DonasiKitaBisa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Important News: Operasi SAR Longsor Pasirlangu Terus Berlanjut, 99 Bodypack Dievakuasi hingga Senin

Published Juli 2, 2026 · Updated Juli 2, 2026 · By Fajar Hakim

Operasi SAR Longsor Pasirlangu Terus Berlanjut, 99 Bodypack Dievakuasi hingga Senin

Important News - Kabupaten Bandung Barat masih dalam proses evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, setelah status tanggap darurat berakhir. Basarnas bersama tim SAR gabungan kembali melakukan pencarian dan pengevakuasi korban pada Senin, 9 Februari 2026. Pada hari itu, lima jenazah dalam bentuk bodypack berhasil ditemukan dan dievakuasi. Pencarian dilakukan secara bertahap di berbagai sektor, dengan hasil yang terus diperoleh sepanjang hari.

Proses Evakuasi dan Serah Terima ke DVI

Bodypack pertama ditemukan di worksite A2 pada pukul 09.12 WIB, sementara penemuan selanjutnya terjadi di worksite B2. Empat jenazah tambahan ditemukan di area tersebut pada waktu yang berbeda, yaitu pukul 12.06 WIB, 12.22 WIB, dan 12.35 WIB. Penemuan kelima serta terakhir di hari tersebut juga dilakukan di worksite B2 pada 14.30 WIB. Semua jenazah yang dievakuasi langsung diserahkan kepada Tim DVI Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi yang memenuhi standar forensik.

"Dari 79 bodypack yang telah diproses, sebanyak 76 korban berhasil diidentifikasi, sementara 14 bodypack lainnya masih dalam tahap identifikasi lanjutan," tutur Ade Dian Permana, Kepala Kantor SAR Bandung dan SAR Mission Coordinator (SMC), dalam keterangan tertulis pada Senin malam.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Basarnas mencatat penyesuaian signifikan dalam jumlah personel dan alat di lapangan. Meski demikian, operasi pencarian tetap berjalan tanpa mengurangi fokus pada keselamatan tim. Tugas diperbagi secara rinci dengan mempertimbangkan efisiensi operasi dan risiko medan yang masih tinggi.

Peran Personel dan Alat Pencarian

Masuk ke tahap transisi, operasi SAR melibatkan 862 personel dari berbagai instansi, termasuk Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan unit SAR lainnya. Tim kerja dibagi menjadi tiga sektor utama yang menjadi prioritas pencarian. Selain itu, operasi didukung oleh sembilan unit excavator dan sepuluh anjing pelacak (K-9) untuk membantu mengidentifikasi korban yang belum ditemukan.

Proses evakuasi memerlukan koordinasi ketat antar tim. Setiap bodypack yang ditemukan diangkut ke titik kumpul untuk diserahkan kepada DVI. Adanya penyesuaian jumlah personel mencerminkan adaptasi operasi yang lebih terarah, mengurangi beban kerja dan mempercepat penemuan korban.

Transfer Barang Milik Korban

Basarnas juga memastikan barang-barang milik korban yang ditemukan selama operasi diserahkan kepada Pemerintah Desa Pasirlangu. Selanjutnya, barang-barang tersebut dihimpun dan dibagikan kepada keluarga atau ahli waris korban. Langkah ini bertujuan untuk memberikan perlindungan dan penanganan yang lebih humanis terhadap keluarga para korban.

Pencarian yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB mengalami penyesuaian strategi untuk memaksimalkan efektivitas. Pemetaan lokasi dan pembagian tugas dilakukan berdasarkan kondisi medan yang terus berubah. Tim SAR menyadari pentingnya mengutamakan keselamatan personel, terutama dalam kondisi yang semakin menantang setelah berakhirnya status darurat.

Tahap Pemulihan dan Perkembangan

Setelah operasi SAR masuk ke fase pemulihan, keberadaan korban yang masih tercatat dalam daftar pencarian semakin berkurang. Namun, pencarian tetap dilanjutkan untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat. Perubahan kekuatan personel mencerminkan kesiapan tim untuk menyesuaikan skala operasi sesuai dengan kebutuhan.

DVI berperan krusial dalam identifikasi korban. Dengan adanya 79 bodypack yang sudah diproses, 76 jenazah berhasil diidentifikasi, sementara 14 lainnya masih dalam pemeriksaan lebih lanjut. Proses ini memakan waktu dan memerlukan kerja sama intensif antar instansi untuk menghasilkan identifikasi yang akurat.

Kehadiran alat berat seperti excavator dan anjing pelacak menjadi penunjang penting dalam upaya menemukan jenazah yang masih terkubur. Keseriusan tim SAR terlihat dari konsistensi operasi hingga Senin, 9 Februari 2026, dengan total 99 bodypack yang berhasil dievakuasi. Angka ini menunjukkan progres yang signifikan meski masih ada korban yang belum ditemukan.

Pelaksanaan operasi SAR juga menghasilkan transparansi terkait kondisi di lapangan. Koordinasi antar tim terjaga baik, sehingga proses evakuasi dan identifikasi dapat berjalan lancar. Basarnas mencatat adanya penyesuaian alat dan personel sesuai dengan dinamika pencarian yang terus berkembang.

Koordinasi dan Pemantauan

Operasi SAR Pasirlangu menjadi contoh kolaborasi yang baik antar instansi. Keselarasan tugas antara Basarnas, TNI, Polri, dan relawan memastikan evakuasi korban terus berlangsung optimal. Pemantauan dilakukan secara rutin untuk menilai keberhasilan dan memperbaiki strategi pencarian.

Adanya tiga sektor utama dalam operasi SAR mencerminkan pembagian area pencarian yang terencana. Tim memprioritaskan keamanan, baik dalam proses evakuasi maupun identifikasi, sehingga tidak ada risiko terhadap personel. Upaya ini menciptakan efisiensi dalam pencarian, namun tetap mempertahankan ketelitian dalam proses identifikasi korban.

Dengan jumlah 99 bodypack yang telah dievakuasi, operasi SAR menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Namun, masih ada 14 bodypack yang menunggu pemeriksaan lebih lanjut. DVI terus berupaya mempercepat proses identifikasi dengan memanfaatkan teknologi dan metode forensik terkini. Semua kegiatan diawasi secara ketat untuk memastikan hasil yang maksimal.