DonasiKitaBisa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Update: Ketua BEM UBK Terima Uang Jelang Demo Istana, Mahasiswa Tuntut 5 Pengurus Mundur

Published Juni 23, 2026 · Updated Juni 23, 2026 · By Hadi Nugroho

Latest Update: Mahasiswa UBK Tuntut 5 Pengurus BEM Mundur Usai Terima Dana Jelang Demo Istana

Latest Update – Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) menegaskan tuntutan mereka terhadap lima pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang diduga menerima sumbangan dari pihak kepolisian beberapa hari sebelum aksi demonstrasi di kawasan Istana Negara, 15 Juni 2026. Pernyataan ini dirilis pada Senin, 22 Juni 2026, sebagai respons terhadap dugaan intervensi eksternal dalam penyelenggaraan aksi tersebut. Mahasiswa menilai bahwa penerimaan dana tersebut mengancam kredibilitas BEM sebagai wadah perjuangan mahasiswa yang independen.

Penyebab Tuntutan dan Dana yang Masuk

Menurut informasi terbaru, mahasiswa menyatakan bahwa beberapa pengurus BEM Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Ekonomi (FEB) menerima uang dari oknum kepolisian untuk memastikan partisipasi mahasiswa dalam aksi 15 Juni. Aksi tersebut awalnya bertujuan menuntut reformasi dalam pemberitaan media terkait kasus korupsi yang melibatkan tokoh pemerintah. Latest Update menegaskan bahwa dana tersebut dianggap sebagai bentuk pengaruh dari pihak luar yang memengaruhi keputusan BEM dalam menyusun strategi aksi.

Reaksi Mahasiswa dan Peran BEM

Para mahasiswa mengkritik penerimaan dana oleh pengurus BEM FH dan FEB, menyebutkan bahwa tindakan ini bertentangan dengan prinsip transparansi dan netralitas organisasi kampus. Mereka berharap keempat pengurus BEM yang terlibat bisa mengungkap sumber dana secara jelas dan mengambil langkah mundur dari jabatan masing-masing. "Aksi mahasiswa harus murni dari keinginan rakyat, bukan dipengaruhi oleh pihak eksternal," kata seorang perwakilan dalam pernyataan yang diunggah ke media sosial.

"Dengan menerima uang dari oknum kepolisian, BEM menunjukkan ketidaknetralan dalam menjalankan tugasnya. Kita berharap mereka bisa menjelaskan alasan penerimaan dana tersebut," tulis mahasiswa dalam rangkaian pernyataan yang tersebar luas.

Latest Update juga menyoroti bahwa dana yang masuk sebelum aksi dianggap sebagai upaya untuk memperkuat kehadiran mahasiswa dari fakultas tertentu. Sumber di lingkaran mahasiswa menyebut bahwa uang tersebut digunakan untuk memastikan partisipasi, sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa BEM tidak sepenuhnya bersih dari intervensi eksternal. Mahasiswa menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan hanya untuk menegakkan keadilan, tetapi juga sebagai bentuk peringatan agar BEM tetap menjaga integritasnya.

Aksi demonstrasi di Istana Negara menjadi titik krusial bagi mahasiswa UBK dalam menyuarakan aspirasi anti-korupsi. Namun, adanya dugaan keterlibatan lima pengurus BEM dalam penerimaan dana membuat keberlanjutan gerakan tersebut terancam. Mahasiswa menyatakan bahwa aksi yang dijalankan seharusnya bebas dari kepentingan politik atau ekonomi yang mungkin mengaburkan pesan utamanya.

Perkembangan ini memicu perdebatan di kalangan mahasiswa UBK. Sebagian menyetujui tuntutan untuk mencopot lima pengurus BEM, sementara kelompok lain menganggap dana tersebut sebagai bentuk kerja sama antara BEM dan kepolisian dalam menjaga keadilan. "Kami percaya BEM bisa tetap independen, tetapi harus transparan dalam penggunaan dana," ujar seorang mahasiswa yang belum menyatakan sikap.

Mahasiswa UBK berharap investigasi terhadap dugaan penerimaan uang akan segera dilakukan. Latest Update menyebut bahwa mereka akan melibatkan pihak eksternal seperti lembaga pemantau dan media untuk memastikan kebenaran fakta. "Kami ingin menjaga kepercayaan masyarakat terhadap BEM sebagai organisasi mahasiswa yang jujur," tambah aktivis yang menandatangani pernyataan tuntutan tersebut.