Siswa SDN Pambudi Dharma Tolak Belajar di Sekolah Lain – Tunggu Relokasi Selesai Meski Dihantui Bau Sampah TPST
Siswa SDN Pambudi Dharma Tunggu Relokasi Selesai Meski Kebiasaan Belajar Terancam Bau Sampah
Siswa SDN Pambudi Dharma Tolak Belajar - Pemkot Cimahi akhirnya memulai proses relokasi SDN Pambudi Dharma di Kecamatan Cimahi Utara setelah bertahun-tahun aktivitas belajar mengajar di sana terganggu oleh bau sampah dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sentiong. Proyek pindah ini diharapkan mampu memberi solusi bagi siswa dan guru yang terus-menerus mengeluhkan dampak negatif lingkungan sekitar. Meski Pemkot Cimahi menyatakan bahwa relokasi merupakan langkah strategis untuk mengatasi masalah polusi udara, kebisingan, dan getaran mesin pengolahan sampah, keputusan tersebut masih menuai kritik dari warga sekitar. Mereka berharap proses pindah segera selesai agar kegiatan pendidikan tidak terhambat lebih lama lagi.
Proses Relokasi Mulai Berjalan Setelah Tahun Tahun Terlambat
TPST Sentiong, yang beroperasi sejak beberapa tahun lalu, berdampingan erat dengan SDN Pambudi Dharma. Lokasi sekolah yang berada di sebelah TPST membuat siswa dan guru sering kali mengalami gangguan kesehatan, seperti sakit kepala dan iritasi pernapasan, akibat bau sampah yang tak kunjung menghilang. Selama ini, Pemkot Cimahi terus mengupayakan penyelesaian masalah tersebut, namun prosesnya sempat tertunda karena kendala teknis dan anggaran. Kini, dengan keputusan resmi untuk memulai relokasi, proses tersebut mulai mengambil langkah konkret. Namun, masyarakat masih mempertanyakan kepastian waktu selesainya pindah.
Relokasi SDN Pambudi Dharma diatur dalam skema yang melibatkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dengan alokasi dana sebesar Rp243.992.500. Dengan dana tersebut, Pemkot Cimahi bertujuan untuk membangun sekolah baru yang jauh dari pengaruh TPST. Sementara itu, pembangunan fisik dijadwalkan dimulai pada Juli 2026, sebagai tahap awal dari proses yang diproyeksikan memakan waktu beberapa bulan. Meski begitu, para siswa tetap memilih untuk tetap berada di sekolah asal sementara relokasi belum rampung, dengan harapan pembangunan bisa segera selesai dan mereka tidak perlu mengalami perpindahan yang tidak terduga.
Siswa SDN Pambudi Dharma Terus Belajar Meski Dihantui Bau Sampah
Sejumlah siswa SDN Pambudi Dharma mengungkapkan bahwa mereka tetap bersemangat mengikuti kegiatan belajar mengajar meski lingkungan sekitar terus mengeluarkan bau sampah yang menyengat. “Meski kadang terganggu, kami tetap fokus belajar karena masih menunggu relokasi selesai,” ujar salah satu siswa, Asep, usia 10 tahun. Ia mengatakan bahwa bau sampah terkadang membuat suasana kelas menjadi tidak nyaman, terutama saat hari-hari panas. Namun, ia bersyukur karena sekolah tidak langsung dipindahkan, sehingga bisa mengikuti proses belajar dengan lebih tenang.
“Relokasi justru menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan lingkungan yang sudah lama mengganggu kegiatan belajar mengajar,” ungkap perwakilan Pemkot Cimahi dalam pernyataannya. Pemkot menegaskan bahwa TPST Sentiong tidak hanya menimbulkan bau, tetapi juga memengaruhi kualitas udara dan kehidupan sehari-hari warga sekitar, termasuk siswa sekolah dasar.
Kebisingan dan getaran dari mesin pengolahan sampah juga menjadi faktor yang mengganggu fokus para siswa. Selain itu, TPST Sentiong sering mengeluarkan asap dan aroma yang tidak menyenangkan, terutama saat cuaca tidak mendukung. Meski Pemkot Cimahi mengklaim bahwa TPST memiliki sistem pengolahan yang modern dan efisien, komunitas tetap memperhatikan dampak jangka panjang terhadap kesehatan dan lingkungan.
Menurut wali kelas, Ibu Siti, kondisi ini sudah memengaruhi konsentrasi siswa selama lebih dari tiga tahun. “Bau sampah dan suara mesin sering membuat anak-anak merasa lelah sebelum belajar, bahkan ada yang mengalami gejala alergi,” jelasnya. Meski demikian, Ibu Siti mengatakan bahwa pihak sekolah terus berupaya meminimalkan dampak tersebut dengan mengatur jadwal pelajaran dan memastikan ventilasi kelas tetap baik. Ia berharap relokasi bisa segera selesai agar siswa tidak perlu terus-menerus beradaptasi dengan lingkungan yang tidak ideal.
Detail Engineering Design (DED) dan Jadwal Pembangunan Sekolah Baru
Proses relokasi SDN Pambudi Dharma saat ini memasuki tahap penyusunan DED, yang menjadi dasar untuk merancang lokasi dan infrastruktur sekolah baru. Dengan anggaran sebesar Rp243.992.500, Pemkot Cimahi berupaya memastikan sekolah baru dapat beroperasi sesuai standar pendidikan. Rencana pembangunan fisik akan dimulai pada Juli 2026, seiring selesainya analisis teknis dan persiapan lahan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Bapak Rudi, mengatakan bahwa lokasi baru telah dipilih secara cermat untuk meminimalkan paparan sampah dan getaran mesin.
Pemkot Cimahi juga berharap relokasi ini bisa menjadi contoh untuk penyelesaian masalah serupa di sekolah-sekolah lain yang berdekatan dengan TPST. “Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat bagi para siswa,” tutur Bapak Rudi. Namun, warga sekitar masih menunggu hasil evaluasi dari proses ini, terutama terkait kepastian waktu selesainya pembangunan dan kesiapan sekolah baru. Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkot Cimahi juga menyebutkan bahwa mereka terus mengevaluasi sistem TPST Sentiong, termasuk kemungkinan peningkatan teknologi pengolahan untuk mengurangi dampak negatif.
Sementara itu, para siswa dan