DonasiKitaBisa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Minta MBG Setop saat Libur Sekolah, Komisi IX DPR: Momentum Evaluasi Tata Kelola

Published Juni 14, 2026 · Updated Juni 14, 2026 · By Lia Nugroho

DPR Komisi IX Usulkan Program MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah

Special Plan - Menyikapi isu pemborosan anggaran yang mencapai Rp1 triliun per bulan dalam program Makanan Bantuan Gerakan (MBG), Komisi IX DPR RI mengusulkan agar pelaksanaan program ini disetop sementara selama masa libur sekolah. Usulan ini dianggap sebagai momen penting untuk melakukan evaluasi tata kelola yang lebih transparan dan efisien. Wakil Ketua Komisi IX, Charles Honoris, mengatakan bahwa kebijakan pemborosan tersebut harus menjadi alarm serius bagi pemerintah dan berbagai pihak terkait. "Saya kira pernyataan Pak Zulkifli Hasan harus menjadi alarm serius bagi semua pihak," ujarnya kepada wartawan, Minggu (14/6).

Momentum Evaluasi untuk TATA Kelola yang Lebih Baik

Dalam Special Plan yang diusung Komisi IX, dijelaskan bahwa pembekuan MBG selama libur sekolah akan memberikan waktu bagi pemerintah untuk meninjau kembali mekanisme distribusi dan pengawasan anggaran. Usulan ini bukan hanya untuk menghindari pemborosan, tetapi juga untuk meningkatkan akuntabilitas penggunaan dana yang dialokasikan untuk program tersebut. "Special Plan ini menjadi sarana untuk mengukur efektivitas MBG dan memastikan tidak ada kebijakan yang bertentangan dengan kebutuhan masyarakat," tambahnya.

Kebijakan MBG yang sempat menjadi sorotan karena dianggap menyebabkan pemborosan, kini dipandang sebagai tantangan bagi pemerintah. Menurut Charles Honoris, evaluasi tata kelola harus mencakup aspek kebijakan, pelaksanaan, dan pengawasan oleh lembaga terkait. "Special Plan ini bisa menjadi titik awal untuk menyelaraskan kebijakan antara pemerintah dan lembaga legislatif," jelasnya. Ia menekankan bahwa penghentian sementara program tidak berarti penolakan total, melainkan langkah strategis untuk memperbaiki sistem.

Dalam rangkaian diskusi di Komisi IX, anggota dewan juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penggunaan dana MBG. Beberapa anggota mengkritik adanya kesenjangan antara rencana pemerintah dan implementasinya di lapangan. "Special Plan ini membuka peluang untuk melibatkan lebih banyak pihak dalam mengawasi anggaran, termasuk masyarakat dan akademisi," terang salah satu anggota. Dengan adanya momen evaluasi ini, diharapkan dapat mengidentifikasi kelemahan-kelemahan yang ada dan menemukan solusi konkret.

Menanggapi usulan dari Komisi IX, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengakui adanya potensi pemborosan dalam MBG. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut tetap menjadi salah satu instrumen penting dalam memastikan ketersediaan pangan untuk masyarakat. "Special Plan ini bisa menjadi pendekatan untuk mengevaluasi, tetapi jangan sampai menghentikan program yang sudah memberikan manfaat," katanya. Pemerintah berencana melakukan audit menyeluruh terhadap MBG agar dapat memperbaiki sistem distribusi dan mengurangi penggunaan dana yang tidak optimal.

Sejumlah pengamat mengapresiasi langkah DPR Komisi IX dalam mengusulkan evaluasi tata kelola MBG. Mereka menilai bahwa Special Plan menjadi kesempatan untuk memperkuat kebijakan anti-korupsi dan memastikan penggunaan dana yang transparan. "Special Plan ini membantu menciptakan kesadaran bahwa setiap kebijakan harus ditemani dengan pengawasan yang ketat," kata seorang peneliti kesejahteraan sosial. Evaluasi ini juga diharapkan bisa memperjelas peran masing-masing lembaga, termasuk lembaga pengawas dan penyelenggara program.