DonasiKitaBisa
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Topics Covered: Prabowo dan Modi Dorong QRIS Bisa Dipakai di India, UPI India Segera Berlaku di Indonesia?

Published Juli 8, 2026 · Updated Juli 8, 2026 · By Fitri Setiawan

Prabowo dan Modi Dorong QRIS Bisa Dipakai di India, UPI India Segera Berlaku di Indonesia?

Topics Covered - Kerja sama ekonomi antara Indonesia dan India semakin diperkuat dengan langkah strategis yang diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi. Pertemuan bilateral mereka di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026), menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen bersama dalam pengembangan sistem pembayaran lintas batas. Kesepakatan ini berpotensi mengubah cara masyarakat Indonesia dan India bertransaksi secara digital, menjadikan QRIS dan UPI sebagai alat utama dalam ekonomi regional.

Pengembangan Sistem Pembayaran Lintas Batas

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin menyepakati pengembangan lebih lanjut sistem pembayaran QR lintas batas. Ini berarti, transaksi yang sebelumnya hanya terbatas pada wilayah domestik kini akan diperluas hingga mencakup negara-negara tetangga. Prabowo menekankan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari upaya memperkuat integrasi keuangan kedua negara. "Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas transaksi digital, sekaligus mendorong keberlanjutan sektor keuangan," ujar Prabowo dalam pernyataannya.

Sistem QRIS, yang merupakan inisiatif pemerintah Indonesia, dirancang untuk menjadi standar pembayaran berbasis kodenya. Sementara itu, Unified Payments Interface (UPI) yang dikembangkan oleh India telah menjadi platform utama bagi transaksi e-money di negeri tersebut. Dengan kesepakatan ini, pengguna QRIS di Indonesia akan dapat berinteraksi langsung dengan UPI di India, dan sebaliknya. Dampaknya, wisatawan asal India yang berkunjung ke Indonesia akan lebih mudah menggunakan pembayaran digital mereka, sementara pelaku usaha Indonesia bisa memperluas pasar ke negara tetangga tersebut.

Langkah Strategis dalam Ekonomi Regional

Kemitraan Indonesia-India telah menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam sektor perdagangan dan investasi. Kesepakatan pembayaran lintas batas ini diharapkan menjadi salah satu upaya untuk mengakselerasi pertukaran ekonomi antara dua negara. Prabowo menyebut bahwa peningkatan efisiensi transaksi adalah kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat.

"Kemajuan dalam pembahasan Cross-border QR Payment Linkage dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi sektor keuangan antara Indonesia dan India," kata Prabowo dalam rilis resmi.

Sementara Modi menyoroti pentingnya inisiatif ini dalam membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif. "Inisiatif ini memungkinkan pelaku ekonomi dari kedua negara mengakses pasar yang lebih luas, tanpa hambatan administratif," tambahnya. UPI, sebagai sistem pembayaran yang mendukung transaksi instan, telah digunakan oleh lebih dari 200 juta pengguna di India. Dengan integrasi ini, UPI diharapkan bisa menjadi bagian dari infrastruktur pembayaran Indonesia, sementara QRIS akan dipakai di sejumlah toko dan layanan di India.

Manfaat dan Dampak Kemitraan ini

Kemitraan antara QRIS dan UPI memiliki dampak yang luas, baik untuk masyarakat umum maupun sektor bisnis. Untuk masyarakat, ini berarti transaksi bisa dilakukan secara lebih cepat, aman, dan tanpa perlu beralih ke metode pembayaran tradisional. Wisatawan yang mengunjungi Indonesia atau India akan mengalami kemudahan dalam berbelanja, karena tidak perlu memperhatikan perbedaan sistem pembayaran. Bagi bisnis, integrasi ini membuka peluang ekspansi pasar dan mengurangi biaya transaksi.

Selain itu, penggunaan QRIS dan UPI secara lintas batas dianggap sebagai langkah untuk meningkatkan kepercayaan antara dua negara. Ini juga membantu dalam mengurangi penggunaan uang tunai, yang merupakan bagian dari upaya menuju ekonomi digital. Prabowo menambahkan bahwa inisiatif ini akan menjadi batu loncatan bagi kerja sama lebih luas di masa depan, termasuk dalam sektor logistik dan teknologi.

Pembahasan Cross-border QR Payment Linkage sejauh ini telah mencapai tahap yang matang, dan langkah selanjutnya adalah implementasi. Menurut sumber di Kementerian Perdagangan Indonesia, pengujian pilot akan dilakukan di sejumlah kota besar sebelum diperluas ke wilayah lain. Hal ini bertujuan untuk memastikan sistem berjalan lancar dan mengurangi risiko integrasi teknologi yang mungkin terjadi.

Perkembangan Sebelumnya dalam Hubungan Ekonomi

Selama ini, Indonesia dan India telah melakukan beberapa kerja sama dalam sektor keuangan, seperti penandatanganan perjanjian ekonomi komprehensif (CEPA) yang dirancang untuk mendorong pertukaran barang dan jasa. Adanya integrasi QRIS dan UPI diharapkan meningkatkan efektivitas perjanjian tersebut, karena transaksi digital bisa lebih efisien dalam mempercepat proses pembayaran dan mengurangi kesalahan administratif.

Modi juga menyebut bahwa inisiatif ini selaras dengan visinya dalam membangun ekonomi yang inklusif dan modern. "UPI tidak hanya memudahkan transaksi dalam negeri, tetapi juga menjadi jembatan bagi ekspor dan impor," ujarnya. Di sisi lain, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah Indonesia akan terus mendukung inovasi dalam sistem pembayaran, termasuk mengadopsi teknologi dari negara lain yang relevan.

Dengan munculnya sistem pembayaran lintas batas ini, diharapkan akan mendorong pertumbuhan ekonomi bilateral. Di India, UPI telah menggantikan sejumlah metode pembayaran konvensional, seperti kartu kredit dan debet. Sementara QRIS, yang mulai diadopsi secara luas di Indonesia sejak 2020, menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan transparansi dan kecepatan transaksi. Integrasi dua sistem ini dianggap sebagai langkah penting dalam membangun ekonomi yang lebih terpadu.

Kemitraan ini juga mendukung upaya Indonesia dalam menarik investasi dari India, yang merupakan salah satu pasar utama di Asia Tenggara. Dengan akses ke sistem pembayaran digital India, pelaku bisnis Indonesia bisa lebih mudah menjangkau konsumen di sana. Sebaliknya, pengusaha India akan mendapat kesempatan yang sama untuk beroperasi di Indonesia. "Kemitraan ini adalah langkah mutlak untuk meningkatkan kepercayaan dan keterlibatan ekonomi antara dua negara," tutur Prabowo.

Pengembangan sistem pembayaran lintas batas ini juga menjadi contoh kerja sama yang berkelanjutan dalam sektor teknologi. Di era globalisasi yang semakin cepat, kemampuan untuk bertransaksi secara digital menjadi kebutuhan utama. Dengan QRIS dan UPI, dua negara bisa membangun ekosistem yang saling mendukung, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan memperkuat hubungan bilateral. Langkah ini diharapkan menjadi fondasi untuk kerja sama di bidang lain, seperti energi dan transportasi.

Menurut ahli ekonomi, integrasi sistem pembayaran lintas batas ini akan meningkatkan volume transaksi antar dua negara. Ini berdampak positif pada pertumbuhan ekspor Indonesia, khususnya produk-produk digital seperti layanan keuangan dan teknologi. Sejumlah perusahaan fintech Indonesia telah menyiapkan dukungan teknis untuk memastikan QRIS bisa beroperasi di India, termasuk melalui kerja sama dengan perusahaan pembayaran India.

Kesepakatan ini juga menjadi wujud dari komitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di Asia Tenggara. Dengan dukungan dari India, negara-negara lain di kawasan bisa menjadi contoh dalam pengembangan sistem pembayaran lintas batas. Prabowo mengatakan bahwa implementasi UPI di Indonesia dan QRIS di India akan menjadi bagian dari visi