DonasiKitaBisa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Sempat Ricuh, Ratusan Mahasiswa Tasikmalaya Geruduk Depo Pertamina hingga Gedung DPRD

Published Juni 13, 2026 · Updated Juni 13, 2026 · By Intan Saputra

Sempat Ricuh, Ratusan Mahasiswa Tasikmalaya Geruduk Depo Pertamina hingga Gedung DPRD

Aksi Mahasiswa Menyoroti Kebijakan BBM

Latest Program - Di hari Jumat, 12 Juni 2026, sejumlah ratusan peserta aksi yang tergabung dalam dua organisasi, yaitu Cipayung Plus dan Poros Pelajar, melakukan demonstrasi di Kota Tasikmalaya. Kegiatan ini dimulai dengan berkumpul di Depo Pertamina yang berlokasi di Jalan Garuda, Kecamatan Tawang. Para peserta aksi mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap kebijakan pemerintah yang menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Mereka mengklaim bahwa penyesuaian harga yang dilakukan secara tiba-tiba telah membebani masyarakat, terutama kelompok miskin dan menengah, serta berpotensi meningkatkan biaya kehidupan.

Proses Aksi dan Tuntutan Demonstran

Demo yang berlangsung di Depo Pertamina tersebut diawali dengan aksi penyampaian orasi oleh peserta aksi secara bergantian. Mereka meminta pemerintah untuk merespons keluhan masyarakat terkait kenaikan harga bahan bakar yang terus meningkat. Selain itu, peserta aksi juga menyoroti kebijakan pemerintah dalam pengelolaan harga BBM, yang mereka anggap tidak transparan dan kurang memperhatikan kepentingan rakyat. Dalam aksi ini, para mahasiswa mengecam kebijakan yang mengakibatkan inflasi, sehingga mengganggu kesejahteraan ekonomi.

Sejumlah peserta aksi menunjukkan tanda-tanda kekecewaan dengan memasang spanduk dan membawa poster yang berisi pesan menentang kenaikan harga BBM. Mereka menekankan bahwa kebijakan ini harus disesuaikan dengan kondisi ekonomi nasional, terutama setelah kenaikan harga bahan bakar yang terjadi sebelumnya. "Kenaikan BBM tidak hanya mengganggu kehidupan sehari-hari masyarakat, tetapi juga memperparah tekanan pada masyarakat ekonomi lemah," ujar salah satu peserta aksi. Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyampaikan keinginan untuk mendapatkan jaminan penggantian subsidi yang lebih adil.

Ketegangan dan Perlindungan Petugas

Aksi yang berlangsung di Depo Pertamina sempat memanas saat peserta aksi berusaha mendekati area yang dijaga oleh petugas kepolisian. Ketegangan muncul ketika demonstran saling dorong dengan polisi, yang mencoba menghalangi mereka dari masuk ke dalam ruangan. Sementara itu, para peserta aksi tetap mengikuti prosedur dengan baik, meski terjadi adu mulut dan perdebatan intensif antara kedua belah pihak.

Sebagai respons, polisi memperketat pengamanan di sekitar lokasi, sementara demonstran terus menambahkan jumlah peserta aksi dengan membagi surat pernyataan dan membawa suara mereka ke lebih banyak orang. Aksi ini berlangsung hingga pukul 17.00, setelah itu peserta aksi bergerak menuju Gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Di sana, mereka menuntut pengambilan keputusan yang lebih bijak dari pihak legislatif terkait kebijakan harga BBM.

Analisis dan Dampak Kebijakan BBM

Pembicaraan tentang kenaikan harga BBM tidak hanya mengenai dampak langsung terhadap masyarakat, tetapi juga berujung pada pertanyaan tentang kinerja pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi. Para peserta aksi menyebutkan bahwa kenaikan harga BBM non-subsidi telah memicu pergerakan harga kebutuhan pokok, seperti bahan pangan dan transportasi. Dalam diskusi, mereka mengkritik kebijakan yang mengabaikan kepentingan konsumen dan lebih memihak kepentingan produsen.

Beberapa anggota dari Cipayung Plus dan Poros Pelajar juga menyebutkan bahwa kebijakan ini perlu diperiksa kembali, terutama dalam konteks inflasi yang terus meningkat. "Kenaikan BBM harus didampingi dengan penyesuaian gaji atau subsidi yang lebih besar agar rakyat tidak terpuruk," tambah salah satu orator. Aksi tersebut dianggap sebagai upaya memperkuat suara mahasiswa dalam isu-isu ekonomi dan sosial yang menyangkut kehidupan sehari-hari warga Kota Tasikmalaya.

Penyelesaian dan Dampak Aksi

Dalam beberapa jam setelah aksi berlangsung, pihak kepolisian dan organisasi mahasiswa sepakat mengakhiri demo. Namun, tidak semua peserta aksi puas dengan hasil tersebut. Beberapa dari mereka tetap berdemo di Gedung DPRD sebagai tanda penekanan permintaan mereka. Aksi di gedung legislatif tersebut berlangsung lebih tenang, tetapi peserta aksi tetap mengajukan pertanyaan terkait kebijakan harga BBM.

Dalam pernyataannya, seorang perwakilan dari Poros Pelajar mengatakan, "Kami ingin pemerintah mengambil langkah konkret untuk menurunkan harga BBM, karena ini sangat berdampak pada masyarakat yang berpenghasilan rendah." Aksi tersebut juga memperlihatkan semangat para mahasiswa dalam mengadvokasi kebijakan yang lebih adil. Pihak kepolisian menilai bahwa aksi berjalan cukup terkendali, meskipun sempat terjadi gesekan antara peserta aksi dan petugas.

Sebagai langkah pencegahan, pihak Pertamina mengungkapkan bahwa mereka telah menyiapkan jalur komunikasi untuk menghadirkan perwakilan kepada mahasiswa. Namun, hingga saat ini, perwakilan tersebut belum memberikan jawaban yang memuaskan. Di sisi lain, pihak DPRD mengatakan bahwa mereka akan menindaklanjuti aspirasi mahasiswa dalam rapat komite khusus. Aksi ini diharapkan mampu menjadi perhatian publik terhadap isu harga bahan bakar yang terus menjadi sorotan.

Konteks Nasional dan Lokal

Kenaikan harga BBM non-subsidi yang terjadi di Kota Tasikmalaya merupakan bagian dari kebijakan pemerintah pusat yang telah diterapkan di seluruh Indonesia. Sejak awal tahun 2026, pemerintah menaikkan harga BBM dalam beberapa tahap, yang dianggap sebagai respons terhadap kenaikan harga minyak internasional. Namun, penyesuaian ini dianggap terlalu cepat dan