Latest Program: Pramono: Terowongan Plaza Senayan-Senayan City Bisa Jadi Lapak UMKM
Pramono: Terowongan Plaza Senayan-Senayan City Bisa Jadi Lapak UMKM
Latest Program - Pengelolaan kemacetan di Ibu Kota Jakarta terus menjadi fokus utama para pemimpin kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kini menawarkan solusi inovatif dengan meminta pengelola pusat perbelanjaan untuk membangun terowongan bawah tanah yang menghubungkan Plaza Senayan dan Senayan City. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi kepadatan lalu lintas di daerah tersebut sekaligus memberikan ruang baru bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berkembang. Rekayasa lalu lintas menjadi salah satu prioritas pemerintah, terutama di titik-titik rawan kemacetan seperti Senayan dan sekitarnya.
Penyederhanaan Akses untuk Pengurangan Kepadatan
Pramono menyebutkan bahwa kota Jakarta memiliki berbagai titik kemacetan yang memengaruhi mobilitas warga. Salah satu lokasi yang sering jadi sumber kemacetan adalah kawasan Senayan, yang menjadi jalur utama bagi pejalan kaki dan kendaraan. Dengan membangun terowongan bawah tanah antara Plaza Senayan dan Senayan City, jalan-jalan utama yang sebelumnya digunakan untuk arus lalu lintas bisa dialihkan menjadi jalur khusus pejalan kaki atau tempat parkir. Ini berpotensi mengurangi kerumunan kendaraan dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Menurut Pramono, ide tersebut diusulkan sebagai bagian dari upaya mengatasi masalah kemacetan yang sudah lama dihadapi Jakarta. "Dengan adanya terowongan, kawasan Senayan bisa menjadi lebih terstruktur dan tidak lagi dipenuhi oleh kendaraan yang memperlambat alur lalu lintas," jelasnya. Ia juga menekankan bahwa solusi ini tidak hanya menguntungkan pihak pengelola tapi juga masyarakat sekitar, karena dapat mempercepat akses ke berbagai tempat di kawasan tersebut.
Manfaat Strategis untuk UMKM
Salah satu aspek penting dari rencana ini adalah pemanfaatan ruang bawah tanah sebagai lapak bagi UMKM. Pramono mengatakan, area ini bisa dimanfaatkan untuk menjual produk lokal, menawarkan layanan, atau mengadakan kegiatan ekonomi kreatif. "Plaza Senayan dan Senayan City sebenarnya bisa dibuat menjadi lebih sederhana secara struktur, yang sangat akan memberikan keuntungan kedua belah pihak," ujarnya di Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2026).
"Ruang di bawahnya bisa dimanfaatkan untuk berjualan UMKM dan sebagainya," tambah Pramono. Ia menilai bahwa ini adalah langkah cerdas untuk memperkuat ekosistem usaha kecil dan menengah di Jakarta. Dengan adanya jalur bawah tanah, UMKM dapat memperoleh akses lebih mudah ke konsumen, sekaligus mengurangi pengaruh negatif dari kepadatan lalu lintas di atas tanah.
Kota Jakarta dikenal sebagai pusat ekonomi nasional, sehingga keberadaan UMKM sangat vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Pramono menilai, ruang bawah tanah yang terbuka untuk UMKM akan menjadi wadah baru bagi para pelaku usaha. Tidak hanya itu, tempat ini juga bisa menjadi kawasan yang lebih hijau dan ramah lingkungan karena mengurangi emisi dari kendaraan yang terjebak macet. Pemerintah daerah berharap ini bisa menjadi contoh keberhasilan dalam menggabungkan pengelolaan kota dengan pembangunan ekonomi.
Kolaborasi dan Tantangan Kebutuhan
Pembangunan terowongan ini memerlukan kerja sama antara berbagai pihak, termasuk pengelola mall, pemerintah, dan masyarakat. Pramono menegaskan bahwa ide ini sudah diusulkan ke pihak terkait, dan sedang dalam proses evaluasi. "Kita perlu memastikan bahwa rencana ini tidak hanya layak secara teknis tapi juga berkelanjutan secara ekonomi," katanya. Selain itu, ia menyebutkan bahwa keterlibatan UMKM dalam pengembangan kawasan ini harus didukung dengan program pemasaran dan pendidikan bagi pengusaha.
Membangun terowongan bawah tanah di Senayan juga memerlukan pertimbangan terkait infrastruktur dan keamanan. Pihak pengelola harus memastikan bahwa rancangan ini bisa diimplementasikan tanpa mengganggu operasional plaza dan pusat perbelanjaan yang ada. Pramono berharap, perencanaan ini bisa segera dilakukan agar sebelum akhir tahun, kawasan Senayan menjadi lebih terorganisir dan inklusif.
Perkembangan Berkelanjutan untuk Kota Jakarta
Menurut Pramono, pembangunan terowongan ini merupakan bagian dari visi Jakarta untuk menjadi kota yang lebih modern dan ramah lingkungan. Ia menyoroti pentingnya memadukan kebutuhan transportasi dan ekonomi dalam merancang kota. "Jika kita bisa menciptakan ruang baru yang memenuhi dua fungsi, maka Jakarta akan lebih maju dan layak dikunjungi wisatawan serta investasi," kata dia.
Pendekatan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan mengurangi waktu tunggu di jalan raya, warga Jakarta bisa lebih efisien dalam beraktivitas sehari-hari. Selain itu, UMKM yang masuk ke dalam terowongan ini akan memiliki peluang besar untuk berkembang, terutama di tengah tantangan kompetisi yang semakin ketat. Pramono berharap, solusi ini bisa menjadi langkah awal dari beberapa inisiatif serupa di kawasan lain.
Pembangunan terowongan di Senayan juga dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi kemacetan yang sudah menjadi masalah utama di kota metropolitan ini. Dengan mengalihkan sebagian alur lalu lintas ke bawah tanah, kondisi jalan raya bisa menjadi lebih lancar. Pramono menyebutkan bahwa ini adalah solusi yang lebih efektif dibandingkan hanya memperluas jalan raya, yang seringkali menghasilkan efek samping seperti peningkatan polusi udara dan gangguan terhadap lingkungan sekitar.
Kawasan Senayan sebagai Tengah Kota yang Tumbuh
Kawasan Senayan selama ini menjadi pusat kegiatan politik, ekonomi, dan budaya. Dengan adanya terowongan yang menghubungkan Plaza Senayan dan Senayan City, kawasan ini bisa lebih terintegrasi secara infrastruktur. Pramono mengharapkan, penggunaan ruang bawah tanah tidak hanya sebagai jalur transportasi tapi juga sebagai area ekonomi yang berkelanjutan. "Ini adalah langkah untuk memastikan bahwa Jakarta tetap dinamis, tetapi juga nyaman dan hijau," pungkasnya.
Di sisi lain, Pramono menyebutkan bahwa pemerintah akan terus mendorong partisipasi UMKM dalam pengembangan kota. Ia menegaskan bahwa usaha kecil dan menengah harus menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi lokal. "Kami ingin bahwa terowongan ini tidak hanya menjadi jalan khusus tapi juga ruang yang bisa memperkuat kemandirian ekonomi warga Jakarta," jelasnya. Solusi ini diharapkan bisa memberikan dampak jangka panjang, bukan hanya mengurangi kemacetan saat ini.
Dengan penekanan pada keterlibatan UMKM, Pramono memandang bahwa pembangunan terowongan ini bisa menjadi contoh sukses dalam pengembangan kawasan yang berorientasi pada keberlanjutan. Tidak hanya mengatasi masalah lalu lintas, rencana ini juga memberikan peluang bisnis baru bagi para pelaku usaha. Ia optimis bahwa dengan kerja sama yang baik, kawasan Senayan akan menjadi lebih terpadu dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Pramono menambahkan bahwa