DonasiKitaBisa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Mahasiswa Ilkom Unila Kunjungi PRMN, Pelajari Transformasi Media dan Proses Kerja Jurnalistik Era Digital

Published Juni 26, 2026 · Updated Juni 26, 2026 · By Joko Setiawan

Mahasiswa Ilkom Unila Kunjungi PRMN, Pelajari Transformasi Media dan Proses Kerja Jurnalistik Era Digital

Kunjungan ke Industri Media untuk Pemahaman Praktis

New Policy - Pada Rabu (24/6/2026), sebanyak 52 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Lampung (UNILA) melakukan kunjungan ke Pikiran Rakyat Media Network (PRMN). Kegiatan ini dipandu oleh dua dosen pembimbing, yaitu Dr. Feri Firdaus, S.I.Kom., M.A., dan Eka Yuda Gunawibawa, S.I.Kom., M.Med.Kom. Pemilihan PRMN sebagai tempat studi lapangan menjadi langkah strategis untuk memperkaya pemahaman mahasiswa tentang dinamika industri media di tengah pergeseran digital.

Proses Produksi dan Digitalisasi dalam Pemetaan Informasi

Pertemuan yang dimulai pukul 14.30 WIB ini bertujuan mengenalkan alur kerja jurnalistik dari awal hingga akhir, mulai dari pengumpulan berita hingga strategi distribusi di platform digital. Topik utama yang dibahas adalah "Alur Kerja Jurnalistik dan Proses Produksi Berita di Media Cetak serta Digital," dengan presentasi dari dua pembicara: M. Bayu Pratama, Redaktur Pelaksana PRMN, dan Aris Hermansyah, Marketing Komunikasi PRFM.

Kehadiran para mahasiswa, yang berada di semester kedua, menjadi momentum untuk menjelajahi bagaimana media modern beradaptasi dengan perubahan teknologi. Bayu, dalam paparannya, menjelaskan bahwa transformasi digital tidak hanya mengubah cara menyampaikan informasi tetapi juga memengaruhi proses produksi dan kualitas berita. Ia menekankan bahwa kecepatan penyebaran informasi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi media. "Platform digital memberikan akses cepat bagi masyarakat, tetapi media tetap harus menjaga kualitas konten yang disampaikan," kata Bayu dalam

kecepatan penyebaran informasi merupakan salah satu tantangan sekaligus peluang bagi media

.

Diversifikasi Media untuk Mempertahankan Relevansi

Kunjungan ini menyoroti bagaimana PRMN mengintegrasikan berbagai platform, seperti media cetak, media online, radio, dan media sosial, untuk memperkuat hubungan dengan audiens. Bayu mengungkap bahwa media cetak masih memiliki peran penting, namun diperlukan strategi baru agar tetap relevan di tengah persaingan yang ketat. "Media cetak tidak hanya berfokus pada penjualan koran, tetapi juga harus memperluas jangkauan melalui kolaborasi dan promosi digital," tambahnya.

Aris Hermansyah, dalam sesi presentasinya, menjelaskan peran marketing dalam mengoptimalkan strategi pemasaran media. Ia menyoroti pentingnya konsistensi pesan berita sekaligus adaptasi terhadap preferensi audiens yang berubah. "Interaksi langsung dengan pembaca melalui media digital memungkinkan media untuk memahami kebutuhan masyarakat secara real-time," ujarnya.

Perspektif Muda tentang Tantangan dan Peluang

Kehadiran mahasiswa Ilkom UNILA menunjukkan keberlanjutan komunikasi antara institusi pendidikan dan industri media. Dalam diskusi, para peserta aktif bertanya tentang metode pengumpulan berita di era digital, tantangan dalam mempertahankan integritas jurnalistik, serta peran kreativitas dalam menarik pembaca. Seorang mahasiswa mengatakan, "Saya tertarik mempelajari bagaimana media digital bisa seimbang antara kecepatan dan akurasi informasi."

Kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk membandingkan proses kerja antar media. Misalnya, mereka memahami bahwa media cetak membutuhkan kehati-hatian dalam penyuntingan, sementara media online harus cepat dalam respons terhadap tren. "Digitalisasi memaksa media berpikir lebih luas, tetapi inti jurnalistik tetap harus dijaga," kata salah satu peserta.

Inovasi untuk Mempertahankan Eksistensi

Dalam adaptasi era digital, PRMN berusaha menjaga eksistensi koran melalui inovasi. Bayu menjelaskan bahwa kolaborasi antar platform memungkinkan media mencapai audiens yang lebih luas. "Koran tetap menjadi fondasi, tetapi ekosistem digital membantu memperluas cakupan," katanya. Strategi ini melibatkan promosi konten melalui media sosial, optimasi pengalaman pengguna di situs web, serta peningkatan interaksi melalui aplikasi.

Sebagai media yang sudah berdiri sejak lama di Indonesia, PRMN berkomitmen untuk tidak ketinggalan dalam menghadapi perubahan. Aris Hermansyah menambahkan bahwa digitalisasi memicu pergeseran paradigma, di mana kehadiran online tidak menggantikan kepercayaan terhadap media cetak, melainkan melengkapi. "Kita harus menggabungkan kekuatan tradisional dan inovasi modern agar tetap relevan," katanya.

Langkah Nyata dalam Penyesuaian Model Bisnis

Kunjungan ini juga menyoroti bagaimana PRMN mengubah model bisnisnya. Dari fokus pada penjualan koran, mereka kini memprioritaskan strategi berbasis digital, seperti konten multimedia dan penggunaan data untuk memahami perilaku pembaca. "Digitalisasi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang pola pikir yang lebih dinamis," ujar Bayu.

Dosen pendamping, Dr. Feri Firdaus, menyebutkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang kompetitif. "Media masa depan membutuhkan jurnalis yang paham teknologi dan tetap menjaga etika," katanya. Eka Yuda Gunawibawa menegaskan bahwa kolaborasi antara universitas dan industri media penting untuk menciptakan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Pikiran Rakyat Media Network (PRMN) sebagai contoh sukses media yang mampu beradaptasi. Mereka mempertahankan kredibilitas melalui proses pemeriksaan berita yang ketat, sekaligus memanfaatkan teknologi untuk mengoptimalkan distribusi. Aris Hermansyah menjelaskan bahwa PRMN terus mengembangkan keterlibatan dengan audiens melalui fitur-fitur interaktif dan konten yang menarik. "Penggunaan media sosial bukan hanya untuk promosi, tetapi juga sebagai alat komunikasi dua arah," katanya.

Dengan kunjungan ini, mahasiswa Ilkom UNILA tidak hanya mendapatkan wawasan teori, tetapi juga pengalaman langsung dalam lingkungan kerja media. Mereka berkesempatan mempelajari bagaimana tim produksi berita mengelola jadwal kerja, mengatur prioritas, dan menjaga konsistensi pesan. Selain itu, mereka juga memahami pentingnya kecepatan dalam menghasilkan konten yang sesuai dengan permintaan audiens.

Pikiran Rakyat, sebagai salah satu media yang telah mengalami perjalanan panjang, tetap menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda. Transformasi digital tidak hanya menjadi tantangan, tetapi juga peluang untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan kualitas berita. Kehadiran mahasiswa dalam acara ini menunjukkan pentingnya pendidikan komunikasi yang mengikuti perkembangan teknologi, sehingga lulusan mampu berkontribusi dalam industri media yang terus berkembang.