DonasiKitaBisa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Lagi Kekerasan pada Perempuan – Ono Surono Desak Kasus Diusut Tuntas

Published Juli 5, 2026 · Updated Juli 5, 2026 · By Lia Nugroho

Kasus Kekerasan pada Perempuan yang Menyedot Perhatian Publik

Lagi Kekerasan pada Perempuan - Baru-baru ini, kasus kekerasan terhadap perempuan kembali menjadi sorotan publik. Peristiwa ini terjadi di Kota Cirebon, mengakibatkan seorang korban berinisial MAN (30) mengalami penyekapan, penganiayaan, hingga kekerasan seksual. Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono, langsung memberikan respons tajam terhadap insiden tersebut, mengecam keras tindakan yang dianggap memperparah situasi kekerasan terhadap perempuan di daerahnya.

Ono Surono: Perlu Penyelidikan Mendalam

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menegaskan bahwa kasus yang menimpa MAN tidak boleh dianggap sepele. Dalam pernyataannya, Ono mengimbau kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kejadian tersebut, memastikan semua bukti diperiksa secara rinci. "Kasus ini harus menjadi perhatian serius, tidak hanya dari pihak berwajib, tetapi juga dari masyarakat luas," tegasnya.

"Kekerasan terhadap perempuan bukan lagi isu kecil. Saya minta penyelidikan yang tidak main-main dan hukuman yang setimpal jika dugaan ini terbukti."

Ono, yang juga anggota legislatif dari Daerah Pemilihan (Dapil) 12, menyampaikan kecamannya melalui media sosial dan konferensi pers. Ia mengkritik sikap apatis terhadap kasus serupa yang sering terjadi di berbagai wilayah. "Kita perlu menegaskan bahwa perempuan berhak mendapatkan perlindungan hukum yang maksimal, terutama di lingkungan masyarakat," lanjutnya.

Kasus di Kota Cirebon: Pemerkosaan dan Penyekapan

Korban, MAN, dilaporkan mengalami penindasan yang berkelanjutan. Menurut informasi terkini, ia menjadi korban penyekapan oleh pelaku yang dikenal dekat dengan keluarganya. Tindakan ini terjadi dalam beberapa hari, menyebabkan korban mengalami trauma fisik dan psikologis. Berdasarkan laporan, pelaku melakukan penganiayaan hingga menyebabkan luka serius, lalu mengarah pada tindakan seksual terhadap korban.

Kasus ini memicu kecaman dari berbagai kalangan. Banyak warga Kota Cirebon menyatakan dukungan terhadap upaya Ono Surono untuk mengungkap kebenaran. "Saya bersyukur ada tokoh seperti Ono yang tidak ragu mengambil tindakan," kata salah satu warga yang menghubungi wartawan. Namun, mereka juga mengungkapkan kekecewaan terhadap sistem penegak hukum yang terkadang terlihat lambat dalam menangani kasus serupa.

Peran Legislatif dalam Perlindungan Perempuan

Dalam perannya sebagai wakil rakyat, Ono Surono menekankan pentingnya peran lembaga legislatif dalam mengawasi penerapan hukum terhadap kekerasan pada perempuan. Ia mengatakan, DPRD harus memastikan bahwa kebijakan hukum yang diangkat oleh pemerintah daerah sesuai dengan kebutuhan korban. "Tidak cukup hanya ada undang-undang, tapi harus ada implementasi yang nyata," jelasnya.

Kasus MAN menjadi contoh nyata kelemahan sistem yang ada. Meski telah dikeluarkan Peraturan Daerah tentang perlindungan perempuan, banyak warga merasa bahwa hukum belum cukup tegas dalam menindak pelaku. Ono meminta pemerintah setempat untuk meningkatkan kecepatan dalam menangani laporan kekerasan, termasuk melakukan pendampingan korban hingga proses hukum selesai.

Politisi PDIP ini juga menyebutkan bahwa masyarakat perlu berperan aktif dalam memberikan saksi atau informasi. "Banyak orang yang mengetahui kejadian ini tetapi enggan melaporkan, karena takut dihukum atau merasa tidak penting," ujarnya. Untuk itu, ia menyarankan pemerintah memberikan perlindungan kepada saksi-saksi yang mengungkap fakta-fakta kekerasan.

Kasus Serupa: Fenomena yang Tak Kunjung Berakhir

Ono Surono mengingatkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan terus-menerus terjadi, tidak hanya di Kota Cirebon, tetapi juga di berbagai daerah di Jawa Barat. Ia menyebutkan bahwa selama ini banyak korban yang mengalami kesulitan dalam melaporkan kasus karena alasan ekonomi, budaya, atau kurangnya kesadaran tentang hak-hak mereka.

Menurut data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk, jumlah laporan kekerasan terhadap perempuan di Jawa Barat meningkat 15% dibanding tahun sebelumnya. Ono menilai angka ini menunjukkan bahwa masalah kekerasan belum sepenuhnya diatasi. "Kita harus lebih waspada dan proaktif dalam mencegah kejadian serupa," tegasnya.

Komitmen untuk Pemberdayaan Perempuan

Sebagai wakil rakyat, Ono Surono tidak hanya mengecam kejadian, tetapi juga mengusulkan langkah-langkah konkrit untuk mencegah kekerasan. Ia menekankan perlunya pendidikan tentang hak asasi manusia dan perlindungan perempuan di tingkat sekolah dan komunitas. "Jika masyarakat tidak paham tentang kekerasan, mereka akan lebih mudah terjebak dalam sistem penindasan," katanya.

Ono juga mengkritik ketidakadilan dalam hukuman terhadap pelaku kekerasan. Menurutnya, banyak pelaku yang hanya menerima hukuman ringan karena kurangnya bukti yang kuat. "Kita perlu memastikan bahwa hukum berjalan adil dan setiap pelaku kekerasan akan diberi hukuman sesuai dengan keseriusan tindakannya," imbuhnya.

Dalam konteks ini, Ono Surono menunjukkan komitmen yang kuat untuk mendorong perubahan. Ia menjanjikan akan terus memantau perkembangan kasus MAN dan kasus serupa lainnya. "Saya yakin dengan bantuan masyarakat, kasus ini bisa terungkap secara menyeluruh," katanya optimis. Harapan ini semakin tinggi setelah kejadian di Kota Cirebon memicu perdebatan di media sosial dan forum publik.

Kasus kekerasan pada perempuan ini tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi juga mencerminkan kondisi nasional. Ono Surono berharap, melalui tindakan tegas di Kota Cirebon, bisa menjadi contoh untuk daerah lain. "Kita harus menunjukkan bahwa kekerasan terhadap perempuan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut," katanya dalam pidatonya.

Dengan segala upaya yang dilakukan, Ono Surono berharap bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap isu ini. Ia menegaskan bahwa hukum harus menjadi alat perlindungan, bukan alat penindasan. "Saya yakin, jika semua pihak bekerja sama, kekerasan terhadap perempuan bisa diminimalisir," pungkasnya.