute penerbangan ke kota-kota besar di Indonesia. Langkah ini diharapkan meningkatkan aksesibilitas dan memperkuat koneksi regional, khususnya bagi masyarakat di Jawa Barat yang ingin melakukan perjalanan ke destinasi seperti Denpasar, Balikpapan, Medan, Pontianak, Makassar, Batam, Padang, dan Pekanbaru. Kota Bandung, yang telah lama menjadi kota utama penerbangan, kini berharap bisa mengembalikan perannya sebagai gateway pariwisata dan bisnis di wilayah barat Indonesia.
Keberangkatan diharapkan Meningkatkan Mobilitas
Menurut pernyataan Wali Kota Bandung Muhammad Farhandi, pembukaan kembali rute penerbangan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan masyarakat. "Ini adalah langkah penting untuk mempercepat perekonomian dan mempermudah akses ke kota-kota lain di Indonesia," ujarnya saat menghadiri acara di GOR Bandung Arena, Sabtu, 4 Juli 2026. Ia menekankan bahwa delapan destinasi yang dituju telah dipilih secara matang, dengan tujuan menjangkau wilayah yang memiliki kebutuhan transportasi udara tinggi. Kehadiran rute-rute ini, menurutnya, juga akan mendukung pertumbuhan pariwisata di Jawa Barat, terutama mengingat beberapa kota seperti Denpasar dan Pekanbaru merupakan destinasi yang diminati.
"Delapan destinasi itu sudah pasti," kata Muhammad Farhandi, yang juga memastikan bahwa persiapan untuk melayani rute-rute tersebut sedang berjalan lancar. Ia menambahkan, pihaknya sedang berkoordinasi erat dengan operator penerbangan dan pihak terkait untuk memastikan proses kembali beroperasi berjalan efisien.
Kota Bandung sendiri merupakan salah satu dari tiga kota utama yang menjadi hub penerbangan nasional. Bandara Husein Sastranegara, yang sebelumnya sempat mengalami penurunan pengoperasian, kini diharapkan menjadi alternatif untuk mengurangi beban lalu lintas di Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta. Dengan adanya rute-rute baru, warga Bandung bisa menghemat waktu dan biaya perjalanan, terutama bagi mereka yang bepergian ke kota-kota di pulau Kalimantan, Sumatra, dan Bali.
Menurut informasi terkini, reaktivasi Bandara Husein Sastranegara berjalan secara bertahap. Pemerintah Daerah Kota Bandung telah melakukan berbagai peningkatan infrastruktur, termasuk perbaikan landasan pacu dan fasilitas terminal. "Kami telah memastikan bahwa semua aspek keamanan dan kenyamanan penumpang dipenuhi sebelum rute resmi dibuka," jelas Farhandi. Hal ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk menjadikan bandara tersebut sebagai pilihan utama bagi masyarakat setempat.
Proses Operasional Berada di Bawah Kewenangan Kementerian Perhubungan
Meski reaktivasi bandara ini ditangani secara lokal, keberhasilan operasional penerbangan tetap bergantung pada Kementerian Perhubungan. Pemerintah pusat bertugas menentukan jadwal penerbangan, izin operasional, serta memastikan keselarasan dengan kebijakan nasional. Farhandi mengungkapkan bahwa reaktivasi bandara juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas transportasi udara di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang kurang terlayani.
Dalam pidatonya, Muhammad Farhandi menyebutkan bahwa delapan rute tersebut sudah direncanakan sejak beberapa bulan lalu. "Kami berharap rute ini bisa berjalan stabil dan memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan ekonomi," imbuhnya. Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Bandara Husein Sastranegara akan menjadi dorongan bagi pengembangan bandara-bandara lain di Jawa Barat, seperti Bandara Abdul Rachman Saleh di Blitar dan Bandara Sunda Kelapa di Jakarta.
Kehadiran rute-rute baru ini juga diharapkan bisa menarik perhatian investor dan pelaku pariwisata. Dengan fasilitas yang lebih lengkap, Bandara Husein Sastranegara dianggap sebagai solusi untuk mengatasi kepadatan di bandara besar lainnya. "Ini bukan hanya tentang mobilitas warga, tetapi juga menjadi ajang promosi potensi ekonomi Kota Bandung," tuturnya. Selain itu, pihaknya juga sedang menyiapkan program pemberdayaan masyarakat sekitar bandara untuk memastikan keberlanjutan pengoperasian.
Dari sisi teknis, pemerintah daerah melakukan kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan penerbangan untuk menjamin ketersediaan armada pesawat dan sumber daya manusia. "Kami sudah berdiskusi dengan maskapai-maskapai besar untuk menyesuaikan jadwal penerbangan sesuai dengan kebutuhan pasar," ujar Farhandi. Ia juga menyebutkan bahwa penerbangan ini akan diawali dengan frekuensi terbatas, namun kemudian akan ditingkatkan sesuai dengan respons positif dari masyarakat.
Harapan Masyarakat Kota Bandung
Respon masyarakat terhadap reaktivasi Bandara Husein Sastranegara cukup antusias. Banyak warga yang mengharapkan keberangkatan lebih cepat agar bisa memanfaatkan fasilitas ini sebelum musim liburan tiba. "Saya berharap keberangkatan bisa dilakukan dalam beberapa bulan ini, agar pengunjung bisa lebih mudah mengakses Kota Bandung," kata seorang warga setempat, Budi, kepada reporter. Ia menilai, bandara ini akan menjadi sarana penting bagi pengembangan wisata dan ekonomi lokal.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bandara Husein Sastranegara sempat mengalami penurunan kapasitas karena faktor-faktor seperti perubahan kebijakan pemerintah dan kelangkaan dana. Namun, dengan dukungan dari berbagai pihak, bandara ini kini kembali menjadi fokus utama pembangunan infrastruktur transportasi. Farhandi juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah sedang berupaya untuk menarik investor baru yang tertarik beroperasi di bandara tersebut.
Sebagai pengembangan jangka panjang, Bandara Husein Sastranegara diharapkan bisa menjadi pusat penerbangan regional yang mampu menangani kebutuhan jutaan penumpang setiap tahun. Dengan delapan rute yang dioperasikan, pihaknya yakin bandara ini akan menjadi pilihan utama bagi warga Bandung dan sekitarnya. "Kami ingin Bandara Husein Sastranegara menjadi salah satu bandara yang paling diminati di Jawa Barat," pungkas Farhandi. Harapan ini juga didukung oleh rencana peningkatan kapasitas terminal dan pelayanan terbang yang lebih efisien.
Dengan reaktivasi bandara ini, kota Bandung kembali berada di garda depan sebagai kota yang memiliki aksesibilitas udara lengkap. Harapan besar juga ditujukan pada pemerintah pusat untuk memberikan dukungan lebih lanjut, terutama dalam hal regulasi dan anggaran. "Kami berharap Kementerian Perhubungan bisa tetap mendukung pengembangan Bandara Husein Sastranegara, agar bisa menjadi bandara yang mampu bersaing dengan bandara-bandara