DonasiKitaBisa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Topics Covered: DPW PSI Kalsel Desak Kaesang Pangarep Segera Lantik Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina DPP PSI

Published Juli 8, 2026 · Updated Juli 8, 2026 · By Fitri Setiawan

DPW PSI Kalsel Minta Kaesang Pangarep Segera Lantik Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina DPP PSI

Topics Covered - Di tengah perayaan konsolidasi internal, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kalimantan Selatan menggelar pertemuan strategis di tingkat wilayah pada Selasa (7/7/2026). Acara ini menjadi momentum penting untuk mengumumkan perubahan struktur pengurus partai, termasuk pelantikan ketua DPW dan DPD. Hadir dalam acara tersebut adalah Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep, yang diberikan kesempatan untuk meninjau langsung keputusan-keputusan penting di tingkat daerah. Pemimpin baru DPW Kalsel, Mustohir Arifin, serta Sekretaris DPW, Aulia Rachman, menjadi perhatian utama dalam sesi pelantikan.

Permintaan dari DPW PSI Kalsel

Dalam pidato pembukaannya, Mustohir Arifin menyampaikan tuntutan yang disusun secara bersama oleh seluruh pengurus partai, baik DPW maupun DPD. Ia mengusulkan agar Kaesang Pangarep segera melakukan pengangkatan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), sebagai Ketua Dewan Pembina DPP PSI. "Bapak Joko Widodo telah lama berkontribusi pada perjalanan PSI, dan kita berharap beliau bisa diangkat sebagai ketua dewan pembina untuk memperkuat solidaritas kita," ujarnya dalam kesempatan tersebut.

"Mas Ketum, kami sepakat seluruh pengurus DPW, DPD, DPC, serta seluruh kader PSI se-Kalimantan Selatan meminta Bapak Joko Widodo segera dilantik menjadi Ketua Dewan Pembina DPP PSI. Setuju ya," kata Mustohir, sambil menyoroti pentingnya keputusan ini bagi konsistensi politik partai.

Pernyataan Mustohir disambut antusias oleh peserta rapat, meski sebagian anggota mengungkapkan rasa penasaran terhadap langkah Kaesang Pangarep. Sebagai tokoh muda yang baru memimpin DPP PSI, Kaesang pun menanggapi dengan santai, sambil membandingkan situasi saat ini dengan pengalaman masa lalu. "Kami masih sedang menunggu keputusan untuk menempatkan Rusdi Masse Mappasessu sebagai tokoh senior, tapi kini tiba saatnya melantik Presiden sebagai ketua dewan pembina," tambahnya dengan nada humor.

Langkah Strategis dalam Konsolidasi Internal

Kesepakatan melantik Jokowi ke posisi tersebut dianggap sebagai upaya untuk memperkuat koordinasi antar wilayah. Mustohir menyebut bahwa kehadiran Presiden dalam dewan pembina akan memastikan arah kebijakan partai tetap konsisten, terlepas dari perbedaan pandangan dalam kader. "Kepemimpinan Jokowi di posisi ini bisa menjadi penyangga kebijakan, terutama dalam menghadapi dinamika politik nasional," jelasnya.

Sebagai bagian dari perayaan konsolidasi, kegiatan ini juga melibatkan pertukaran pandangan antara anggota DPW dan DPD. Mustohir menekankan bahwa keputusan untuk melibatkan Jokowi harus segera diambil, agar tidak ada perbedaan interpretasi terhadap peran dewan pembina. "Ini adalah langkah penting untuk memastikan PSI tetap koheren dalam menghadapi tantangan masa depan," lanjutnya.

Konteks Politik dan Harapan Masa Depan

Keputusan ini memicu diskusi tentang pentingnya tokoh senior dalam pengambilan keputusan partai. Kaesang, yang dikenal sebagai pengusaha muda dan tokoh generasi muda, disebut sebagai sosok yang mampu membawa angin segar bagi PSI. Namun, di sisi lain, Jokowi tetap menjadi simbol kekuatan politik yang diakui secara luas. "Kami yakin, kehadiran beliau akan memberikan legitimasi tambahan kepada DPP PSI, terutama dalam menghadapi pihak-pihak yang ingin mempercepat reformasi struktur," tambah Mustohir.

Di sela-sela pidato, Mustohir juga menyampaikan pandangan tentang peran dewan pembina. Menurutnya, posisi ini tidak hanya sebagai simbol kehormatan, tetapi juga sebagai bentuk pengawasan dan arahan strategis. "Dewan pembina harus menjadi penjamin kebijakan partai, serta memastikan konsistensi dalam menjalankan program kerja," ujarnya.

"Jokowi memiliki pengalaman kepemimpinan yang mumpuni, dan kita yakin beliau mampu menjadi aset penting bagi PSI. Dengan posisi ini, pihak luar bisa lebih mudah memahami visi partai," tambah Mustohir dalam wawancara khusus setelah acara.

Kaesang, sebagai Ketua Umum, juga memberikan respons terhadap permintaan ini. Ia mengakui bahwa Jokowi adalah tokoh yang dihormati, tetapi menegaskan bahwa keputusan akan diambil setelah pihak-pihak terkait sepakat. "Kita masih menunggu konsensus dari seluruh kader, termasuk DPP PSI," jelasnya. Meski demikian, Kaesang menyatakan bahwa Jokowi akan dipertimbangkan sebagai pilihan utama.

Struktur Baru dan Harapan Konsistensi

Sebagai bagian dari upaya modernisasi, struktur DPW dan DPD PSI Kalsel disusun dengan mengutamakan keberagaman generasi. Mustohir Arifin, yang terpilih sebagai ketua DPW, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah serangkaian pertimbangan, termasuk kebutuhan untuk memperkuat koordinasi antar wilayah. "Pemilihan Mustohir dan Aulia adalah bentuk perhatian terhadap kekuatan kader muda, tapi kami juga memprioritaskan keterlibatan tokoh yang memiliki pengalaman luar biasa," katanya.

Kaesang, yang sebelumnya dikenal sebagai wajah generasi muda partai, berharap bahwa pelantikan Jokowi akan menjadi langkah yang memperkuat kedua arah kepemimpinan. "Kami ingin bahwa kedua tokoh—yang satu muda dan satu senior—bisa bekerja sama untuk menjamin konsistensi partai, baik dalam strategi politik maupun program kerja," ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkenalkan rencana-rencana ke depan. Mustohir menyebut bahwa partai akan fokus pada pengembangan kader dan peningkatan partisipasi masyarakat. "Selain itu, kami juga akan melibatkan tokoh-tokoh lokal dalam peran strategis, agar PSI tetap menjadi partai yang representatif dan relevan di Kalimantan Selatan," tambahnya.

Kesimpulan dan Konsensus Masa Depan

Dalam suasana yang penuh harapan, seluruh peserta rapat sepakat bahwa keputusan melantik Jokowi sebagai ketua dewan pembina adalah langkah penting. Meski Kaesang menjanjikan akan memproses permintaan ini, ia juga menegaskan bahwa proses harus transparan dan melibatkan seluruh kader. "Kami berharap ada konsensus yang baik, agar keputusan ini bisa diimplementasikan secepat mungkin," katanya.

Harapan besar juga ditujukan kepada Mustohir Arifin sebagai ketua DPW Kalsel. Dengan pengalaman dan visi yang jelas, ia dianggap sebagai penjembatannya antara generasi muda dan senior. "Kita berharap ia bisa membawa perubahan yang signifikan, sambil tetap menjaga tradisi dan nilai-nilai PSI," ujar Aulia Rachman, Sekretaris DPW Kalsel.

Dengan pelantikan dan kesepakatan ini, PSI Kalsel menunjukkan komitmen untuk membangun kekuatan politik yang solid dan terarah. Meski ada tantangan dalam koordinasi, langkah awal ini dianggap sebagai awal dari transformasi partai yang lebih inklusif dan berkelanjutan.