Important News: Golkar Siap Beri Sanski Anggota DPRD TTU Therensius Lazakar, kika Terbukti Intimidasi Dokter Icha
Golkar Siap Beri Sanski Anggota DPRD TTU Therensius Lazakar, Jika Terbukti Intimidasi Dokter Icha
Important News - Pikiran Rakyat – Partai Golkar tengah menunggu hasil investigasi terkait dugaan intimidasi yang dilakukan oleh anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU), Therensius Lazakar, terhadap Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, dikenal juga sebagai Dokter Icha. Sebagai respons, DPD Partai Golkar Provinsi NTT telah memanggil Lazakar untuk dimintai penjelasan, sebagaimana diungkapkan oleh Sekjen Partai Golkar, Sarmuji, Senin (1/7/2026). Menurut Sarmuji, proses ini masih dalam tahap penyelidikan, dengan tujuan mengkonfirmasi apakah tindakan yang dilakukan Lazakar benar-benar bisa dikategorikan sebagai tindakan intimidasi.
"Kami telah memerintahkan pemeriksaan melalui DPD Provinsi NTT, dan individu terlibat sudah diberi kesempatan untuk menjelaskan perihal dugaan intimidasi tersebut. Kemarin, saya berbicara dengan Ketua DPD NTT untuk mengumpulkan laporan dari proses pemeriksaan," ujar Sarmuji.
Menurut Sarmuji, partainya belum mampu menentukan sikap secara pasti terkait kasus ini. Hal ini karena hasil pemeriksaan masih memerlukan waktu untuk diproses dan dianalisis secara mendalam. Ia menekankan bahwa keputusan akhir akan diambil setelah semua bukti dan fakta terkumpul. "Maka dari itu, kita harus memastikan secara jelas apakah ada tindakan intimidasi yang dilakukan, serta apakah tindakan tersebut benar-benar memengaruhi keputusan seseorang," jelasnya.
Kasus yang melibatkan Lazakar menimbulkan perhatian publik karena terkait dengan keberadaan anggota DPRD yang dituduh melakukan tindakan tidak sportif terhadap seorang dokter. Sebagai bagian dari proses internal partai, Sarmuji menyatakan bahwa Golkar siap memberikan sanksi tegas jika terbukti bahwa Lazakar melakukan pelanggaran. Namun, untuk mencapai kesimpulan tersebut, diperlukan bukti-bukti yang kuat dan valid.
Proses pemeriksaan yang dilakukan DPD Golkar Provinsi NTT berlangsung secara terbuka, dengan melibatkan pihak-pihak yang terkait, termasuk ahli hukum atau penyidik internal. Sarmuji menyatakan bahwa mereka sedang mengevaluasi berbagai sumber informasi, termasuk laporan dari pihak yang menjadi korban. "Kita juga mempertimbangkan perspektif dari sumber-sumber yang berbeda, agar keputusan yang diambil nanti tidak terburu-buru dan adil," tambahnya.
Sebagai anggota DPRD, Lazakar memiliki tanggung jawab untuk menjaga nama baik partai dan menghindari tindakan yang bisa merusak reputasi. Dalam pernyataannya, Sarmuji menyebutkan bahwa Golkar berkomitmen untuk menjaga etika dan disiplin di antara anggotanya, terlepas dari pangkat atau jabatan yang mereka miliki. "Jika terbukti bahwa Therensius Lazakar melanggar aturan dengan mengintimidasi Dokter Icha, maka kita tidak akan ragu untuk memberikan sanksi yang sesuai," tegasnya.
Konteks Kasus dan Penelusuran Lebih Lanjut
Dokter Icha, yang merupakan bagian dari tim medis dalam sebuah kegiatan penting, dianggap menjadi korban dari tindakan intimidasi yang dilakukan Lazakar. Kasus ini muncul setelah adanya laporan yang menyebutkan bahwa Lazakar memperkuat tekanan terhadap dokter tersebut, terutama dalam konteks keputusan yang diambil dalam rapat atau forum tertentu. Meski begitu, Sarmuji menekankan bahwa kebenaran akan terungkap melalui proses yang terbuka dan transparan.
Sementara itu, DPD Golkar Provinsi NTT sedang menelusuri lebih lanjut terkait laporan tersebut. Sarmuji mengatakan bahwa mereka sudah mengumpulkan data dan mengajukan pertanyaan ke berbagai pihak yang terlibat. "Selain mengumpulkan bukti, kita juga memastikan apakah ada kesesuaian antara tindakan yang dilakukan dengan aturan yang berlaku dalam partai," imbuhnya. Proses ini dilakukan agar partai tidak terburu-buru dalam memberikan sanksi, terutama karena kasus ini bisa berdampak pada citra Golkar di mata publik.
Dalam dunia politik, tindakan intimidasi sering kali menjadi isu yang sensitif. Oleh karena itu, Partai Golkar berusaha memastikan bahwa setiap tindakan yang dilakukan oleh anggotanya diinvestigasi secara seksama. Sarmuji menambahkan bahwa keputusan akhir akan diambil setelah semua pihak diberi kesempatan untuk menjelaskan. "Kita juga memperhatikan perspektif dari pihak yang mengalami tekanan, agar tidak ada kesan tidak adil dalam proses ini," katanya.
Kasus ini menjadi contoh bagaimana Partai Golkar menjalankan mekanisme internalnya untuk menangani pelanggaran. Meski dalam pemeriksaan, Lazakar bisa saja diberikan kesempatan untuk menjelaskan diri, tetapi jika terbukti bersalah, sanksi akan diberikan sesuai dengan tingkat keparahan pelanggaran. Sarmuji menjelaskan bahwa Golkar memiliki aturan yang ketat terkait disiplin, dan setiap anggota partai wajib mematuhi aturan tersebut.
Dalam menunggu hasil pemeriksaan, Sarmuji memastikan bahwa Partai Golkar tetap menjaga konsistensi dalam mengambil keputusan. Ia mengatakan bahwa partai tidak akan membiarkan anggotanya melakukan tindakan yang bisa merugikan masyarakat atau mengganggu proses demokratis. "Kita ingin menunjukkan bahwa Partai Golkar mampu menjaga integritas dan keadilan, bahkan dalam kasus yang terjadi di lingkungan internal," tuturnya.
Proses ini juga menunjukkan bahwa DPD Golkar Provinsi NTT aktif dalam mengawasi kegiatan anggotanya. Meski sudah dipanggil, Sarmuji menyatakan bahwa investigasi masih berlangsung, dan tidak ada keputusan final yang telah dibuat. "Kita perlu memastikan bahwa semua fakta sudah diketahui, sebelum mengambil tindakan," jelasnya. Dengan demikian, kasus Therensius Lazakar menjadi bahan pembelajaran bagi anggota partai lainnya untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan tugasnya.
Sampai saat ini, masyarakat masih menantikan hasil dari pemeriksaan tersebut. Apakah Therensius Lazakar benar-benar terbukti melakukan intimidasi, atau apakah ada faktor lain yang bisa menjelaskan tindakan tersebut? Sarmuji memastikan bahwa Partai Golkar akan menjalani proses dengan adil, dan tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan. "Kita ingin menjamin bahwa semua anggota partai memiliki kesempatan yang sama untuk diperiksa dan dihakimi," tutupnya.