DonasiKitaBisa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Rano Karno Tinjau Perbaikan Jalan Lenteng Agung – Selesai dalam 5 Hari

Published Juni 3, 2026 · Updated Juni 3, 2026 · By Lia Nugroho

Rano Karno Melihat Proses Perbaikan Jalan Lenteng Agung yang Berhasil Diselesaikan dalam 5 Hari

Inspeksi Lapangan di Area Jalan yang Amblas, Jakarta Selatan

Rano Karno Tinjau Perbaikan Jalan Lenteng - Sebagai wujud perhatiannya terhadap infrastruktur ibu kota, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, melakukan inspeksi langsung di lokasi perbaikan Jalan Raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Selasa 2 Juni 2026. Di sana, ia berada bersama Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Ika Agustin, untuk meninjau hasil kerja tim yang telah menyelesaikan perbaikan jalan dalam waktu relatif singkat. Lokasi yang sempat ditutup selama sehari penuh pada tanggal 1 Juni 2026, kini telah dibuka kembali sejak pukul 11.00 WIB.

Kehadiran Rano di lokasi diakhiri dengan serangkaian pemeriksaan ke setiap sudut area kerja. Ia memastikan bahwa proses perbaikan telah mencapai standar yang memadai, khususnya di bagian gorong-gorong yang menjadi penyebab amblasnya jalan. Pada hari pertama penutupan, tanggal 1 Juni 2026, hingga pukul 05.00 WIB, tim kerja telah menyelesaikan tugasnya dengan cepat, meski tantangan teknis tidak sedikit. Menurut Rano, kecepatan dan kualitas hasil kerja dinilainya memuaskan.

"Saya sangat surprise, dalam waktu lima hari bergerak, ini sudah bisa dilalui (kendaraan) dengan kondisi yang cukup baik," ujar Rano di lokasi, Selasa.

Perbaikan dilakukan di bagian jalan yang mengalami kerusakan, yaitu sepanjang 20-30 meter dan lebar 7-10 meter. Prosesnya melibatkan penggantian gorong-gorong yang rusak, termasuk mengganti bahan berbahan besi atau armco yang telah mengeropos karena usia. Dalam waktu lima hari, tim mampu mengembalikan fungsi jalan dengan memperbaiki struktur dan memastikan stabilitas permukaan. Rano menyebutkan bahwa hasil ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah infrastruktur secara efisien.

Dinas SDA mengungkapkan bahwa penutupan jalan pada 1 Juni 2026 tidak menyebabkan gangguan signifikan, karena sebagian besar proses perbaikan telah selesai dalam waktu singkat. Rano juga memberikan apresiasi khusus kepada tim yang terlibat, terutama dalam menangani detail teknis seperti peningkatan kenyamanan dan keamanan pejalan kaki di sekitar lokasi. Ia menekankan bahwa perbaikan harus mencakup seluruh bagian jalan, termasuk bahu, agar aksesibilitas tetap terjaga.

Amblasnya Jalan Lenteng Agung pada akhir Mei 2026 memicu kekhawatiran masyarakat terhadap keselamatan lalu lintas. Menurut laporan, kerusakan terjadi karena gorong-gorong yang berbahan besi telah mengalami keroposan, sehingga menimbulkan retakan pada permukaan jalan. Tim pemeliharaan langsung bertindak cepat untuk mengganti struktur tersebut, menghindari risiko terhadap pengguna jalan. Rano menggarisbawahi bahwa kejadian ini menjadi pembelajaran penting untuk memperkuat manajemen infrastruktur.

Pada saat inspeksi, Rano juga menyoroti langkah-langkah preventif yang perlu dilakukan di masa mendatang. "Saya minta kepada dinas terkait, bahu jalan juga harus diperbaiki agar kelancaran tidak mengganggu. Kemudian yang pasti, sejak awal kejadian utamakan keselamatan bagi masyarakat yang melalui (jalan)," imbuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa ia memandang perbaikan jalan bukan hanya sebagai tugas darurat, tetapi juga sebagai upaya jangka panjang untuk mengurangi risiko serupa di masa depan.

Proses Perbaikan yang Mengubah Paradigma

Perbaikan Jalan Lenteng Agung ini menjadi contoh efektivitas koordinasi antar-instansi. Proses kerja yang terstruktur, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, memungkinkan tim mampu menyelesaikan pekerjaan dalam waktu lima hari, yang biasanya memakan waktu lebih lama. Pemerintah DKI Jakarta mengklaim bahwa penggunaan teknologi modern dan sumber daya manusia yang terorganisir menjadi kunci keberhasilan.

Kerusakan yang terjadi pada akhir Mei 2026 berdampak signifikan pada aktivitas warga sekitar, termasuk akses ke pasar, sekolah, dan tempat ibadah. Dengan pembukaan kembali jalan, kelancaran transportasi kembali terjaga, dan kenyamanan warga terpenuhi. Rano mengatakan bahwa kecepatan perbaikan membantu mengurangi gangguan terhadap kehidupan masyarakat. "Ini adalah bukti bahwa pemerintah siap bertindak cepat untuk menjawab kebutuhan warga," katanya.

Dinas SDA juga menyebutkan bahwa perbaikan ini melibatkan beberapa elemen kritis, seperti penggalian tanah, pemasangan gorong-gorong baru, dan pengaspalan ulang bagian yang rusak. Biaya proyek diduga tidak terlalu besar, karena prosesnya didominasi oleh pekerjaan yang bersifat lokal dan tidak memerlukan pengadaan bahan tambahan dari luar daerah. Namun, efisiensi ini tidak mengorbankan kualitas hasil akhir.

Dalam rangka menjamin keberlanjutan, Rano mengingatkan bahwa perbaikan jalan harus dilakukan secara berkala. "Jangan sampai kejadian seperti ini terulang karena kurangnya pemeliharaan rutin," katanya. Ia juga berharap masyarakat lebih waspada saat melalui jalur yang sempat terganggu, terutama di waktu-waktu yang tidak terduga.

Analisis dan Rekomendasi untuk Perbaikan Selanjutnya

Menurut para ahli, perbaikan jalan lenteng agung bisa menjadi model untuk proyek serupa di kawasan lain. Gorong-gorong berbahan besi yang rawan korosi perlu dipantau lebih ketat, terutama di daerah dengan curah hujan tinggi. Dengan penggantian struktur tersebut, risiko amblas atau retak bisa ditekan. Rano Karno menyarankan bahwa proyek perbaikan harus dilakukan secara terencana, termasuk penggunaan material yang lebih tahan lama.

Berbagai bentuk evaluasi, pemerintah DKI Jakarta berencana melakukan audit menyeluruh terhadap kondisi gorong-gorong di seluruh kota. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi titik rawan sebelum kejadian serupa terjadi kembali. Rano juga menginginkan adanya pelatihan bagi petugas teknis untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap masalah infrastruktur.

Dengan cepatnya penyelesaian perbaikan, warga sekitar menyambut baik hasilnya. Namun, beberapa pengguna jalan tetap mengharapkan pengujian lebih lanjut, terutama untuk memastikan kondisi jalan tidak mudah rusak kembali. Rano menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau jalur tersebut, termasuk melakukan inspeksi rutin selama beberapa minggu ke depan.

Keberhasilan proyek ini juga memberi dampak positif terhadap citra pemerintah DKI Jakarta. Dengan menyelesaikan perbaikan dalam waktu singkat, pihak pemerintah menunjukkan