Kebijakan Baru: Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran
Sekretaris Pertahanan AS Minta Kepala Staf Angkatan Darat Mundur di Tengah Perang dengan Iran
Pada hari Kamis, 2 April 2026, Sekretaris Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, mengusulkan pemecatan Jenderal Randy George dari posisi Kepala Staf Angkatan Darat. Langkah ini bertujuan mengisi jabatan dengan tokoh yang lebih selaras dengan visi strategis Presiden Donald Trump terhadap reformasi Angkatan Darat AS.
Langkah ini memperkuat upaya pembersihan besar-besaran perwira tinggi militer yang dilakukan pemerintahan Trump selama konflik besar dengan Iran. Pemecatan George dilakukan sebagai bagian dari perubahan yang diusulkan oleh Hegseth, menurut sumber pemerintah AS.
Laporan CBS Tentang Pemecatan George
CBS melansir laporan yang menyebutkan George diminta segera pensiun.
Alasan di balik permintaan ini belum diungkap secara resmi, namun sumber media menyebutkan bahwa Hegseth menginginkan sosok yang mampu menjalankan visi dirinya dan Presiden Donald Trump untuk Angkatan Darat AS.
George, yang telah berpengalaman hampir empat dekade dalam layanan militer, pernah dipercaya memimpin operasi di Irak dan Afghanistan. Ia juga memiliki kepercayaan di posisi Wakil Kepala Staf Angkatan Darat serta Asisten Militer Senior untuk Kepala Pentagon Lloyd Austin selama masa kepresidenan Joe Biden.
Sejarah Pembersihan Militer Trump
Sebelumnya, Trump telah mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah perwira senior, seperti Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Charles “CQ” Brown, yang diberhentikan tanpa penjelasan pada Februari 2025. Selain itu, sejumlah jabatan utama militer lainnya juga diisi kembali, termasuk kepala Angkatan Laut dan Penjaga Pantai, pimpinan National Security Agency, wakil kepala staf Angkatan Udara, seorang laksamana yang ditempatkan di NATO, serta tiga perwira hukum teratas.
Pemecatan Kepala Staf Angkatan Udara terjadi tanpa alasan yang diungkapkan setelah dua tahun menjabat, sementara kepala US Southern Command pensiun setelah satu tahun memimpin.
Pete Hegseth menegaskan bahwa Presiden memilih individu yang dianggap paling cocok, namun para anggota Partai Demokrat mengkhawatirkan isu politisasi militer AS yang sebelumnya dianggap netral.

