DonasiKitaBisa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

KPK Geledah 3 Lokasi di Bali – Cari Bukti Pemerasan Izin Tinggal WNA yang Menjerat Silmy Karim

Published Juni 20, 2026 · Updated Juni 20, 2026 · By Rina Lestari

KPK Lakukan Penggeledahan di Tiga Lokasi Bali untuk Selidiki Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA

KPK Geledah 3 Lokasi di Bali - KPK kembali melakukan aksi investigasi dengan menggeledah tiga lokasi strategis di Bali, sebagaimana menjadi fokus utama dalam penyelidikan kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi terkait pengurusan izin tinggal bagi warga negara asing (WNA). Aktivitas ini berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu, 17 Juni 2026, hingga Jumat, 19 Juni 2026, dengan tujuan memperkuat bukti-bukti yang diduga mengarah pada Silmy Karim, mantan Wakil Menteri Pemasyarakatan dan Imigrasi. Dalam penyelidikan, tim penyidik menemukan sejumlah dokumen dan barang bukti yang relevan, termasuk catatan keuangan dan data elektronik yang menunjukkan hubungan antara praktik korupsi dan aliran dana.

Kasus Silmy Karim dan Dugaan Korupsi

Dugaan pemerasan izin tinggal WNA yang menjerat Silmy Karim didasari oleh informasi yang menunjukkan bahwa ia terlibat dalam penyalahgunaan wewenang untuk memperoleh keuntungan pribadi. Penyidikan KPK di Bali bertujuan mengungkapkan bagaimana praktik ini terjadi, apakah terkait langsung dengan penerimaan gratifikasi, ataukah ada indikasi lain yang menjadi dasar penuntutan. Selain itu, KPK juga mencari bukti-bukti yang bisa menjelaskan bagaimana korupsi berjalan dalam sistem penerbitan izin tinggal.

“Penggeledahan di tiga lokasi Bali dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan lanjutan terhadap kasus dugaan pemerasan izin tinggal WNA. Dengan menemukan barang bukti fisik dan digital, KPK berusaha membangun kerangka hukum yang jelas terhadap Silmy Karim,” terang Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangannya, Sabtu, 20 Juni 2026.

Proses Penyelidikan dan Lokasi Yang Digeledah

Penyidik KPK mengunjungi tiga lokasi berbeda di Bali, termasuk Kantor PT Visa Empat Bali, CV Visa Agung Bali, dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar. Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena diduga memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas korupsi. Dalam penyelidikan, tim fokus pada dokumen-dokumen yang mungkin menunjukkan alur dana pemerasan dan indikasi penerimaan gratifikasi. Proses penggeledahan ini bertujuan untuk mengidentifikasi bukti-bukti yang bisa digunakan dalam penyidikan lebih lanjut.

Penyelidikan di Bali bukanlah tindakan yang diambil secara mendadak. Sebelumnya, KPK telah mengumpulkan petunjuk-petunjuk yang memicu penelusuran lebih lanjut. Dengan melakukan penggeledahan di tiga lokasi, tim penyidik berharap dapat memperjelas tata cara pemerasan yang dilakukan terduga pelaku. Selain dokumen, penyidik juga menemukan barang bukti elektronik, seperti catatan keuangan dan data transaksi yang bisa menjadi dasar dalam penyidikan.

Konstruksi Kasus dan Langkah Selanjutnya

Penggeledahan di Bali menjadi bagian dari upaya KPK dalam membangun konstruksi perkara terhadap Silmy Karim. Dalam penyelidikan, penyidik mencari bukti yang dapat memperkuat dugaan bahwa penerimaan uang atau aset pribadi terjadi sebagai akibat dari pemberian izin tinggal WNA. Selain itu, tim juga mengecek apakah ada bukti tambahan yang bisa memperjelas hubungan antara pemerasan dan gratifikasi. Analisis barang bukti yang ditemukan akan menjadi dasar bagi penyidik dalam mengambil langkah hukum lebih lanjut.

“Dari hasil penggeledahan di Bali, tim penyidik KPK memperoleh informasi yang bisa mendukung dakwaan terhadap Silmy Karim. Analisis terhadap barang bukti akan dilakukan secara mendalam untuk memastikan bahwa kasus ini memenuhi syarat sebagai tindak pidana korupsi,” tutur Budi Prasetyo.

KPK juga memperhatikan aspek-aspek hukum lainnya, seperti bagaimana praktik pemerasan ini sesuai dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Tipikor. Selain itu, penyidik menginginkan bahwa seluruh tahapan penyelidikan dilakukan secara transparan dan terbuka, agar publik bisa memahami kronologi kejadian yang terjadi. Pemeriksaan terhadap Silmy Karim akan terus berlangsung hingga semua fakta bisa diungkapkan secara lengkap.