Historic Moment: Dasco Bakal Safari ke Parpol Nonparlemen, Serap Aspirasi RUU Pemilu Pekan Depan
Dasco Akan Mengadakan Safari ke Parpol Nonparlemen untuk Mengumpulkan Aspirasi RUU Pemilu Pekan Depan
Historic Moment - Penyusunan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) yang sedang berlangsung di DPR RI menarik perhatian berbagai pihak. Salah satu langkah strategis yang diambil oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) adalah mengundang partai politik nonparlemen untuk ikut berpartisipasi dalam proses ini. Hal ini diungkapkan oleh Sumfi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI, dalam wawancara terkini. "Kita akan melakukan kunjungan kerja spesifik ke partai-partai nonparlemen minggu depan, saat masa reses DPR RI dimulai," jelas Dasco, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026).
Langkah Strategis untuk RUU Pemilu
Safari ini bertujuan untuk memastikan bahwa berbagai aspirasi dari pemangku kepentingan, terutama partai politik yang tidak memiliki kursi di parlemen, terintegrasi dalam draf RUU Pemilu. Meski sebelumnya hanya melibatkan masyarakat sipil dan akademisi, kini DPR RI mengajak parpol nonparlemen menjadi bagian dari diskusi. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menghadirkan perspektif lebih luas dalam penyusunan aturan yang akan menentukan cara penyelenggaraan pemilu di masa depan.
"Ada ada. Ya Minggu depan kan kita mulai reses. Nah reses itu kan kita anggap namanya kunjungan kerja spesifik. Nah saat itu kita akan jalan,"
Dasco menekankan bahwa safari ini tidak hanya sekadar pertemuan rutin, tetapi merupakan bagian dari komitmen DPR untuk memperkaya konten RUU Pemilu. Dengan melibatkan partai nonparlemen, diharapkan tercipta kesepahaman yang lebih inklusif antara berbagai kelompok masyarakat. Menurutnya, partisipasi parpol nonparlemen sangat penting karena mereka memiliki kepentingan dan kebutuhan yang berbeda dibandingkan partai besar.
Permintaan Aria Bima Sebelumnya
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Aria Bima, telah mengungkapkan rencana serupa. Ia menegaskan bahwa proses penyusunan draf RUU Pemilu tidak cukup hanya melibatkan masyarakat sipil dan akademisi, tetapi juga perlu mengakomodasi suara partai-partai kecil. "Kita perlu memastikan bahwa semua pihak, termasuk parpol nonparlemen, memiliki kesempatan untuk menyampaikan masukan," ujarnya.
Aria Bima menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, RUU Pemilu seringkali dirumuskan tanpa melibatkan partai yang tidak memiliki kursi di parlemen. Ia berharap keterlibatan ini dapat membantu menyeimbangkan kepentingan berbagai kelompok, sehingga tidak ada yang dirasa diabaikan. "Partai nonparlemen mungkin tidak punya suara di parlemen, tapi mereka tetap punya kontribusi penting dalam perjalanan demokrasi," jelas Aria.
Dalam konteks ini, safari ke parpol nonparlemen bukan hanya tentang mendengarkan aspirasi, tetapi juga membentuk konsensus bersama. RUU Pemilu akan menjadi dasar bagi sistem pemilu yang akan berlaku di seluruh Indonesia, sehingga perlu disusun secara transparan dan merata. Dengan melibatkan partai kecil, DPR RI mencoba memastikan bahwa perubahan-perubahan dalam aturan pemilu tidak hanya sesuai dengan kebutuhan partai besar, tetapi juga refleksi dari keinginan rakyat secara umum.
Reses sebagai Momentum Penting
Masa reses yang dimulai pekan depan akan menjadi momentum krusial bagi DPR RI. Selama periode ini, anggota dewan diharapkan mengumpulkan data dan masukan dari berbagai kalangan. Dasco menyebutkan bahwa reses bukan sekadar waktu istirahat, melainkan kesempatan untuk lebih dekat dengan masyarakat. "Reses itu kan kesempatan bagi anggota dewan untuk menjawab tuntutan rakyat, termasuk dari partai nonparlemen," katanya.
Menurut Dasco, partai nonparlemen memiliki peran kritis dalam memperkaya pemikiran mengenai RUU Pemilu. Meski tidak terlibat dalam proses pembuatan keputusan di parlemen, mereka mewakili aspirasi kelompok-kelompok masyarakat yang mungkin kurang diperhatikan. "Saya yakin, mereka akan memberikan perspektif baru yang bisa mengubah dinamika RUU Pemilu ini," tambahnya.
Dalam upaya mempercepat proses penyusunan RUU Pemilu, DPR RI juga memperhatikan berbagai kepentingan. Salah satu hal yang sedang dibahas adalah sistem pemilu yang lebih adil dan transparan, termasuk mekanisme pemungutan suara serta pembagian kursi di DPR. Dengan melibatkan parpol nonparlemen, diharapkan tercipta harmonisasi antara kebijakan nasional dan kebutuhan lokal. "Kita ingin RUU Pemilu ini bisa mengakomodasi semua pihak, baik besar maupun kecil," ujar Dasco.
Safari ini akan menjadi bagian dari serangkaian kegiatan yang dilakukan DPR RI selama masa reses. Selain mengunjungi parpol nonparlemen, dewan juga rencananya akan berdiskusi dengan kelompok-kelompok masyarakat lainnya. Proses ini diperkirakan akan berlangsung hingga akhir masa reses, yang akan berakhir sebelum sidang khusus RUU Pemilu dimulai. Dengan partisipasi aktif dari berbagai pihak, DPR RI berharap dapat menyelesaikan draf RUU Pemilu dengan lebih matang.
Perspektif Masyarakat Sipil dan Akademisi
Sebelum safari ke parpol nonparlemen, DPR RI sudah melibatkan masyarakat sipil dan akademisi dalam diskusi RUU Pemilu. Namun, Dasco menyatakan bahwa partisipasi ini belum cukup. "Kita perlu melibatkan lebih banyak pihak, termasuk parpol nonparlemen, agar RUU Pemilu ini benar-benar mencerminkan keinginan rakyat," jelasnya.
Menurutnya, partai politik nonparlemen mungkin memiliki kepentingan yang berbeda dibandingkan partai besar, tetapi mereka tidak kalah relevan. "Karena mereka mewakili masyarakat yang memiliki visi dan agenda politik yang spesifik," kata Dasco. Dengan menggali aspirasi dari semua kelompok, dewan ingin menciptakan RUU Pemilu yang seimbang, adil, dan mendorong partisipasi politik yang lebih luas.
Selama masa res