Diumumkan: Houthi Resmi Gabung Perang Iran, Tembakkan Rudal Balistik ke Israel
Houthi Resmi Gabung Perang Iran, Tembakkan Rudal Balistik ke Israel
Kelompok pemberontak Houthi di Yaman secara resmi terlibat dalam perang antara Iran dan Israel setelah meluncurkan serangan rudal balistik ke wilayah Israel. Aksi ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh juru bicara kelompok tersebut, Yahya Saree, pada Sabtu (28/3/2026).
Operasi Militer Berlanjut
Saree menegaskan bahwa serangan rudal tersebut bukan tindakan terakhir, sebab tujuan operasi akan dicapai hingga ancaman terhadap front perlawanan berhenti. “Pertahanan akan terus dilakukan hingga angkatan bersenjata menegaskan targetnya,” ujarnya, dikutip dari Al Jazeera.
Histori Serangan Terhadap Jalur Perdagangan
Kelompok Houthi sebelumnya telah menyerang lebih dari 100 kapal dagang di Laut Merah sejak akhir 2023. Sebagai organisasi yang menguasai ibu kota Sana’a sejak 2014, mereka memiliki catatan panjang dalam mengganggu jalur perdagangan global, termasuk menargetkan kapal-kapal yang melintasi rute vital dengan nilai sekitar 1 triliun dolar AS per tahun.
Respons Israel dan Sinyal Serangan
Militer Israel mengklaim berhasil menangkap satu rudal sebelum mencapai sasaran. Namun, sehari sebelumnya, Saree telah menyebutkan rencana menyerang lokasi militer di wilayah selatan Israel. Sirene peringatan serangan udara berbunyi berulang kali sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi, termasuk di Beer Sheba dan sekitar pusat penelitian nuklir.
Konteks Konflik dan Koalisi
Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan gelombang serangan yang dilancarkan Iran dan kelompok Hezbollah ke wilayah Israel sepanjang malam. Houthi, meski sebelumnya tidak langsung terlibat, kini menjadi bagian dari konflik yang melibatkan pihak Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS).
