Latest Program: Kejagung Tetapkan Tersangka Keempat Kasus Dugaan Korupsi Program MBG di BGN, Orang Kepercayaan Sony Sonjaya
Kejagung Tetapkan Tersangka Keempat dalam Kasus Korupsi Program MBG
Latest Program - Kementerian Pusat Pemerintahan (Kejagung) resmi menetapkan tersangka keempat terkait dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN) selama periode 2025–2026. Tersangka terbaru ini adalah Asep Yusuf Somantri (AYS), seorang pihak swasta yang diketahui memiliki hubungan erat dengan mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya. Penetapan tersebut dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 6 Juni 2026, menurut informasi yang dihimpun dari Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta, pada Jumat, 12 Juni 2026.
Keterlibatan AYS dalam Korupsi MBG
Syarief Sulaeman Nahdi, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, mengungkap bahwa AYS terlibat langsung dalam proses pencairan dana MBG. Ia berperan sebagai pihak yang diduga bertindak atas permintaan Sony Sonjaya untuk mengarahkan pengadaan makanan ke titik-titik distribusi yang belum terverifikasi. Dalam penyidikan, terungkap bahwa AYS memanfaatkan akses khusus untuk mengetahui daftar SPPG yang masih kosong. Tindakan ini dilakukan dengan mengintervensi tim verifikator mitra MBG.
"AYS melakukan tindakan yang diduga menyalahgunakan wewenangnya untuk menyetujui pendaftaran mitra baru di SPPG yang sebelumnya telah ditutup. Ia juga memberikan sejumlah dana kepada tersangka SS (Sony Sonjaya) sebagai imbalan atas peran tersebut," kata Syarief.
Korupsi dalam program MBG, yang bertujuan memberikan makanan bergizi gratis kepada masyarakat, dinilai sangat menggangu keberlanjutan proyek tersebut. Dengan adanya AYS sebagai tersangka, jumlah total orang yang ditahan dalam kasus ini mencapai empat. Pihak penyidik menegaskan bahwa keempat tersangka ini termasuk mantan Kepala BGN, dan Hindayana, serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. Perkara ini saat ini masih berada pada tahap penyelidikan awal, namun investigasi telah memperlihatkan indikasi kuat adanya praktik korupsi yang sistematis.
Mekanisme Penetapan Tersangka
Penetapan AYS sebagai tersangka menunjukkan kemajuan dalam penyelidikan kasus korupsi ini. Prosesnya dimulai dari pengumpulan bukti-bukti keterlibatan AYS dalam memanipulasi data pendaftaran mitra MBG. Ia diduga mencabut persetujuan calon mitra yang telah lulus verifikasi melalui portal resmi program, lalu menggantinya dengan mitra baru yang didukung oleh kepentingan pribadi. Tindakan ini memberikan kesan bahwa ada pengaruh dari pihak tertentu dalam mengarahkan pengalokasian dana ke titik SPPG yang lebih sesuai dengan kepentingan mereka.
Menurut Syarief, keberadaan AYS sebagai tersangka bukan hanya memperkuat kebenaran dugaan korupsi, tetapi juga menunjukkan bahwa praktik tersebut melibatkan pihak eksternal. "Peran AYS sangat strategis karena ia mengatur pendaftaran mitra yang tidak memenuhi kriteria standar," jelas Syarief. Tersangka lainnya, seperti Sony Sonjaya, diketahui sebagai tokoh utama dalam pengambilan keputusan strategis terkait program ini. Kejagung berharap dengan menetapkan tersangka keempat, investigasi dapat lebih memperjelas motif serta skema yang digunakan dalam kasus ini.
Konteks Program MBG dan Dampak Korupsi
Program MBG dirancang untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga miskin. Dana yang dialokasikan untuk program ini dianggap penting karena berdampak langsung pada kebutuhan pangan sehari-hari. Dengan adanya korupsi dalam pengelolaannya, ada kemungkinan distribusi makanan bergizi tidak tepat sasaran dan dana yang dikelola tidak berjalan secara efisien.
Kepala BGN yang mantan juga menjadi fokus penyidikan. Pihak penyidik memperkirakan bahwa keempat tersangka ini memiliki peran berbeda dalam skema korupsi, mulai dari pengambilan keputusan hingga pemberian keuntungan kepada pihak tertentu. Syarief menambahkan bahwa investigasi akan terus dilakukan untuk mengungkap lebih banyak pelaku yang terlibat. "Kami ingin memastikan semua pihak yang terkait langsung dan secara tidak langsung dalam korupsi ini dapat dikenai hukum," ujarnya.
Potensi Penambahan Tersangka
Kejagung menegaskan bahwa kasus ini masih dalam tahap awal penyidikan, sehingga ada kemungkinan ditemukan tersangka tambahan. "Kami sedang menganalisis berbagai indikasi kecurangan dan akan mengembangkan kasus lebih lanjut jika diperlukan," kata Syarief. Ia juga menyebutkan bahwa keberhasilan penetapan tersangka keempat menunjukkan bahwa sistem pengawasan dalam BGN belum cukup memadai, sehingga memungkinkan adanya peluang untuk menambah jumlah orang yang terlibat.
Hal ini memperlihatkan bahwa korupsi MBG tidak hanya melibatkan pejabat dalam lingkaran internal BGN, tetapi juga para mitra eksternal yang berperan sebagai penyalur dana. Dengan adanya AYS sebagai orang kepercayaan Sony Sonjaya, jaringan korupsi ini terlihat lebih luas dan saling terhubung. Proses penyidikan akan berjalan lebih intensif untuk memastikan seluruh aktor yang terlibat diperiksa dan diberi sanksi sesuai dengan aturan hukum.
Kesimpulan dan Impak pada Masyarakat
Kasus korupsi MBG yang terungkap kini menjadi sorotan publik, terutama karena dampak langsung terhadap masyarakat yang mengandalkan program ini. Dengan adanya keempat tersangka ini, investigasi telah membuka jalan untuk mengungkap alur dana yang dialihkan atau digunakan untuk keuntungan pribadi. Kejagung berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi lembaga lain untuk meningkatkan transparansi dalam pengelolaan dana publik.
Pelaku korupsi dalam program MBG tidak hanya merugikan negara, tetapi juga menimbulkan kekecewaan di kalangan masyarakat yang mengharapkan bantuan sosial yang tepat sasaran. Syarief menegaskan bahwa penegakan hukum akan dilakukan secara tegas, baik terhadap pejabat maupun pihak swasta yang terlibat. "Kami yakin penelusuran akan terus dilakukan hingga seluruh fakta terungkap," tegasnya.