DonasiKitaBisa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Changan Deepal S05 Berstatus CBU? Kapan Diproduksi Lokal?

Published Juli 5, 2026 · Updated Juli 5, 2026 · By Hadi Nugroho

Changan Deepal S05 Berstatus CBU? Kapan Diproduksi Lokal?

Penyegaraan Teknologi Listrik di Indonesia

Key Discussion - Dalam dunia otomotif, Changan Deepal S05 menarik perhatian sebagai kendaraan pertama yang mengadopsi teknologi Range Extender Electric Vehicle (REEV) di pasar Indonesia. Mobil ini dirakit secara lengkap di luar negeri sebelum dikirim ke tanah air, menurut status Completely Built Up (CBU) yang diberikan oleh pihak produsen. Setiawan Surya, CEO Changan Indonesia, mengungkapkan bahwa hingga saat ini, Deepal S05 belum memiliki rencana produksi lokal. "Saat ini, mobil Deepal S05 masih dalam status CBU. Pihak perusahaan belum mengumumkan rencana produksi lokal," ujarnya dalam wawancara di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.

Proses Penyediaan dan Status CKD

Sebelumnya, beberapa produk Changan yang sudah hadir di Indonesia, seperti Lumin dan Deepal S07, berstatus Completely Knocked Down (CKD). Artinya, komponen utama mobil dirakit di dalam negeri, memungkinkan perusahaan lokal memperoleh keuntungan dalam industri otomotif. Status CKD juga mempercepat pengembangan pasar, karena mobil bisa diassembly dengan bantuan teknologi dari produsen asing. Namun, Deepal S05 berbeda. Menurut Setiawan, mobil ini diperkenalkan dengan bentuk jadi, tanpa melalui proses rakitan lokal. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang strategi perusahaan dalam memperluas pangkalan pasar di Indonesia.

Perbedaan CBU dan CKD

Status CBU dan CKD memegang peranan penting dalam industri otomotif. CKD, atau Completely Knocked Down, mengacu pada mobil yang hanya memiliki komponen utama yang diimpor, lalu dirakit di Indonesia. Teknologi ini membantu mendorong pertumbuhan industri manufaktur lokal, karena tenaga kerja dalam negeri terlibat langsung dalam proses pembuatan. Sementara itu, CBU, atau Completely Built Up, adalah mobil yang dirakit secara utuh di luar negeri, lalu dikirim langsung ke pasar tanpa proses rakitan tambahan. Dengan status CBU, Changan Deepal S05 mengandalkan keunggulan teknologi dan desain dari pabrik asli, tetapi mungkin mengorbankan sebagian keuntungan ekonomi dari produksi lokal.

REEV: Teknologi yang Menggabungkan Listrik dan Bensin

Range Extender Electric Vehicle (REEV) merupakan jenis kendaraan listrik yang menggabungkan keunggulan mobil bertenaga bensin dengan keadilan mobil listrik. Teknologi ini memungkinkan mobil menggunakan baterai untuk perjalanan sehari-hari, tetapi jika baterai habis, mesin bensin akan menggerakkan generator untuk mengisi ulang baterai. S05 berstatus sebagai mobil REEV pertama yang dijual di Indonesia, menurut pengumuman resmi. Selain itu, mobil ini diharapkan dapat menawarkan kinerja yang lebih baik dalam berbagai kondisi jalan, terutama di daerah-daerah yang jauh dari jaringan pengisian listrik.

Keterlibatan Changan di Pasar Indonesia

Changan Indonesia, sebagai bagian dari grup Changan di Tiongkok, sudah lama berusaha memperkuat kehadirannya di tanah air. Berbagai model mobil yang diperkenalkan, seperti Lumin dan Deepal S07, telah menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menyesuaikan produk untuk pasar lokal. Namun, Deepal S05 dianggap sebagai langkah baru yang lebih fokus pada inovasi teknologi. "Kami terus berupaya meningkatkan kualitas dan keberlanjutan produk, terutama dengan memperkenalkan mobil yang lebih ramah lingkungan," kata Setiawan. Meski begitu, ia mengakui bahwa ada kebutuhan untuk mengevaluasi produksi lokal guna mempercepat distribusi dan mengurangi biaya.

Strategi Pasar dan Konsumen

Produksi lokal dianggap menjadi strategi yang efektif untuk memperkuat kepercayaan konsumen, khususnya di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Dengan CKD, mobil seperti Lumin dan S07 dapat diproduksi di Indonesia, mengurangi ketergantungan pada impor. Namun, mobil CBU seperti S05 membutuhkan investasi yang lebih besar untuk memastikan kestabilan pasokan. Hal ini bisa menjadi tantangan bagi perusahaan yang ingin mempercepat kehadiran produk baru. Setiawan mengungkapkan bahwa keputusan untuk menggunakan CBU pada S05 bukanlah kebijakan sementara, tetapi bagian dari perencanaan jangka panjang.

Perkembangan Teknologi Otomotif di Indonesia

Mengikuti tren global, Indonesia semakin menghargai inovasi dalam industri otomotif. Penggunaan teknologi REEV menunjukkan keinginan Changan untuk memperkenalkan model yang lebih canggih dan ramah lingkungan. Meski mobil CBU lebih mahal, mobil ini bisa menawarkan keunggulan dalam kenyamanan dan kinerja. Selain itu, Changan berharap S05 dapat menarik perhatian konsumen yang tertarik pada kendaraan listrik, terutama dengan daya tahan baterai yang lebih tinggi. "REEV adalah solusi untuk mengatasi masalah pengisian listrik, sehingga mobil ini cocok untuk segmen yang lebih luas," tambahnya.

Kapan Produksi Lokal Dipertimbangkan?

Setiawan menyatakan bahwa keputusan tentang produksi lokal Deepal S05 akan diperhitungkan setelah pihaknya mengevaluasi kebutuhan pasar dan strategi bisnis. "Mobil ini adalah langkah awal, dan kita akan melihat respons konsumen sebelum menentukan langkah lebih lanjut," jelasnya. Meski saat ini belum ada rencana produksi lokal, perusahaan menargetkan pengembangan produk yang lebih adaptif terhadap kondisi Indonesia. Ini bisa menc