DonasiKitaBisa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Satu ABK KM Ocean Three Ditemukan Meninggal Dunia – Tim SAR Gabungan Masih Cari Satu Korban Lagi

Published Juni 30, 2026 · Updated Juni 30, 2026 · By Fitri Setiawan

Satu ABK KM Ocean Three Ditemukan Meninggal Dunia, Tim SAR Gabungan Masih Cari Satu Korban Lagi

Satu ABK KM Ocean Three Ditemukan - Kabar duka kembali menghiasi operasi penyelamatan terhadap kapal KM Ocean Three yang tenggelam di Perairan Natuna. Setelah sebelumnya berhasil menyelamatkan nahkoda kapal pada hari Jumat (25/6/2026), tim pencarian yang tergabung dari berbagai instansi kembali memperoleh hasil pada Senin (29/6/2026). Pada hari itu, satu dari 23 Anak Buah Kapal (ABK) yang masih hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh nelayan yang terlibat dalam operasi SAR. Temuan tersebut terjadi di koordinat 03°42.00' LU dan 108°24.00' BT, sekitar pukul 09.10 WIB, di Perairan Pian Padang, Kabupaten Natuna.

Kapal KM Ocean Three, yang berangkat dari Pontianak menuju Singkawang, tenggelam pada Jumat (25/6/2026) setelah mengalami kebocoran bahan bakar yang memicu kebakaran. Dalam perjalanan penyelamatan, tim SAR telah melakukan pencarian intensif di area yang berpotensi berbahaya karena angin kencang dan ombak tinggi. Meski sejumlah ABK berhasil dievakuasi, masih ada satu korban yang belum ditemukan, sehingga upaya penyelamatan terus berjalan.

Temuan ABK yang meninggal dunia tersebut disampaikan ke Kantor SAR Natuna oleh seorang nelayan yang berpartisipasi dalam operasi SAR. Setelah menerima laporan, Kantor SAR segera mengirimkan tim menggunakan Rigid Buoyant Boat (RBB) untuk melakukan evakuasi dan identifikasi korban. Selain itu, tim SAR juga terus memperluas area pencarian untuk memastikan tidak ada korban yang tersisa.

Korban Ditemukan dalam Kondisi Mengapung

Menurut informasi yang diterima, korban ditemukan mengapung di permukaan laut sekitar pukul 09.10 WIB. Nelayan yang terlibat dalam operasi SAR mengatakan bahwa korban ditemukan dalam kondisi yang cukup stabil, meski sebagian tubuhnya terlihat mengalami kerusakan akibat terbawa air. Korban yang ditemukan merupakan salah satu dari 24 ABK yang berada di kapal saat kecelakaan terjadi. Dua ABK lainnya masih dalam proses pencarian, dengan pihak SAR berupaya mempercepat operasi untuk mengurangi risiko.

"Kami segera mengerahkan tim SAR dengan RBB untuk datang ke lokasi. Korban ditemukan dalam kondisi mengapung, sehingga bisa langsung diangkat ke daratan," ujar Budiman, Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Natuna, dalam wawancara dengan media.

Budiman menambahkan bahwa pencarian korban yang tersisa dilakukan dengan berbagai metode, termasuk penggunaan alat bantu seperti radar dan drone. Pihak SAR juga memperketat koordinasi dengan Basarnas serta Kementerian Perhubungan untuk memastikan semua sumber daya digunakan secara optimal. Meski pihak SAR sudah melakukan beberapa upaya, kondisi cuaca yang tidak menentu masih menjadi tantangan.

Sementara itu, perairan Pian Padang yang menjadi lokasi kecelakaan dikenal memiliki gelombang tinggi dan arus deras. Hal ini memperbesar risiko dalam proses pencarian, terutama karena kecepatan angin mencapai 20-30 knot yang mengganggu visibilitas dan memperumit operasi penyelamatan. Meski demikian, tim SAR tetap bertahan dan menambah jumlah personel untuk mempercepat pencarian.

Koordinasi Tim SAR yang Terus Berlanjut

Operasi SAR gabungan melibatkan beberapa instansi, seperti Bakamla, Basarnas, serta nelayan lokal yang telah diberi peran khusus. Berdasarkan data terkini, kapal KM Ocean Three sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Dugaan awal menyebutkan bahwa kebocoran bahan bakar menjadi faktor utama penyebab tenggelamnya kapal tersebut.

Seorang nelayan yang tergabung dalam tim SAR menjelaskan bahwa mereka menemukan korban setelah menerima informasi dari warga setempat. "Korban ditemukan oleh salah satu nelayan yang turut serta dalam pencarian. Mereka mendapati tubuh korban mengapung di dekat lokasi kejadian," kata nelayan tersebut dalam wawancara terpisah.

Kantor SAR Natuna menegaskan bahwa proses evakuasi korban yang masih hilang sedang dilakukan secara intensif. Setiap hari, tim SAR melakukan pencarian di beberapa titik, termasuk zona yang masih terdapat risiko gelombang besar. Budiman menilai bahwa beberapa korban bisa berada di area laut yang tersembunyi karena arus laut yang kuat.

Upaya Penyelamatan yang Masih Berlangsung

Meskipun satu ABK sudah ditemukan, pencarian terus berlanjut untuk menemukan korban lainnya. Tim SAR menggunakan teknik pencarian dengan alat bantu dan menganalisis data dari sensor cuaca. Dalam beberapa hari terakhir, operasi SAR terus diupayakan, terutama di area yang berpotensi menyimpan korban terakhir.

Budiman juga memaparkan bahwa pencarian dilakukan dalam tiga arah berbeda untuk memastikan tidak ada sudut yang terlewat. "Kami telah membagi area pencarian menjadi tiga zona,