Special Plan: Dari Minyak Jelantah hingga Limbah Makanan: Inovasi Perwira Pertamina Bawa Dampak Nyata di APQ Awards 2026
Transformasi Kreatif: Inovasi Pertamina Hadirkan Solusi Ramah Lingkungan di APQ Awards 2026
Special Plan - Sejumlah besar ide kreatif kembali muncul dari para profesional di PT Pertamina (Persero), yang dihimpun dalam ajang Annual Pertamina Quality (APQ) Awards 2026 ke-16. Acara yang berlangsung di Ballroom Grha Pertamina, Jakarta, Senin (15/6), menampilkan berbagai terobosan teknologi yang berdampak signifikan pada upaya menjaga kualitas lingkungan serta meningkatkan efisiensi operasional perusahaan. Dengan tema “Elevating Talent, Accelerating Innovation, and Delivering Enterprise Value”, acara ini menarik partisipasi dari 915 perwira Pertamina yang tergabung dalam 120 kelompok inovasi, memperlihatkan komitmen kelompok-kelompok tersebut untuk mendorong perubahan positif di berbagai lini bisnis.
Transformasi Energi: Saf dari Minyak Jelantah
Dari sederhana minyak jelantah hingga bahan bakar ramah lingkungan, satu inovasi menonjol di APQ Awards 2026 berasal dari Pertamina Patra Niaga Kilang Cilacap. Tim peneliti berhasil mengubah limbah minyak bekas menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF), yang menjadi alternatif bahan bakar untuk pesawat terbang. Inovasi ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi sebab mengurangi biaya operasional tetapi juga mendukung upaya Pertamina dalam membangun bisnis rendah karbon sejalan dengan target Net Zero Emission. Dengan teknologi ini, emisi karbon dari sektor penerbangan bisa berkurang, membantu mencapai keberlanjutan lingkungan sekaligus menunjukkan kemampuan Pertamina dalam merespons tantangan transisi energi global.
Inovasi Ramah Lingkungan dari Limbah Makanan
Besides inovasi SAF, karya lain yang mencuri perhatian adalah pelindung alat bor dari limbah makanan yang dikembangkan oleh tim PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Bahan bakunya berasal dari sisa makanan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, namun kini diubah menjadi cairan anti-karat yang memperpanjang usia peralatan pegeboran. Riyan Tamara, Manager Organization & Quality Management dari PDSI, menjelaskan bahwa ide ini lahir dari kesulitan praktis di lapangan. “Kami sering menghadapi masalah karat pada alat pemboran, yang memperparah biaya perawatan. Dengan memanfaatkan limbah makanan, kami bisa menjaga keandalan peralatan sekaligus mengurangi kerusakan lingkungan,” ujar Riyan dalam wawancara eksklusif.
“Inovasi 'Skin Care' ini lahir dari kerasnya tantangan di lapangan. Alat pemboran kami sangat rentan terkena karat. Lewat bahan baku ramah lingkungan ini, kami tidak hanya menjaga kualitas alat, tapi juga menekan potensi pencemaran lingkungan sekaligus mengurangi beban limbah,”
Menurut Riyan, terobosan ini tidak hanya menghasilkan penghematan finansial tetapi juga menciptakan sistem daur ulang yang lebih efektif. Pemanfaatan sisa makanan menjadi pelindung alat bor, menurunkan kebutuhan bahan baku baru sekaligus mengurangi polusi. Tak hanya itu, penghematan biaya yang tercipta mencapai Rp81 miliar, menjadi bukti nyata bahwa inovasi lokal mampu berkontribusi pada keberlanjutan bisnis secara makro.
Manfaat Strategis untuk Pertamina Grup
Dirut Sumber Daya Manusia (SDM) Pertamina, Andy Arvianto, menekankan bahwa APQ Awards tahun ini lebih dari sekadar kompetisi ide. “Hasil penilaian dari ajang ini menjadi data kritis yang digunakan manajemen untuk memetakan kekuatan, kekurangan, dan peluang peningkatan di seluruh lini organisasi,” kata Andy. Menurutnya, ratusan inovasi yang lahir tidak hanya memperbaiki proses internal perusahaan tetapi juga mendorong pertumbuhan nilai perusahaan secara keseluruhan. Dengan efisiensi biaya, keandalan operasional, dan penguatan kompetensi tenaga ahli, Pertamina memperlihatkan langkah strategis dalam mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam operasional sehari-hari.
Upaya transformasi tersebut juga menjadi instrumen untuk mempercepat inovasi di seluruh unit Pertamina Grup. Andy menambahkan, ajang ini memberikan wawasan mendalam tentang kemampuan sumber daya manusia dalam merespons perubahan industri. “APQ Awards adalah cerminan kualitas inovasi di setiap entitas Pertamina. Dengan tema ‘Elevating Talent, Accelerating Innovation, and Delivering Enterprise Value’, acara ini menjadi bentuk motivasi bagi para pekerja untuk terus berkarya dan meningkatkan kinerja,” jelasnya.
Penghargaan Berdasarkan Nilai Inovasi
Dalam penyelenggaraan APQ Awards 2026, dewan juri menyerahkan penghargaan berdasarkan tingkat kontribusi inovasi terhadap penghematan biaya dan peningkatan kualitas. Sebanyak 40 gugus inovasi menerima predikat Platinum, sementara 53 gugus dianugerahi Gold dan 27 gugus meraih Silver. Penghargaan ini memicu persaingan sehat di antara tim-tim inovatif, diharapkan menjadi pengakuan atas dedikasi mereka dalam meraih hasil yang bermanfaat bagi lingkungan dan bisnis.
Andy juga menyoroti bahwa penghargaan tidak hanya memberikan motivasi tetapi juga mendorong seluruh unit untuk menjadi lebih terbuka terhadap solusi inovatif. “Setiap entitas Pertamina wajib mengevaluasi proses kerja mereka agar selaras dengan standar kualitas nasional,” tutur Andy. Dengan memperkuat sistem kerja yang berkelanjutan, Pertamina ingin menjadi pelopor perusahaan yang menjunjung tinggi nilai ekonomi, lingkungan, dan sosial secara bersamaan.
Masa Depan yang Terang: Kemitraan dan Kolaborasi
Kelompok inovasi yang terpilih pada APQ Awards 2026 menunjukkan bahwa kreativitas para profesional Pertamina tidak hanya terbatas pada teknologi. Mereka juga menciptakan kemitraan dengan pihak luar untuk mengembangkan solusi yang lebih luas. Misalnya, SAF dari Cilacap tidak hanya dipakai dalam operasional kilang tetapi juga bisa menjadi model bagi perusahaan lain dalam pengolahan limbah minyak. Sementara itu, pelindung alat bor dari PDSI dipercaya mampu menjadi referensi bagi sektor pertambangan dalam mengurangi dampak lingkungan.
Andy menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi internal dan eksternal. “Kami menekankan bahwa inovasi harus diterapkan secara massal, bukan hanya di satu unit. Dengan peran kunci para perwira, Pertamina bisa menciptakan ekosistem inovasi yang lebih kuat,” jelas Andy. Kedepannya, perusahaan berencana memperluas program ini ke seluruh unit usaha, baik yang berada di daratan maupun laut. Hal ini berdampak pada pengurangan emisi karbon, efisiensi operasional, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di sekitar operasional Pertamina.
Kontribusi Nyata untuk Kebijakan Nasional
Dengan jumlah penghargaan yang signifikan, APQ Awards 2026 menunjukkan bahwa Pertamina bukan hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis tetapi juga pada pengelolaan lingkungan. Ratusan ide yang lahir menjelaskan bahwa perusahaan ini sedang bertransformasi menjadi badan usaha yang bertanggung jawab. Inovasi-inovasi ini berpotensi menjadi bahan acuan bagi pemerintah dalam menciptakan kebijakan nasional untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil serta mempromosikan energi hijau.
Penghargaan APQ Awards 2026 tidak hanya memberikan pengakuan lokal tetapi juga menghadirkan peluang kerja sama dengan pihak eksternal, seperti produsen bahan baku alternatif atau lembaga penelitian. Dengan membangun jaringan inovasi yang lebih luas, Pertamina mengharapkan bisa mempercepat penerapan teknologi ramah lingkungan di seluruh industri. Andy Arvianto menyatakan, inovasi seperti ini adalah langkah penting dalam menjawab tantangan global terkait perubahan iklim. “Kami ingin menjadi pelaku utama dalam mempercepat proses transisi energi, sekaligus menciptakan bisnis yang memiliki dampak sosial dan lingkungan yang jelas,” ujar Andy.
Kelompok-kelompok inovasi yang berpartisipasi di APQ Awards 2026 menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada teknologi tetapi juga pada dedikasi individu. Dari ide sederhana hingga implementasi skala besar, pertamina terus membuktikan bahwa manusia adalah aset terpenting dalam menciptakan perubahan. Dengan memperkuat kemitraan, kol